Menikahi Tuan Muda

Menikahi Tuan Muda
Berusaha (2)


__ADS_3

Nona minta lagi ya dukungan VOTTE nya 🤭😁👌 boleh ya.. ya.. ya.. 😽😽


Like dan Commentnya jangan lupa juga eheehehe 🤭


....


Bela berlalu pergi meninggalkannya tak semudah itu dia bisa memaafkan semua perbuatannya.


Masih teringat jelas kisah sedihnya dimalam itu.


"Bela.. dengarkan dulu penjelasanku, Bela.. Bela!" ucap Ray menahan air matanya, dia berjalan cepat mengejar Bela yang terus melangkah tanpa memperdulikannya.


Menyusuri tepian jalan dengan air matanya yang menetes, dibelokan Jalan Bela bersemubunyi membuat Ray tak bisa menemukannya.


"Bela!! Arabela!! Arabela!!" memanggil wanitanya dengan berteriak membuat beberapa orang yang melihatnya menatap aneh namun Ray sama sekali tak memperdulikannya. "Arabela, keluar kau sekarang juga atau aku akan benar-benar melenyapkan orangtuamu! Arabela Danita!"


Bela yang bersembunyipun tak kuasa menahan tangisnya, betapa egoisnya pria itu.


Tak kunjung keluar benar-benar membuat Ray meradang, dirinya merogoh ponsel dari dalam saku jasnya dan menelefon seseorang, "Lenyapkan mereka, gantung kepalanya ditengah kota!" kalimat itu terlontar dengan tegas angkuh tanpa iba.

__ADS_1


Sontak saja kalimat rersebut membuat Bela semakin gemetar ketakutan, "Jangan sentuh orangtuaku!"


"Memangnya kau fikir siapa dirimu, berani sekali mengacuhkanku!" menatap dengan sorot matanya yang menajam, lalu mencoba melangkah pergi meninggalkan Bela.


Namun sebelum hal itu benar-benar terjadi dengan cepat Bela mengejarnya, memeluk Ray dari belakang. "Jangan.. jangan sakiti ayah dan ibuku." ucapnya dengan suara parau karena menangis.


"Kau tahu apa yang harus kau lakukan?" Bela mengangguk, "Sebelum jam 19.00 malam.." diam sejenak lalu telunjuknya mendorong dada bagian atas Bela membuatnya mundur selangkah dan mengambil jarak, "Kau sudah ada di vila! Jika tidak maka kau tanggung sendiri akibatnya!" melangkah pergi dengan angkuh meninggalkan Bela yang mematung sedih.


Jarak tempuh dari tempat ini dan vila bisa dikatakan lumayan jauh, Bela menghela nafas pelan dengan dalam menatap punggung Ray dengan sendu Mencoba bertahan lagi, sedikit lagi agar orangtuanya bisa hidup dengan tentram.


Bela tahu betul orang seperti apa suaminya itu, jika dia sudah membuka rahangnya maka akan sulit untuk menghilangkan rasa laparnya.


***


Di dalam taxi dia termenung mencoba menerawangi nasibnya, apakah dirinya masih bisa mengukir senyuman indah lagi seperti yang dulu?


"Nona kita sudah sampai."


"Terimakasih sudah mengantarku, ini ambil saja kembaliannya."

__ADS_1


Bela meyakinkan dirinya jika ini adalah sebuah keputusan yang benar meskipun harus mengorbankan dirinya sendiri.


Melangkah masuk kepenjara cinta yang mengikat dan menjeratnya seumur hidup, para pelayan sudah berbaris rapih menyambut kedatangannya.


"Selamat malam nona, selamat datang kembali." sapa Ling menyemangatinya dengan tersenyum begitu juga Bela yang hanya mengangguk dengan senyuman manisnya.


Dimeja makan itu terlihat berbagai menu makan malam yang mewah, sosok pria tampan yang tak lain adalah Ray sudah duduk menunggunya, "Jam 19.15 menit, kau terlambat 15 menit."


Suasananya masih hening, Bela tak mau ambil pusing dan memilih diam tanpa menjawabnya.


Ling menarik kursi untuknya duduk, "Nona muda silahkan.."


***


Usai makan malam sepasang suami istri itu terlihat duduk ditepi ranjang dengan memakai piyama tidur couple, duduk dengan suasananya yang agak canggung.


Ray mencoba memeluknya dengan hangat, menciumi rambutnya yang wangi.


Lalu bersitatap dengan binar indah Bela, tatapan hangat yang sudah lama tak ia lihat, Ray mengangkat dagu Bela yang runcing lalu mengecup bibirnya. "Kau milikku, hanya milikku dan aku tidak akan pernah melepaskanmu!" menyibak lembut poni Bela.

__ADS_1


Rona merah diwajah Bela tak dapat disembunyikan, dia merasa ini seperti malam pertamanya.


Malampun berlalu dengan hangat setelah mereka melewati malam indah itu bersama.


__ADS_2