Menikahi Tuan Muda

Menikahi Tuan Muda
Pelayan Baru (4)


__ADS_3

Menangis kesakitan namun Kris tetap tak menunjukan belas kasihnya sedikitpun.


"Tuan sakit.. sakit.." Meri terbelalak menatap sekitarnya ternyata hanya mimpi menyeramkan yang dulu pernah terjadi, menghela nafas sembari menyeka keringat di keningnya.


"Rupanya kau sangat hobi mengigau ya?"


Suara Kris terdengar nyaring dari belakang membuat bulu kuduk Meri merinding tiada duanya.


Menelan saliva sekuat mungkin saat mendengar langkah kakinya mendekat.


Dibawah kolong meja tangan serta kakinya sudah bergetar dingin, Kris menarik kursi dan duduk tepat dihadapannya.


"Apa yang kau lihat?" Meri masih terdiam berharap jika ini masih menjadi bagian dari mimpinya. "Hm?" Kris mengetukkan telunjuk diatas meja.


"Tidak ada tuan.."


"Sepertinya kau punya banyak waktu luang."


"Tidak, maaf saya hanya istirahat sebentar.." Meri sudah mau beranjak dari tempatnya.


"Duduk."


Apalagi sekarang, hanya istirahat sebentar lalu tertidur wah Meri rupanya kau ini kepala bantal. Tak mengenal tempat untuk tidur.


Gazebo halaman belakang rumah yang teduh dengan angin sepoi yang semakin mendukung keheningan keduanya.


Diambang pintu Ling tak sengaja memergoki Kris yang sedang duduk berhadapan dengan Meri.


Menganggap itu bukanlah hal yang biasa karena selama ini tak pernah sekalipun terjadi, seorang Kris mau duduk bersama seorang pelayan.


"Tuan Kris?"

__ADS_1


Selamat, terimakasih Ling karena kehadiranmu diantara mereka berdua benar-benar telah menyelamatkan Meri dari harimau yang kelaparan itu.


"Maaf, saya masih punya banyak pekerjaan. Permisi." menunduk hormat lalu segera pergi, mengelus dadanya yang sempat bergemuruh.


Kris memutar bola matanya dengan jengah, "Ada apa?"


"Apakah tuan memerlukan sesuatu?"


"Pergilah.." dingin.


"Baik tuan maaf sudah mengganggu."


***


Sore hari di rumah sakit dokter memperbolehkan Bela untuk pulang. Tentunya dengan berbekal beberapa resep obat. Sekarang mereka berdua sudah berada didalam kamar hotel.


"Sayang aku ingin makan bubur saja nanti malam.."


Rona merah di wajah Bela tak dapat ditutupi, dia berjalan mendekat agar sang suami bisa memeluknya.


Tangannya mulai bergerilya ditempat yang ia sukai, "Sayang jangan tubuhku masih lemah, lagipula kita sudah melakukannya tadi saat di rumah sakit."


"Maka dari itu menurutlah, jangan membantahku."


"Sayang -"


Kecupan dibibir dan memberikannya lum*tan yang begitu lembut lalu menggigit kecil bibir bela.


"Emh.." rintih nya merasa sakit, mendorong pelan tubuh Ray agar mendapatkan jarak yang cukup.


"Kenapa?"

__ADS_1


Bela menggeleng, "Sakit, kau menggigit bibirku.."


Ray mengelus pucuk kepala Bela, memegang tengkuknya dan tersenyum dengan jarak yang mulai habis. Sekali lagi Ray mengecup bibirnya yang tipis dan tak lama kemudian terdengar suara ketukan pintu dari luar.


"Permisi tuan, maaf mengganggu.. pesanan untuk makan malam sudah siap."


Bela tersenyum saat melihat ekspresi suaminya yang sekesal itu.


"Tunggulah sebentar disini.." seru Ray memperingatkannya.


"Ok suamiku sayang.."


Dan waktunya untuk makan malam berdua, "Makanlah yang banyak.."


"Ini sudah cukup, sayang kau juga harus makan yang banyak.."


***


Sore hari di vila Meri baru selesai mandi dan berganti pakaian biasa yang memang sudah disiapkan. Rambutnya selalu terikat namun karena barusan dia mengkeramasi nya jadi dia membiarkan rambutnya tergerai dengan indah.


Dipundaknya ada handuk kecil biru yang menempel, melangkah ke balkon kamar untuk mengeringkan rambut.


Hairdryer? Dia tidak punya. Wajah polos tanpa balutan makeup dengan rambut basahnya yang panjang sedada sedang tergerai.


Tanpa sadar ternyata seorang lelaki yang tidak sengaja menatapnya dari gazebo mulai memperhatikannya.


Kris meraih hpnya dan secara diam-diam memotret Meri dengan penampilan ala kadarnya.


"Wanita jelek sepertimu tiba-tiba saja datang untuk mengejutkanku?" bibirnya membentuk sebuah senyuman tipis.


Matahari hampir terbenam utuh di ufuk barat, sudah jam 17.50 sore Kris segera beranjak dari tempatnya melenggang pergi untuk membeli sesuatu disebuah toko.

__ADS_1


__ADS_2