
Kris mengangguk hormat kepada tuan muda Ray yang masih berdiri dihadapannya dengan posisi kedua tangan terkepal erat, "Tuan saya akan membereskannya.."
"Tidak perlu biarkan saja dia, aku ingin lihat sampai sejauh apa usahanya.." kemudian Ray pergi menapaki anak tangga untuk menemui Bela, saat dirinya membuka pintu kamar dia melihat Bela masih menangis.
Menelungkupkan tubuhnya diatas ranjang, dia menangis tersedu-sedu hingga ia merasa ada seseorang yang naik keatas ranjang.
"Kau menangis?" ucap Ray sembari membelai rambut panjangnya.
"Tidak. Aku sedang tertawa.."
"Kemarilah, aku sama sekali tidak bermaksud untuk memarahimu.."
"Tapi kau membentakku dihadapan wanita lain."
"Salsa? Lalu kenapa kau bertemu dengannya, seharusnya kau memberitahuku jika wanita itu datang kemari. Aku tidak suka kau memiliki hubungan dengannya."
"Kau yang memiliki hubungan dengannya, seharusnya aku yang mengatakan hal itu padamu! Bukan sebaliknya!" tandas Bela dengan kesal, dia duduk mengambil bantal dan memukulkannya kebahu Ray.
"Kau sudah berani memukulku? Lancang sekali kau ya.." dia menarik tangan Bela hingga keduanya terjerembab jatuh diatas ranjang, Bela rebah diatas tubuh suaminya.
"Aaaa lepaskan aku, lepaskan!"
"Tidak mau sebelum kau meminta maaf padaku!"
"Kenapa harus aku yang meminta maaf, yang salah itukan kau bukan aku.. lepaskan aku tuan muda.."
__ADS_1
"Kau benar, akulah tuan muda dan kau harus mematuhi semua ucapanku!" Ray mencubit hidung Bela hingga memerah. "Ayo kita jalan-jalan keluar.."
"Kau menyogokku dengan hal seperti itu? Aku tidak akan luluh."
"Ya sudah jika kau tidak mau tidak apa-apa, kau lebih suka dikurung di vila ini sepertinya."
Ray melepaskan pelukannya dari tubuh Bela dan sudah mau turun dari ranjang, namun dengan cepat Bela menahannya.
"Kau serius ingin mengajakku jalan-jalan?"
"Tidak jadi kaukan tidak mau. Sudahlah aku mau kekantor masih banyak pekerjaan menumpuk disana."
"Aaa ayo kita jalan-jalan.." setelah susah payah membujuk sang tuan muda akhirnya merekapun jadi juga jalan-jalannya.
Melajukan mobil dengan kecepatan sedang, Kris memasang headset dikedua telinganya agar kesucian indra pendengarannya tidak ternoda akibat kalimat-kalimat romantis dari 2 penumpangnya dibelakang.
Abaikan saja kehadiranku tuan, semoga anda bersenang-senang hari ini.
Merekapun sampai dipusat perbelanjaan, gedung yang menjadi 1 dengan bioskop terbesar dikotanya waah ramai sekali pengunjungnya, sebelum turun Ray melepaskan jas dan tuxedonya hanya memakai kemeja putih dan celana putih saja.
"Kenapa kau melepasnya?"
Ray mendekatkan wajahnya diwajah Bela, "Kau ingin media menyorotiku?"
"Baiklah terserah suamiku saja."
__ADS_1
"Kris ayo turun."
"Baik tuan.." Baiklah kita lihat apakah nasib baik akan memihakku hari ini?
Kris hari ini dia menjadi obat nyamuk mematikan yang paling ampuh, memastikan keamanan kencan suami istri yang sedang berjalan bergandengan tangan didepannya.
Banyak balon berterbangan diudara, "Sayang lihat itu banyak sekali balon-balonnya.."
"Biasa saja tidak perlu sebahagia itu, kau seperti tidak pernah melihat balon terbang saja!" keluh Ray dengan kesal.
Tunggu, apa itu? Kau yang mengajaknya berjalan-jalan tapi reaksimu malah seperti itu.
"Akukan hanya memberitahumu saja, tidak perlu bicara sekeras itukan bisa.."
"Aku tidak keras, aku bicara dengan santai.."
"Tapi wajahmu terlihat sangat kesal.."
Jangan membuatku malu! Kris sabar ya, jodohmu masih dipersiapkan 😁💪
Bela yang kesalpun melepaskan genggaman tangannya dan pergi membaur dengan para pengunjung.
"Arabela mau kemana kau?!"
Yang dipanggil sama sekali tidak menggubrisnya, dan tetap menyusuri keramaian disekitarnya.
__ADS_1