Menikahi Tuan Muda

Menikahi Tuan Muda
Popcorn & Hormon


__ADS_3

Makan malam sudah siap sesuai dengan apa yang diinginkan Bela, wanita hamil harap dimaklumi saja karena terkadang dia ingin makan ini lalu satu menit kemudian tidak mau lagi.


Hidangan makan malam yang tersedia diatas meja merupakan menu yang ketiga kalinya diganti.


Ray yang mengetahuinyapun sempat ingin marah tapi tidak jadi, karena beberapa hari yang lalu Kris pernah memberikannya sebuah artikel tentang kehamilan wanita.


"Apa ini?"


"Panduan untuk suami siaga.."


"Siaga, kenapa?"


"Tuan baca saja karena ada banyak ilmu didalam artikel ini."


"Kau meremehkanku? Aku pria yang cerdas -"


"Hormon wanita selama masa kehamilan tidak pernah stabil."


"Apa? Hormon?" 🤔🤔🤔


Sekali lagi Kris menyodorkannya lembaran kertas yang sudah di print. Karena tidak segera diraih akhirnya Kris meletakannya begitu saja diatas meja, lalu mengangguk hormat dan segera pergi dari ruangan kerja Ray, membuat pria itu melongo keheranan.


***


Usai makan malam Bela ingin sekali makan popcorn yang dijual di perempatan jalan dekat rumahnya.


"Kau baru saja menghabiskan makan malammu, sekarang malah ingin popcorn?"


Bela mengangguk memasang wajah penuh gemasnya.


"Oh ya ampun.." Ray mengusap wajahnya seolah tak percaya bagaimana mungkin wanita hamil bisa mempunyai lambung yang besar.


"Ya sudah aku akan meminta Faron -"

__ADS_1


"Aaa tidak.. aku tidak mau orang lain yang membelinya.. ayo kita saja yang pergi.." ucap Bela sembari menarik-narik tangan Ray.


"Kau ini sebenarnya mau makan popcorn atau hanya ingin keluar dari vila ini?"


"Tentu saja aku mau makan popcorn. Tapi kita berdua yang harus membelinya."


Melihat tingkah Bela membuat Ray benar-benar ingin segera melahapnya.


"Baiklah, kemari.." Ray menggerakan telunjuknya meminta Bela mendekat, kemudian mengecup bibirnya sedikit lebih lama.


Lalu saling bersitatap bahkan sekarang wajah Bela sudah merona merah, sekali lagi Ray mengecup bibirnya perlahan menuntun Bela kepermainan yang lebih. Saat sudah berada dibawah tubuh kekar Ray dan bersiap untuk menikmatinya, "Aku mau popcorn sekarang!"


Kilatan dimata tajamnya terlihat jelas, "Setelah ini kita akan membelinya.." Bela menggeleng, "Kau sungguh tidak mau melakukannya denganku?" Bela kembali menggeleng. "Baiklah, tidak usah selamanya saja!" beranjak turun dari ranjang.


"Sayang kau marah?" Ray diam tak menggubrisnya, pria itu terlihat sedang membuka lemari untuk mengambil jaket.


"Cepatlah.." lalu keluar dari kamar, wajahnya terlihat kesal karena penolakan Bela yang tidak ingin ditidurinya.


Mobil yang disetir Ray dan melaju dengan kecepatan sedang, sepanjang perjalanan mereka hanya diam.


"Hm.."


"Sayang bukankah ini pertama kalinya kita untuk -"


Lirikan tajam Ray seketika membungkam Bela, wanita itu sadar betul jika saat ini suaminya sedang tidak mood untuk diajak bicara.


Sepertinya dia benar-benar marah.


Merekapun sampai diperempatan jalan yang dimaksud namun sayang popcornnya barusaja habis.


Mau tak mau Bela harus merelakan malam ini tidak memakan popcornnya, dan merekapun segera kembali ke vila.


***

__ADS_1


Diruang ganti Bela masih sedang memakai piyama tidur yang warnanya senada dengan milik Ray. Lalu melangkah mendekatinya.


"Sayang?" memeluk Ray dari belakang, saat ini Ray sedang beridiri ditepi balkon.


"Hm?"


"Aku mengantuk, kau maukan menemaniku tidur?"


"Tidur saja sendiri kenapa harus ditemani?"


"Ayolah.." menarik tangan suaminya sedikit kuat.


Setelah berhasil membujuk akhirnya mereka berduapun berada diatas ranjang. Barusaja Ray ingin memejamkan matanya dengan lelap, "Sayang, peluk.."


"Hm.. tidurlah ini sudah malam.."


"Sayang?" mencubiti pelan kulit tangan Ray.


"Arabela Danita?" jika biasanya Bela akan terdiam saat Ray menyebut nama lengkapnya namun tidak dengan malam ini. Bela semakin berani, mencubit gemas hidung mancung Ray. "Bela!!" bentakannya membuat Bela terkejut.


Sudut matanya mulai basah, terlebih lagi hanya karena hal sepele itu membuat Ray keluar dari dalam kamar.


Menanti dan berharap Ray akan kembali kekamar namun sepertinya hal itu tidak akan terjadi, bahkan Bela masih setia menunggu kedatangannya hingga jam 01.00 dinihari.


Karena rasa kantuknya begitu kuat Bela pun menyerah, menarik selimut hingga ke dada memeluk guling dan tertidur.


20 menit kemudian Bela terbangun saat merasa seseorang sedang naik keatas ranjang. Perlahan membuka kedua matanya, "Sayang -"


Suaranya tercekat saat Ray meletakan telunjuknya di bibir Bela, " Maaf karena aku sudah membentak mu tadi."


Bela menggeleng lalu duduk dan memeluk suaminya, "Aku yang seharusnya minta maaf karena sudah mengganggu tidurmu." Ray mendaratkan ciumannya dipucuk kepala Bela.


Lalu keduanya saling melepaskan hasrat yang tadi sempat tertunda karena popcorn.

__ADS_1


##


mon maap baru update, vottingnya nona minta yaaaak


__ADS_2