
Sebelum malam menyapa Bela meminta Meri untuk membantunya menyiapkan beberapa barang yang mungkin akan mereka butuhkan selama liburan diresort.
"Nona muda yang ini apakah nona akan membawanya juga?" menunjukan sebuah topi pantai.
"Aa tidak, tidak, kita akan membelinya disana jadi tinggalkan saja itu.."
"Nona apakah masih ada lagi yang ingin dibawa?"
"Tidak Meri itu sudah cukup.. oh ya bagaimana dengan persiapanmu apakah kau sudah mengemas pakaianmu juga?"
"Pakaian saya?"
"Hm iya.. kau jugakan akan ikut berlibur bersama kami.."
Liburan ke resort? "Lalu bagaimana dengan Risa nona?"
Ah iya benar sepertinya akan menarik jika dia ikut juga hihi.. Kris bersiaplah menerima kejutan dari nona mudamu ya haha. "Um iya dia juga akan ikut."
"Kalau begitu saya akan menyiapkannya sekarang juga nona.."
"Ya, ya baiklah.."
Setelah tahu jika Risa akan ikut maka Meri dengan senang hati memberitahukannya..
"Risa, Risa!" seru Meri memanggilnya dengan senang menapaki anak tangga dibeskem menuju lantai 2. "Risa..."
"Ya, ya, Meri ada apa kenapa kau berteriak sesenang itu?" ternyata Risa barusaja selesai mandi ditubuhnya masih menempel setia handuknya yang berwarna hijau.
__ADS_1
"Riaa ayo cepat bersiap besok pagi kita akan ikut nona dan tuan muda berlibur di resort A."
"Hah a- apa liburan? Apakah itu benar?" Apakah itu artinya tuan Kris juga akan datang? Ehm wajahmu sudah bersemu merah Risa.
"Risa kenapa wajahmu memerah apakah kau sakit?"
"Em ti- tidak kok haha ya baiklah aku akan bersiap-siap."
***
Fajar meningsing menyapa menghamparkan sinarnya menamparkan cahayanya menyinari permukaan bumi. 2 mobil sudah bersiap digarasi lengkap dengan isinya.
Hari ini Kris tidak menyupiri mobil tuannya melainkan akan menyetir untuk dirinya sendiri.
Risa dan Meri yang barusaja keluar dari vila langkah mereka terhenti saat Kris sudah berdirii tegap dihadapan mereka.
"Kemarikan tasmu."
"Hm?"
Tangan Kris menggantung diudara, dan bergerak cepat meminta kepada Meri. "Cepat!"
Meri masih diam begitu juga dengan Risa yang perlahan mulai menatap Meri dengan ekor matanya.
"Wah Kris kau sudah datang.." Bela dan suaminya barusaja muncul.
Kris diam hanya menjawab dengan anggukan kepalanya lalu kembali menatap Meri, karena reaksinya lama hingga membuat Kris kesal.
__ADS_1
"Ayo." secara mengejutkan Kris menarik Meri dan menyuruhnya masuk kedalam mobil, "Duduk didepan."
"Tu- tuan tapi bagaimana dengan Risa?"
"Masuk!"
"Risa.." seru Meri yang kemudian dipaksa Kris untuk diam.
"Sudah diam jangan merengek seperti itu atau aku menenggelamkanmu di pantai."
Nona tolong lakukan sesuatu padanya.
Bagaimana ini Bela kau sepertinya sudah membuat hati seorang wanita patah hati.
Maafkan aku Risa, aku hanya ingin memberritahumu siapa yang Kria sukai, kumohon berhentilah menyukainya karena itu hanya akan menyakitimu..
Seorang sopir sedang mengemudikan mobil membawa tuan dan nona mudanya, disebelah kemudia ada Risa yang sejak tadi duduk diam.
"Sayang pokoknya selama kita resort nanti kau tidak boleh melakukan apapun yang berhubungan dengan pekerjaanmu dikantor, pokoknya kau harus menemaniku selama kita liburan.."
"Hm.."
Mobil didepan mereka, mobil Kris melaju sedang mereka berdua sesekali saling mencuri pandangan.
###
Ehm thank's ya yang sudah mendukung author dan sabar menunggu, author release pelan-pelan ya sayang harap sabar menunggu karena author banyak kerjaan. See U dear. cukup dulu ya eps nya hari ini hehe ðŸ¤
__ADS_1