
Mendengar tuan mudanya memberi perintah seperti itu membuat Ling bingung harus mengambil sikap yang seperti apa, dia menelan saliva dengan raut wajahnya yang gusar lalu menatap wajah anak buahnya dengan seksama.
Betapa kecewanya dirinya saat itu, merasa telah gagal dalam mendidik mereka selama bekerja dan mengabdi di vila ini.
"Kalian cepat katakan dengan jujur, siapa yang telah berani mencuri liontin milik tuan muda.." mereka masih diam, "Kenapa kalian diam? Cepat katakan sebelum aku benar-benar memotong tangan kalian disini."
Maria yang guguppun dengan sengaja menjatuhkan liontin itu kebelakang dan jatuh tepat dibawah kaki Risa.
Suara dentuman liontin yang mengenai lantai terdengar, Ling yang juga mendengarnya segera mengecek benda apa gerangan yang terjatuh itu.
Kedua matanya membulat sempurna dengan shock dia meneriaki Risa, lalu menamparnya.
Bela yang menyaksikannyapun mencoba melerainya namun dengan cepat Ray mencengkram kuat tangannya. Membuat Bela tertarik dan langsung terduduk dipangkuannya.
"Apa yang sudah kau lakukan hah, kenapa kau melakukan ini kepadaku?" teriak Ling dengan kesal.
Risa yang tidak mengerti apa-apapun berusaha untuk menjelaskan segalanya, dengan berlutut dibawah kaki Ling. "Demi apapun saya berani bersumpah, saya tidak pernah menginjakan kaki kedalam kamar tuan muda. Percayalah bula.." seru Risa sembari menangis.
"Pergi!"
"Ling kenapa kau mengusirnya, sayang dia benar. Saat Ling dan kedua pelayannya membersihkan kamar kita, aku pergi kegazebo belakang disana aku melihatnya sedang memberishkan tanaman bunga. Setelah mereka selesai membersihkan kamar aku segera masuk kedalam kamar dan tidak keluar lagi sampai dirimu datang." ucap bela panjang kali lebar menjelaskan.
"Kris urus mereka!" manatap dingin.
"Baik tuan."
***
Di ruang kerja Ling ..
"Siapa pelayan yang kau ajak masuk kekamar tuan muda?" imbuh Kris yang sudah duduk dikursi sembari menopang dagu dengan dingin.
"Maria dan Liliana tuan Kris.."
"Risa?"
__ADS_1
Ling menggeleng, "Tidak tuan karena pada saat kami membersihkan kamar tuan muda, saya menyuruhnya untuk membersihkan tanaman bunga."
"Keluarlah Ling, kecuali mereka bertiga!"
Ling mengengguk hormat lalu segera pergi meninggalkan ruangan kerjanya.
Tangan dingin Kris sedang memeriksa semua rekaman cctv yang ada pada hari itu, benar apa yang dikatakan Bela jika hari itu diwaktu dan jam yang sama Risa sedang membersihkan tanaman bunga.
Dijam berikutnya mereka memasak, oh pandangan mata Kris menangkap sesuatu yang menarik saat didapur.
Lalu memeriksa rekaman cctv di beskem, Kris mendengus kesal sembari meremas jemarinya dengan begitu kuat. Lalu kembali melanjutkan tontonannya hingga ia melihat adegan perkelahian kecil Maria dan Risa. Kedua matanya berkedut saat melihat Maria yang memperlakukan pelayan baru ditempat ini, terlebih lagi cara Risa untuk membalasnya. Menarik.
"Untuk menutupi sebuah kebohongan maka kau akan menciptakan kebohongan baru."
Mereka bertiga terdiam, Kris mengeluarkan liontin milik tuan mudanya tadi yang terjatuh, "Benda ini sangatlah mahal, bisa membeli 2 istana termegah didunia."
Maria bereaksi senang.
"Barang ini sudah tidak dibutuhkan tuan muda lagi, jika kalian ingin ambilah.. aku akan tutup mulut." lanjut Kris dengan begitu meyakinkan.
"Kenapa, Tidak percaya? Aaa baiklah jika begitu aku akan menghancurkan permatanya." memegang benda keras ditangannya dan bersiap untuk memukulkannya ke permata itu dengan sungguh-sungguh.
Sebelum benar-benar ayunan benda itu mengenai permata, Maria dengan secepat kilat meraih liontin tersebut membuat kedua rekannya terkejut tak percaya.
Sudut bibir Kris terangkat, betapa bodohnya pelayan itu hanya dengan sedikit pancingan kecil pria itu bisa mendapatkan hasil yang sangat bagus.
Tangan Maria masih menggenggam liontin diatas meja, ayunan tangan Kris mengenainya dengan tepat dan telak membuat Maria terkejut dan berteriak histeris kesakitan, tangannya membiru.
Ling yang berada diluar pintu saat mendengar teriakan seseorang dari dalam dirinya segera masuk keruang kerjanya.
Sekali lagi Kris memukul tangannya dengan sekuat tenaga membuat Maria kembali menjerit, tangannya sudah dicengkram kuat hingga tak bisa lagi lolos dari hukumannya.
"Ampun tuan Kris tolong maafkan saya.." imbuhnya menangis sesegukan.
"Berani sekali kau mencuri benda berharga milik tuan muda!" tandasnya dengan dingin, Ling yang mendengarnypun tak kalah terkejutnya, bagaimana tidak?
__ADS_1
Maria yang ia bawa sendiri dengan tangannya ke vila ini untuk bekerja, mengabdi kepada tuan muda ternyata ini balasannya.
Tubuhnya terhuyung lemas kebelakang, membuat punggunya membentur dinding. Bibirnya bergetar dengan mata yang memerah menahan tangis.
Sekali lagi saat Kris hendak mengayunkan pukulannya Risa segera mencegahnya, "Tuan cukup saya mohon jangan menghukumnya lagi." menahan tangan Kris.
Tentu saja hal itu membuatnya semakin naik pitam, siapa dia kenapa berani sekali menyentuhnya.
Bruk!
"Aargh!" pekik Risa kesakitan saat Kris menghempaskan tubuhnya kelantai. Kris masih mencoba untuk memukul Maria namun kembali terhenti saat Risa memeluk kedua kakinya memohon dengan sangat. "Tuan saya mohon jangan.." menangis, bagaimana bisa ada pria sekejam itu yang tidak membedakan hukumannya terhadap pria dan wanita.
"Pergi!" menatap tajam pada Maria, "Kemasi semua barang-barangmu!"
Maria mengangguk dan segera pergi dari ruangan Ling, meninggalkan liontin itu dan tetap berada diatas meja.
Saat Maria mencoba memutar handle pintu langkahnya terhenti sejenak, dia menoleh kekiri tempat Ling terdiam terpaku dengan sedih.
"Maafkan saya bula.." mengusap air matanya lalu segera keluar berlari masuk kedalam beskem untuk mengemasi semua pakaiannya.
***
Kris menarik tangan Risa hingga langkahnya terseret cepat kehadapannya.
Masih menundukan pandangan dengan air mata yang menghujani pipi, Risa perlahan memundurkan langkahnya namun tehenti saat membentur meja.
Kris mendekatkan dirinya hingga jarak yang begitu tipis, mengusap pipi yang masih memerah bekas tamparan tangan Ling, "Kompres wajahmu." lalu pergi membawa liontinnya.
##
maaf baru bisa update, karena author kecapean bagnget kemarin jadi pelan-pelan ya author rilisnya sayang..
dukung terus author yaa biar semakin semangat, author suka baca komen² kalian.
🌷🌷🌷
__ADS_1