Menikahi Tuan Muda

Menikahi Tuan Muda
Apakah Aku Hamil?


__ADS_3

Rey masih menunggu hasil pemeriksaan Bela, diri nya sudah segugup itu.


"Tuan, tenanglah.." seru Kris yang tak juah berdiri dari tuan muda nya.


"Kau tahu segugup apa aku sekarang?"


Kris diam dengan wajah dingin nya. Aah lelaki itu mana mengerti apa-apa soal yang seperti ini. Menikah saja belum 😏


"Tidak, kan?"


Kris masih diam.


Tak lama kemudian dokter pun keluar dari ruangan, "Suami nyonya Arabela Danita?"


"Dokter, saya suami nya. Apa yang terjadi pada istriku?"


Dokter itu tersenyum sembari membenarkan posisi kaca mata nya, "Kita bicara di dalam saja tuan.."


Rey mengangguk lalu mengikuti langkah kaki sang dokter, meninggalkan Kris sendirian di luar.


Di dalam ruangan itu seorang perawat sedang membantu Bela untuk turun dari bed.


"Hati-hati nona.."

__ADS_1


"Emh, terimakasih suster."


Bela melihat kedatangan suami nya, rasa bahagia yang sudah tak sabar ingin membagi nya.


"Nyonya dan tuan silahkan duduk.." seru dokter dengan senyum nya yang ramah. Tangan nya bergerak dengan sopan.


Duduk berhadapan sembari menunggu kejutan yang pasti akan membuat mereka bahagia.


"Tuan dan nyonya selamat ya, dari hasil pemeriksaan menunjukan adanya tanda-tanda kehamilan..."


Lihatkan, wajah kedua nya sudah berseri sebahagia itu.


"Dokter apakah itu benar? Kau tidak sedang bercanda kan? seru Rey yang entah sudah tak bisa di gambarkan lagi perasaan bahagia nya sekarang.


Dokter itu mengangguk, "Iya, benar tuan.. jika tuan tidak percaya saya akan melakukan usg kepada istri anda.."


***


Usai melakukan pemeriksaan, mereka bertiga pun segera pulang kembali ke resort.


Dengan di penuhi rasa bahagia tak habis-habis nya Rey menghujani Bela dengan ciuman penuh cinta nya.


"Sayang, hentikan apa yang kau lakukan?" tangan Bela bergerak berusaha menahan bibir Rey, "Kau tidak lihat ada Kris di depan?"

__ADS_1


"Hei Kris, kau lihat apa yang kami lakukan?"


Kris menggeleng, "Maaf tuan saya tidak melihat atau mendengar apapun.." bertindak saja sesuka kalian, dasar pria tak kenal tempat!


Rey menunjuk jok kemudi, "Dengar, kan? pria itu tidak mendengar atau pun melihatnya."


"Aaa tidak, tidak. Jangan pokoknya aku tidak mau.."


"Hei Arabela Danita berani sekali ya kau menolakku?"


"Kau tidak dengar ya apa yang di katakan dokter, saat ini aku sedang hamil.."


Rey tersenyum tipis mendengarnya, dia mendekap Bela ke dalam pelukannya lalu berbisik lembut, "Dan itu adalah milikku.." hembusan nafasnya terasa hangat membentur kulit Bela.


Belaian lembut di wajah Bela membuat jantung wanita itu semakin berdebar, dulu diri nya sama sekali tidak pernah menyangka akan dijual oleh se seorang, kesuciannya yang di renggut pria yang kini menjadi suami nya.


Dan setelah beberapa bulan menjalani pernikahan, akhirnya di dalam rahim nya kini sedang bertumbuh janin hasil buah cinta mereka berdua.


Kecupan lembut di berikan Rey tepat di kening Bela. "Aku mencintaimu, sangat.."


###


Yuhu maaf ya nona agak lama update nya, lama gak update. lah sekali update makah 1 chapter ajaaaah 🤭🤭🤭🤭

__ADS_1


aku lagi nyiapin sesuatu yang mmmm nanti kalian baca aja sendiri, di chapter selanjut nya.


Klik like, comment, and favorite kalian yaaaa.. komen nya dong plus votte nyaaaaaaaaa


__ADS_2