
Ray masih menceritakan semua kisah tentang ibunya, singkat cerita Bela sudah faham dengan situasinya.
Tanpa disadari air mata Bela merembes dibuatnya, Ray yang melihatnyapun malah tersenyum gemas sembari mencubit pipi sang istri.
"Kenapa malah kau yang menangis? Itukan kisah ibuku.."
"Aku hanya terha -" tiba-tiba Bela mendadak mual.
"Bela ada apa denganmu?"
Rasa mualnya semakin menjadi membuatnya harus segera berlari kecil menuju kamar mandi. Didalam sana dia sedang mual dan muntah membuat Ray panik bukan main.
"Bela apa yang terjadi padamu, Arabela katakan padaku.." Ray yang berwajah tegas itupun bisa gemetaran saking khawatirnya melihat Bela mual muntah tiada henti hingga wajahnya memucat.
Tubuh Bela mendadak lemah dan membuatnya terhuyung hampir jatuh kelantai jika saja Ray tak menopang tubuhnya.
"Arabela kau kenapa sayang?"
Ray segera menggendongnya membawanya kembali keatas ranjang, tangannya gemetaran sampai-sampai saat meraih hpnya diatas meja malah terjatuh.
"Kris cepat angkat telefonku.."
Telefon masih terhubung tapi tidak dijawab, "Sialan kau Kris cepat angkat telefonku.."
Hingga panggilan ke 5 pria itu baru mengangkat telefonnya"Hallo tuan -"
"Sialan kau Kris cepat kekamarku dengan membawa dokter!"
__ADS_1
"Baik tuan, saya akan segera membawa dokter."
Buru-buru Kris kembali memakai pakaiannya setelah puas menikmati wanitanya yang sekarang sedang membersihkan diri dikamar mandi.
***
Ray masih panik sudah setengah jam kedua orang itu belum datang juga. "Sial, sial, sial!" umpatnya memukul-mukul sofa yang ia duduki. Tak seberapa lama Krispun datang dengan seorang dokter wanita.
"Tuan muda?"
Bugh!
Kris hanya diam saat Ray melayangkan tinjunya tepat di sudut bibirnya.
"Berani sekali kau tak menjawab telefonku! Apakah perempuan itu sudah membuatmu buta?"
Kris masih diam.
"Ba- baik tuan.."
buru-buru Anita memeriksa Bela yang wajahnya sudah semakin pucat. Satu-satunya yang membuatnya yakin adalah wanita itu sudah menikah jadi Anita mencoba untuk melakukan pemeriksaan dengan manual.
Menekan lalu meraba bagian bawah perut Bela, dia merasakan sesuatu didalamnya seperti sebuah gumpalan darah.
"Tuan lebih baik tuan membawa nona kerumah sakit.."
"Apakah separah itu?"
__ADS_1
"Ini hanya dugaan saya, sepertinya nona hamil."
"Apa?" wajah Ray benar-benar terlihat sangat senang, hal yang selalu di impi-impikan akhirnya terwujud juga.
Di dalam rahim Arabela sekarang telah tumbuh segumpal daging yang akan menjadi Raymond Junior.
"Kau dengar itu?" Kris tergelak saat tuan muda menepuk bahunya dengan wajah berseri seri, "Siapkan mobil."
"Segera saya siapkan tuan.."
Tanpa menunggu lebih lama lagi akhirnya mereka membawa Bela kerumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut.
***
Meri yang baru selesai mandi menatap bingung kemana pria yang baru saja selesai bermain dengannya?
Tring!
Hpnya berbunyi pesan masuk dari Kris, "Aku sedang membawa nona muda kerumah sakit, tetap disitu aku akan segera kembali.."
Wajah Meri kembali merona merah saat mengingat bagaimana caranya pria itu menggagahinya berkali-kali seperti yang tadi.
***
Update pelan² ya guys..
makasih yang udah nunggu novel ini update, author usahakan release perhari ya semoga bisa hehehe ..
__ADS_1
Yuk dukung nona vottenya dong kencengin like komennya juga ya, sekalian yang blm follow ig nya nona @Nona.Kireina yaaaa..
Semoga kita selalu diberikesahatan sama Tuhan, see u next chapter guys.. bye 🥰