
Suara ketukkan pintu membangunkan raisa di pagi hari, dia terbangun dan menghampiri pintu untuk membukannya. Yang datang adalah dua pelayan yang memanggil raisa dan tuan muda rans untuk turun dan sarapan .
“Selamat pagi nona, makanan sudah disediakan. Nona dan tuan muda dipersilahkan untuk turun dan sarapan bersama tuan dan nyonya”. Kata salah satu pelayan sambil membukukan badan dengan sopan.
“Baik, terimakasih . Kami akan segera turun” jawab raisa
“Permisi nona” ucap kedua pelayan itu
Dengan sedikit rasa canggung raisa menghampiri suaminya untuk membangunkannya, dengan lembut dia memanggil suaminya.
“Rans, sudah saatnya kita pergi sarapan. Papa dan mama sudah menunggu dijawab untuk sarapan bersama.” Ucap raisa dengan pelan dan lembut
“Hoooammmmmzzz, oh raisa. Apakah sudah pagi?. Baiklah bantu aku bersih-bersih dan kita segera turun.” Jawab suaminya
“Baik rans” jawab raisa dengan tersenyum
Mereka memang hanya sebatas tidur bersama diranjang bersama, namun tuan muda rans sangat perduli dengan raisa karena dia tahu raisa tidak mungkin punya niat buruk padanya dan keluarganya.
Setelah selesai bersih-bersih dan mengganti pakaian mereka turun bersama untuk sarapan.
__ADS_1
“Selamat pagi mama, papa, kami sudah turun mari sarapan.” Ucapan tuan muda dengan penuh dengan kelembutan membuat kedua orangtuanya bahagia. Mereka tidak menyangka bahwa anak semata mayangnya akan kembali memiliki semangat hidup. Baru sehari raisa menjadi menantunya dia telah merubah tuan muda rans menjadi sedikit tidak pemurung lagi.
Dalam pikiran mereka, mungkin sebentar lagi mereka akan bisa meminta tuan muda rans untuk menjalani operasi untuk menyembuhkan kulitnya.
Karena selama ini mereka telah membujuk dengan berbagai cara untuk bisa membuat anak mereka menjalani operasi namun semua sia-sia, dan tuan muda rans selalu menolak.
Ini adalah kemajuan yang sangat bagus, dengan kehadiran raisa mungkin bisa berubah pemikiran tuan muda rans dan menjalani operasi agar bisa hidup normal dan tanpa cemoohan orang lain lagi . Mereka akan melakukan apapun untuk anak satu-satunya karena kelak tuan muda rans akan menjadi satu-satunya ahli waris dari perusahaan mereka.
Raisa tersenyum dan membungkuk untuk mengucapkan rasa hormat , “ selamat pagi papa, mama.”
“Duduklah sayang, kamu jangan sungkan. Mari kita sarapan” kata nyonya ardana dengan tersenyum bahagia.
Mereka menghabiskan makan pagi dengan penuh obrolan kesana kesini. Setelah selesai sarapan raisa teringat bahwa hari ini dia Harus pergi kuliah , karena sedang ujian. Dia berbicara kepada suaminya untuk memberinya ijin berangkat ke kampus. “ rans hari ini aku harus kuliah, karena sedang menjalani ujian kalau tidak aku pasti tidak akan lulus .”
Kemudian raisa bersiap untuk berangkat kuliah dengan semangat. Dia menggunakan pakaian sederhana seperti yang ia gunakan saat masih tinggal di keluarga crish.
Sesampainya di kampus dia sudah mendapatkan tatapan tajam dari semua orang yang ia jumapai. Namun raisa tidak terlalu memperdulikan apapun yang mereka katakan padanya, dia tetap berjalan santai menuju tuang kelas.
Dan tiba-tiba ada tang melempar air ke arahnya sehingga ia jatuh dan basah. Dia menangis dengan pelan dan berdiri menuju ke toilet. Dan dari belakang ada suara yang memanggilnya,”hai raisa. Kamu tidak apa-apa kan?”
__ADS_1
Suara itu adalah satu-satunya teman dekat yang dimiliki oleh raisa yaitu resti zou. Resti menjawab dengan terbata-terbata,”iya aku baik-baik saja”
“Ayo kita pergi dari sini dan membersihkan dirimu dulu” ucap resti
Setiap orang tang mereka temui menertawakan mereka dan berteriak,”wanita murahan, wanita jalang, wanita matre, gak tahu malu”
Raisa hanya bisa menunduk, dan terus berjalan pergi bersama resti menuju gerbang keluar kampus.
Sedangkan dirumah tuan muda rans mendapatkan informasi dari salah satu pengawalnya bahwa dia meliat nona muda keluar kampus dengan kondisi basah kotor dan menangis. Tuan muda rans sangat marah dengan apa yang dia dengan ,” siapa yang berani membuat wanita kU menangis. Kurang ajar, aku akan membalas mereka berpuluh-puluh kali lipat”.
Pengawal katakan pada tuan dan nyonya bahwa mulai besok aku akan memulai pemeriksaan agar segera bisa melakukan operasi. “Tenanglah raisa, selama ada aku tidak akan ada yang bisa melukai mu. Akan kU hapus airmatamu dan kugantikan tawa bahagia. Tunggu aku akan segera memberi mereka semua pelajaran”.
Tanpa berpamitan dengan raisa , tuan muda rans terbang ke luar negeri untuk menjalani pengobatan. Dia bersumpah akan membalaskan sakit hati yang telah dirasakan raisa.
Tuan dan nyonya ardana sangat terkejut dengan keputusan tuan muda rans yang sangat tiba-tiba dan terburu-buru. Namun mereka sangat bahagia, karena ini adalah hari yang mereka tunggu-tunggu selama bertahun-tahun. Akhirnya anak mereka satu-satunya bersedia menjalani pengobatan, dengan cepat mereka mempersiapkan semua sebelum tuan muda rans berubah pikiran.
“Hati-hati anak, jaga dirimu. Cepat sembuhkan lukamu dan kembali untuk membantu papa mengurus perusahaan.” Kata terakhir dari tuan ardana
“Baik pa, tolong jaga raisa selama kepergianku. Jangan sampai terjadi apa-apa padanya.” Jawab tuan muda rans
__ADS_1
“Kami pasti akan menjaga raisa dengan baik , pergilah dengan tenang untuk fokus penyembuhanmu”. Jawab tuan ardana
Tuan muda rans meninggalkan raisa tanpa sepatah kata apapun.