Menikahi Tuan Muda

Menikahi Tuan Muda
KEMBALINYA TUAN MUDA


__ADS_3

Beberapa bulan telah berlalu sejak kepergian tuan muda rans, dan raisa sangat bersedih karena tuan serta nyonya ardana tidak memberi tahu apapun tentang masalah kepergian tuan muda rans.


Mereka telah berjanji kepada tuan muda rans untuk menjaga raisa selama kepergiannya keluar negri untuk berobat , namun yang ada dipikirkan raisa hanya rasa tertekan dan bersalah.


Dia merasa kepergian suaminya karena dirinya, dan juga belum lagi raisa setiap hari harus merasakan pahitnya hinaan dan cemoohan dari orang-orang. Bahkan kali ini semakin parah , karena kepergian tuan muda rans yang mendadak sehingga dia dianggap sebagai wanita yang tidak tahu diri yang bermimpi menjadi kaya hanya karena menikahi tuan muda rans.


“Raisa, kenapa akhir-akhir ini kamu sangat sering melamun dan menangis?. Apa mama ada menyakiti perasaan kamu?”. Tanya nyonya ardana


“Bukan MA, aku baik-baik saja ma.. Mama sangat khawatir. Aku hanya memikirkan bagaimana keadaan suamiku sekarang. Apa dia baik-baik saja.” Jawab raisa


“Kamu memang anak baik raisa. Mama tidak salah menjadikan kamu menantu keluarga ardana. Mama dan papa sangat Menyayangimu,kamu jangan bersedih lagi. Rans pasti akan baik-baik saja. Kamu harus berbahagia, karena mama tidak ingin kamu terpuruk seperti ini.” Ucap nyonya rans


“Aku hanya merasa tidak berguna MA, apa sebenarnya yang telah aku perbuat sehingga dia meninggalkan aku dengan cara seperti ini. Bahkan aku tidak tahu dia sekarang di saja.” Ucap raisa lagi


“Raisa sayang, rans sangat memperdulikan kamu. Apapun yang dia lakukan sekarang, percayalah dia melakukan semua demi kebaikanmu. Dia tidak akan mengecewakan dirimu.” Kata kata nyonya ardana menenangkan raisa


Hari Demi hari, dan bulan demi bulan dilewati oleh raisa dengan ketenangan yang menyakitkan hatinya. Dulu yang sangat periang berubah menjadi pemurung dan cengeng.

__ADS_1


Setelah makan malam bersama, raisa memutuskan untuk kembali ke kamar untuk tidur.


“Ma, pa, aku pamit ke atas dulu ya mau istirahat.” Ucap raisa


Raisa kemudian naik melantai dua dan istirahat, berusaha menutup mata. Namun pikirannya tidak pernah terlepas dari tuan muda rans. Tapi dia percaya bahwa rans pasti Akan kembali.


“Iya sayang, Istirahatlah dan jangan bersedih lagi” jawab nyonya ardana


“Dia benar-benar anak yang sangat baik. Kita harus menjaga dia, karena kita beruntung memiliki menantu seperti dia. Dia sangat perduli dengan rans. Dan setiap hari selalu memikirkan keadaan rans.” Ucap tuan ardana


“Benar, kita sungguh beruntung memiliki menantu seperti dia. Sangat bodoh jika keluarganya bersikap kurang baik padanya”. Jawab nyonya ardana


“Mama papa, aku pulang.” Kata kata tuan muda rans yang membuat kedua orang tuanya sangat terkejut akan kedatangannya


“Rans, apa ini benar-benar kamu?” Jawab nyonya rans sambil menangis tersedu


“Iya MA ini aku. Apa papa dan mama sehat , aku sangat merindukan kalian. Akhirnya pengobatanku berakhir dan aku sekarang bisa hidup dengan normal sesuai keinginan papa dan mama. Ini semu berkat istriku yang sangat luar biasa .” Jawab rans

__ADS_1


“Nak, papa sangat bahagia dengan keputusanmu kali ini. Kamu sangat tampan sekarang. Tidak akan ada lagi yang akan meremehkanmu.” Jawab tuan ardana


“Iya pa, aku tidak akan mengecewakan papa lagi. Aku akan mengurus perusahaan dengan baik.” Kata tuan muda rans


Setelah beberapa saat mereka berbincang rans bertanya tentang kondisi istrinya setelah kepergiannya. Dia sangat khawatir karena dia pergi tanpa memberi kabar apapun hingga saat ini.


“MA, pa, bagaimana keadaan raisa?” Tanya rans


“Sayang , dia sangat pemurung sekarang. Pergilah dan temui dia sekarang. Dia sangat mengkhawatirkan kamu.” Jawab nyonya ardana


Kemudian rans segera menemui istrinya dikamar , dia sangat kaget Karena kamar dalam keadaan gelap gulita tanpa Cahaya. Hanya ada bau harum dari aromaterapi mawar yang sangat menenangkan.


Rans mendekati istrinya, dan tidur di sebelah istriny sambil memeluknya hingga membuat raisa sangat terkejut dibuatnya.


“Sayang, aku pulang. Maaf membuatmu khawatir. Aku tidak akan pernah meninggalkan kamu lagi selamanya.” Bisikan rans dengan lembut ditelinga istrinya


Tanpa kata-kata ataupun jawaban raisa hanya menangis tersedu-sedu, dia tidak mempercayai bahwa dia akan kembali mendengar suara suaminya. Entah sejak kapan dia merasa kehadiran suaminya membuatnya merasa nyaman. Dia sangat bersyukur dengan kehadiran suaminya. Dia ingin bercerita semua yang telah dia alami selama ini kepada suaminya, namun dia tidak mampu berkata apapun.

__ADS_1


Dimalam yang begitu penuh dengan ketenangan itu, rans dengan lembut membelai rambut istrinya dan berkata dengan lembut, “apakah kita bisa menjalankan kewajiban kita sebagai suami istri?. Apakah kamu bersedia?”


Raisa tidak menjawab dia hanya menganggukkan sedikit kepala, dan malam itu mereka lalui dengan kebahagiaan. Mereka berdua tidak mengerti sejak kapan mereka merasa saling jatuh cinta.


__ADS_2