
Saat pagi menjelang Ray masih tertidur dengan sangat pulas setelah semalam merasa tubuhnya seperti di timbun batu.
Bela yang sudah bersiap rapih segera turun kelantai 1 untuk membuatkan suaminya teh panas.
"Selamat pagi nona.." sapa Ling pada Bela, tepat disamping Ling berdiri seorang pelayan baru yang sempat bertemu dengannya kemarin sore di parkiran vila.
"Pagi.. wajahmu seperti tidak asing.." diam sejenak, "Aaa kau yang kemarin sore diparkiran vila itu ya?"
Risa mengangguk, "Benar nona, nama saya Risa."
Bela mengangguk lalu menepuk bahu kanannya, "Bekerjalah dengan baik.." tersenyum, "Jika kau membutuhkan sesuatu katakan saja pada Ling ya.."
"Baik nona, terimakasih."
Ling dan Risapun melanjutkan langkahnya menuju halaman depan, pandangan Risa yang tertunduk kebawah dan tidak memperhatikan disekelilingnya.
"Nona Bela adalah istri dari tuan muda Ray, jaga jarak dengannya jangan terlalu dekat karena tuan muda tidak menyukainya."
Nona Bela cantik sekali, dan lembut.
"Risa kau mendengarku atau tidak?" Risa masih diam didalam lamunannya, "Risa kau -"
"Aw!!" pekiknya kesakitan saat hidungnya membentur dada bidang Kris yang berdiri tegap dihadapannya.
__ADS_1
Risa mengusap-ngusap batang hidungnya yang memerah, sementara Kris dia mengangkat telunjuknya setinggi wajah Risa. Menatap tajam padanya lalu telunjuknya turun hingga kebagian dada atasnya.
Kris menoyornya dengan kuat hingga membuat Risa terhuyung mundur beberapa langkah kebelakang.
"Perhatikan langkahmu, dan pakai matamu untuk memperhatikan keadaan disekitar. Siapa yang menyuruhmu melamun dijam kerja?"
Melihat anak buahnya seperti itu Ling hanya bisa menggeleng, pasalnya baru saja semalam diberitahu untuk melakukan pekerjaannya sebaik mungkin tanpa ada kesalahan sedikitpun namun nyatanya dihari pertama Risa bekerja dia sudah membuat kesalahan.
"Ma- maafkan saya tuan Kris. Sungguh saya tidak sengaja.."
"Siapa yang menyuruhmu untuk menjawab!" tandas Kris membentaknya, membuat Risa kembali menundukan kepalanya.
"Maafkan saya tuan.." bola matanya membulat saat melihat sepasang kaki pria dihadapannya melangkah maju, sontak hal itu membuat Risa juga memundurkan langkahnya dengan cepat hingga punggungnya membentur sebuah tiang penyangga bangunan. "Eemh!"
"Ling kerjakan tugasmu dengan benar!" lalu pergi begitu saja meninggalkan Risa yang perlahan terduduk dilantai dengan lemah.
***
Didalam ruangan kerja Kris sedang menunggu tuan mudanya bersiap setelah beberapa menit yang lalu dibangunkan Bela.
Kris saat ini sedang duduk disofa sambil membaca majalah fashion hingga akhirnya dia berdiri saat mendengar suara pintu terbuka, menganguk hormat "Selamat pagi tuan?"
"Pagi.. kau sudah mempersiapkan semuanya?"
__ADS_1
"Sudah tuan.."
"Ayo sebentar lagi acara amal akan segera dimulai."
Kris mengikuti langkah kaki tuannya dari belakang dengan sempurna, setibanya diparkiran Kris mendahului tuan mudanya membukakan pintu mobil dan mempersilahkannya untuk masuk, "Silahkan tuan.."
***
Dikamar Bela merasa begitu lelah setelah diserang habis-habisan hingga tak berdaya, Bela menarik sleimut yang terjatuh dilantai dan segera memakaikannya hingga menutupi leher.
Menatap pakaiannya yang berserakan dilantai karena ulah suaminya sendiri.
Pagi-pagi sudah bertempur diatas ranjang ooh benar-benar tuan muda yang penuh dengan gairah.
Terdengar suara ketukan dari luar pintu, "Siapa?"
"Saya nona, Ling.."
"Oh Ling.. tunggu sebentar.." buru-buru Bela memakai pakaiannya kembali seperti sediakala dan segera membukakan pintu kamarnya, "Ya ada apa Ling?"
"Nona muda maaf mengganggu, saya ditugaskan oleh tuan muda untuk membersihkan kamar ini.."
Bela mengangguk sembari tersenyum, "Baiklah Ling, maaf sudah merepotkanmu.."
__ADS_1
Belapun segera turun kelantai 1 melangkah menuju gazebo belakang. Disana Risa sedang membersihkan taman bunga, wanita itu juga terlihat lumayan cantik dan manis, terlihat lebih muda darinya.