
Terbang melintasi udara, pesawat pribadi dengan layanan super VVIP semua yang diperlukan mulai dari makanan minuman cemilan bahkan baju pun juga ada didalam pesawat itu.
Entah sejak kapan semuanya sudah disiapkan, "Kemari." Ray menggerakkan telunjuknya meminta Bela untuk duduk diatas pangkuannya.
Tak ingin melawan Bela pun menurutinya, pria itu mulai melancarkan aksinya.
Menciumi wangi rambutnya, mencicipi setiap jengkal kulit putihnya. Bela tak bisa mengelak lagi karena lingkaran tangan di pinggangnya cukup kuat.
Pramugari yang ada di room belakang begitu penasaran sehingga memaksa mereka untuk mengintip kegiatan mesra didepan sana.
***
__ADS_1
Saat ini orang yang mendalangi kebohongan kehamilan Bela baru saja memarkirkan mobilnya, dia lapar dan ingin makan mekdi.
Sebenarnya Kris tidak terlalu suka menyantap makanan cepat saji. Tetapi rasa lapar itu membuatnya memilih Mekdi.
Siapa sangka jika Kris yang saat ini sedang mengantre itu pun bisa bertemu dengan seorang gadis, sesuatu yang tak menyenangkan membuatnya mendengus kesal.
Gadis itu bernama Meri, dia tak sendirian
tetapi bersama seorang temannya, tawa dan langkah kakinya terhenti saat melihat Kris.
"Ada apa?" tanya Soraya.
__ADS_1
"Perutku sakit, aku pergi dulu!"
"Cih!" tandas Kris yang kemudian menyeringai saat melihat Meri berusaha membawa Soraya pergi dari tempat itu.
**
Beberapa jam berlalu akhirnya sepasang suami istri itu sampai disebuah hotel di pulau itu.
"Wah sayang lihatlah pemandangannya dari kamar ini, indah sekali.."
"Kau suka?"
__ADS_1
Bela mengangguk, "Hm.. tentu saja.."
##Jangan lupa vottenya ya nona tunggu 😁