Menikahi Tuan Muda

Menikahi Tuan Muda
Resort Pulau Cinta (3)


__ADS_3

Usai mandi Kris kembali membaringkan tubuhnya miring menghadap Meri, menatap lekat wajah yang tertidur pulas usai melepaskan pengalaman pertamanya barusan.


Telunjuk pria itu mengelus pipi Meri dan tak sengaja membangunkannya, "Emh.." perlahan membuka mata dan yang pertama kali dilihatnya adalah senyuman Kris.


Wajahnya merona merah saat memorinya memutar kembali adegan panas seperti apa cara Kris yang menggagahinya tadi.


Meri menarik selimut hingga menutupi wajahnya yang kemudian selimut itu ditarik lagi oleh Kris, "Kenapa kau menyembunyikan wajahmu dariku?"


"Saya malu tuan.."


"Malu?" Meri mengangguk pelan, "Kenapa, aku sudah melihat dan menikmati semua yang ada padamukan? Atau ada yang sedang kau sembunyikan dariku?"


"Tidak tuan sungguh tidak ada satupun yang saya sembunyikan.." saat Meri berusaha bangun dia merasakan sakit dibagian bawahnya, "Aw.." jemarinya meremas selimut yang menempel dikulitnya.


"Ada apa?" tanya Kris bingung.


"Sakit tuan.."


Kris kembali membaringkan tubuh Meri lalu menyibak selimut itu dari tubuhnya. "Tuan?"


Tak peduli dengan panggilan wanitanya Kris membuka kedua paha dan membuat Meri semakin meringis kesakitan.


Ditatapnya darah segar yang masih tersisa menempel dibagian itu dan juga jejak benih miliknya yang sebagian merembes keluar.


"Tuan -"


Kris membungkamnya dengan cium*n dibibir, melum*tnya dengan lembut sedikit banyak hal itu membuat rasa perihnya berkurang.


"Tuan?"


"Ayo kita menikah.." tatapan mata Kris membuat Meri semakin hanyut didalam cintanya.

__ADS_1


Wanita itu mengangguk pelan dengan rona merah diwajahnya yang menyembul keluar begitu saja.


***


Di dalam kamar tuan muda dan istrinya masih bermain tebak-tebakkan.


Maklumlah masa kecil tuan muda kurang bahagia jadi apapun bisa dijadikan sebagai sebuah permainan.


Bosan bermain Bela tiba-tiba saja memeluknya dengan erat.


"Sayang?"


"Ya?"


"Maukah kau menceritakan sedikit tentang ibu?"


"Kenapa kau ingin mendengarnya?"


Rey mengelus lembut rambut sang istri, "Aku harus menceritakannya darimana?"


"Darimanapun aku akan mendengarnya dengan setia sayang.."


"Ini akan menjadi cerita yang panjang.."


Bela mengangguk yakin, "Ayo ceritakan kisah ibu padaku.."


Sekali lagi Bela menci*m bibir Rey.


****************


Beberapa tahun silam yang lalu seorang wanita cantik berambut panjang sedang berdiri membentangkan kedua tangannya. Meresapi angin malam dibalkon kamarnya hingga sebuah ketukan pintu kamar mengalihkan perhatiannya.

__ADS_1


"Masuk.."


"Selamat malam nona Erika dibawah tuan besar sudah menunggu nona.."


"Em iya baiklah sebentar lagi aku akan turun.


*******************


"Jadi nama ibu Erika?" Rey mengangguk, "Namanya sungguh indah.. ibu pasti seorang wanita yang sangat cantik kan?"


"Wanita tercantik setelah ibu adalah kau.." Rey mengecup kening Bela. Semakin mendekapnya dengan dalam dan hangat.


"Ayo lanjutkan lagi.."


*******************


Erika menuruni anak tangga dengan hati bahagia tidak tahu kenapa tapi malam ini hatinya sangat berbunga.


Sampai dianak tangga terakhir Erika menghentikan langkahnya bukan tanpa alasan, tapi karena terkejut saat melihat sosok pria berpakaian rapih dengan sorot matanya yang tajam.


Siapa yang sedang duduk bersama ayah.


"Kemarilah Erika, dia datang menemui ayah untuk menikahimu."


Apa? sontak saja hal itu mengejutkannya.


"Tapi ayah aku -" Erika terdiam langsung menundukan kepalanya saat sang ayah mendelikan matanya.


####


up 1 dulu yeeee..

__ADS_1


poinnya dong biar bisa menang lagi hehe


__ADS_2