
Tak seberapa lama kemduian Kris datang dengan menyeret seorang pria yang terlihat tergopoh-gopoh karena menyeimbangi kecepatan jalan Kris.
"Aah!!" pria itu tersungkur didekat mobil sesaat setelah ia dihempaskan begitu saja, dia memekik kesakitan dengan lututnya yang lecet.
Sepasang kaki turun dari dalam mobil tepat dimuka pria tersebut, "Jadi kau orangnya?" Ray sudah memakai tuxedo lengkapnya, saat pria itu mencoba mengangkat pandangannya untuk menatap tuan muda Ray yang ada pria itu malah ditendang bagian dadanya oleh sang tuan muda.
"Aaargghh!!!"
Tempat yang tadinya ramai mendadak hening sepi, "Berani sekali kau menyentuh istriku! Siapa kau sampai berani membuatnya menangis?"
Nafas pria itu tersengal kesakitan setelah ditendang, "A- ampun tuan.. tolong maafkan saya.. saya memang bodoh tolong maafkan sa -"
Dengan kuat Ray mencengkram rahangnya, "Siapa yang menyuruhmu bicara hah? Cepat katakan dengan tangan sebelah mana yang kau gunakan untuk menyentuh istriku?"
"Tuan muda saya benar-benar mohon ampun tuan tolong maafkan saya.." tuturnya sembari menangis bercucuran air mata.
"Kris?" yang dipanggil segera mengangguk lalu mendekat. "Bereskan dia!" mengeluarkan sapu tangan yang tadi untuk mengelap tangannya.
Pria itu membulatkan matanya dengan sempurna saat Kris akan memulai penyiksaannya.
Dari kejauhan seorang wanita berlari-lari mendekat, "Ayaaah..." teriaknya dengan nafas yang tersengal parah, "Ayaaah..." wanita yang diketahui bernama Risa itupun bersimpuh dibawah kaki Kris, memeluk kedua kakinya, "Tolong jangan sakiti ayahku, kumohon tuan maafkanlah dia.."
"Pergilah, aku hanya punya urusan dengan ayahmu nona!"
Risa menggeleng semakin menguatkan pelukannya, "Tidak sebelum tuan mengampuninya!"
"Kris?" panggilan dari dalam mobil.
__ADS_1
"Iya tuan.."
"Penjarakan pria itu dan pekerjaan putrinya di vila tanpa gaji sepeserpun!"
"Tuan tolong lepaskan putri saya.. dia tidak bersalah.. saya yang bersalah tuan."
"Tidak.. ayah aku tidak keberatan jika harus bekerja seumur hidupku meskipun tanpa gaji tapi tuan tolong jangan penjarakan ayah saya.."
"Kris, lepaskan pria itu dan bawa putrinya!"
"Baik tuan."
Nah beruntung sekali kalian, tak jadi masuk jeruji besi tetapi putrimulah yang harus menanggung semuanya.
Kris melemparkan uang senilai 500.000 keudara dan berjatuhan dikakinya, "Ambil dan obati lukamu!"
Sudah berbalik badan hendak masuk mobil Kris menoleh kearah Risa, "Kenapa masih diam?"
Wanita itu menangis saat melihat wajah ayahnya mungkin kedepannya akan sulit untuk bertemu lagi.
"Ayah aku pergi dulu tolong jaga diri ayah dan hiduplah dengan baik." seru Risa sembari mengusap air matanya.
Risa berjalan mendekati mobil, masuk kedalamnya dan duduk dikursi depan bersebelahan dengan pria kejam itu siapa lagi jika bukan Kris.
Sepanjang perjalanan pulang mereka hanya diam sama sekali tidak bersuara.
***
__ADS_1
Merekapun sampai di vila, dengan antusias Bela menyambut kedatangan suaminya dia berlari kecil keluar vila.
"Siapa yang menyuruhmu keluar?"
"Aku hanya ingin menyambut kedatanganmu saja.." ucapnya dengan manja dan langsung memeluk Ray.
"Masalah kita belum selesai!" bisiknya dengan penuh penekanan lalu menggandeng tangan sang istri, "Kris bawa dia kehadapan Ling."
"Baik tuan.."
"Sayang siapa dia? Kenapa harus dibawa ketempat Ling?"
"Bukan urusanmu! Ayo kau harus dihukum juga!"
Sampailah sepasang suami istri itu di dalam kamar, "Sayang sakit lepaskan tanganku.."
"Hukumanmu belum selesai.."
Hukuman bagi Bela namun menjadi sebuah kenikmatan bagi tuan muda Ray hingga mereka berdua kelelahan. Setelah melewati senja bersama merekapun masuk kekamar mandi untuk segera membersihkan diri secara bersamaan.
***
Diruang kerja Ling, Risa terduduk diam saat membaca surat pernyataan kesediaan diri sebagai pelayan rumah tangga, ada begitu banyak pekerjaan yang harus dilakukannya.
"Tuan Kris anda tidak perlu khawatir, saya akan memastikan dia bekerja dengan baik ditempat ini."
"Baiklah aku mengerti, ingat jangan sampai ada kesalahan ataupun kelalaian sedikitpun!"
__ADS_1
Ling mengangguk, "Baik tuan saya mengerti."