Menikahi Tuan Muda

Menikahi Tuan Muda
Pelayan Baru (3)


__ADS_3

Nona minta Vottenya lagi yaaa 🥰


##


3 bulan yang lalu, kantor tempat yang menaungi Meri bekerja akan mengadakan pesta perayaan ulangtahun.


Dan mereka diminta untuk membawa pasangan masing-masing entah itu pacar, suami ataupun istri. Karena ini adalah pesta family.


Meri yang jomblo tidak bisa memenuhinya, "Pesta seperti apa itu kenapa harus membawa pasangan? Jika tidak punya bagaimana?"


"Maka kau akan dihukum, ayolah Meri mana mungkin perempuan cantik sepertimu tidak punya pacar."


Meri terdiam benar juga apa yang dikatakan temannya itu. Bagaimana bisa dia menjadi jomblowati sejak sejak lulus SMA?


Dia menggeleng, mungkin membawa pacar sewaan tidak masalah selama dirinya tidak dihukum untuk 1 malam di acara pesta.


Meri mengambil jaket dan tas rancel kecilnya melangkah pergi meninggalkan ruangan, "Aku pergi dulu. Mungkin saja akan mendapatkan pacar jika aku berjalan-jalan sebentar diluar. Oh ya tolong gantikan aku sebentar ya? 👌"


Berjalan menyusuri keramaian perutnya yang lapar menuntunnya kesebuah restauran cepat saji. Untungnya pagi tadi mereka menerima gajih jadi bisa makan enaklah untuk siang ini.

__ADS_1


Kenyang menyantap makan siangnya Meri terdiam sejenak memikirkan siapakah gerangan pria yang bisa ia sewa untuk dijadikan pacar hanya untuk 1 malam saja.


Melirik kesana kemari dan tak sengaja dirinya melihat seorang pria tampan berkharisma sedang duduk dimeja yang tak jauh dengannya.


Seribu pesona terpancar darinya, dialah Kris yang sedang menyantap makan siangnya seorang diri.


Meri mulai membayangkan betapa beruntungnya dia jika bisa menjalin kisah cinta yang sesungguhnya dengan pria itu.


Merasa sedang diperhatikan Kris melempar tatapan tajamnya kepada Meri alhasil hal itu membuatnya salah tingkah.


Kris yang baru saja selesai makan lalu meninggalkan sejumlah uang diatas mejanya dan langsung pergi.


"Taxi.." buru-buru Meri masuk kedalam taxi biru itu dan memintanya untuk mengikuti mobil putih didepan.


Kris berbelok kearah kanan, tempat itu agak sepi begitu juga dengan Meri yang dengan ambisiusnya turun ditempat yang sama.


Hanya ada mobil putih dan dirinya, sementara taxi sudah berlalu pergi lalu kemana si pemilik mobil ini?


"Kemana dia kenapa hanya ada mobilnya saja?" berjalan mengitari mobil sampai mengintip kedalam namun tidak ada seorangpun. "Kemana sih dia?" baru saja Meri berbalik kebelakang betapa terkejutnya dia saat Kris menghadangnya dengan wajah dingin seribu pesona.

__ADS_1


Wajah mereka begitu dekat membuat jantung Meri berdegup sekencang itu.


"Kau punya urusan apa denganku?" menarik name tag id, "Nona Meri?"


"Aku.." gugup setengah mati.


Mobil yang melintasi jalan lurus tak sengaja berhenti saat pengemudinya melihat pemandangan indah itu.


Seorang wartawan mengeluarkan kamera DSLR nya dan memotret mereka berdua, raut wajah terkejut saat disuguhkan pemandangan yang mungkin tidak akan terjadi lagi.


Meri dengan berani mengecup bibir Kris, membuat wajah pria itu merah menahan amarah.


Tahu situasinya sudah tak lagi kondusif Meri pun langsung melarikan diri.


Sadar atau tidak ternyata Meri sudah menggenggam hp ditangannya dengan kondisi kamera on. Foto kiss mereka tersimpan abadi di ponsel miliknya.


lumayan kan untuk pamer foto kepada teman-temannya di kantor?


***

__ADS_1


hai, selamat membaca novel ini ya hehehe, semoga suka ya, salam hangat untuk kalian semuanya.


__ADS_2