
Kris yang masih disibukan dengan tumpukan dokumen yang berjejer rapih diatas mejanya belum lagi harus mengurus laporan bulanan perusahaan.
Dimana tuan muda, dimana dia.. dimana?
Hm.. dia sedang overdosis kasmaran terhadap istrinya Arabela Danita.
Hanya seorang wanita biasa putri seorang buruh cuci yang telah mencuri hati seorang tuan muda Ivander Raymond.
Oh Tuhan beruntung sekali nasibnya, mendadak berubah menjadi cinderella setelah malam pertamanya direnggut seorang tuan muda Ray.
Namun karena jerat cinta yang mengikatnya membuat Bela bahkan tak di izinkan untuk keluar kamar jika tidak mendapatkan izin dari suaminya. Mencuci piring, memasak, pekerjaan rumah tanggapun tidak boleh dilakukan.
Menurutnya itu adalah cinta yang berlebihan, bahkan ibunya tak pernah mengajarinya menjadi wanita yang manja sampai-sampai tidak mengerjakan pekerjaan rumah.
Jam dinding hampir menunjukan pukul 10.45 pagi tetapi Ray masih belum puas memanjakan istrinya, mereka duduk di sofa ruang keluarga sambil menonton kisah romantis di tv.
Hp diatas meja berdering, "Suamiku hpmu.." sementara Ray masih sibuk menciuminya, "Sayang..." Bela sudah merasa risih bagaimana bisa seorang tuan muda Ray yang awalnya dingin mendadak jadi sebucin ini terhadap dirinya.
"Apa.. siapa yang berani menggangguku?" lihatkan sudah sekesal apa dirinya sekarang, dia meraih serta melihat nama yang tertera dilayar hpnya, Salsa? Terpaku dengan nama itu membuatnya teringat sesuatu, hp yang digenggamnya ia masukan ke saku kemeja lalu meminta Bela untuk segera masuk kedalam kamar.
"Masuklah kekamar jangan pergi kemanapun sebelum aku kembali.."
"Kau mau kemana?"
"Aku mendadak ada urusan.. jangan khawatir aku tidak akan lama.." imbuhnya sembari mengusap wajah Bela lalu mencium keningnya.
"Baiklah, hati-hati dijalan.."
***
__ADS_1
Ray melajukan mobilnya dengan kecepatakan tinggi menuju sebuah restauran setelah mendapatkan chat dan sharelock lokasi dari Salsa.
Siapakah itu Salsa? Mengapa dia bisa begitu mempengaruhinya?
Setengah jam kemudian diapun sampai dan segera melangkahkan kakinya masuk kedalam restauran.
Nafasnya tersengal pelan, matanya membulat sempurna saat menemukan sosok Salsa berada disudut ruangan menunggu kedatangannya seorang diri.
"Salsa?" gumamnya dengan pelan.
Dirinyapun segera mendekat kemeja itu lalu menarik kursi untuk dia duduki. "Maaf aku terlambat.."
Salsa menggeleng, "Tidak apa-apa sayang.. aku sangat merindukanmu.."
Kata-kata itu tak mampu membuyarkan wajah Bela dari ingatannya, "Kapan kau kembali?"
"Kemarin sore, aku ingin bertemu ayah dan ibu.." yang dia maksud adalah calon mertuanya.
"Aku sudah memesan makanan ayo kita makan dulu.. setelah ini bagaimana jika kita pergi ketaman? Aku merindukan tempat itu sayang.."
"Tidak masalah.."
Selesai makan siang merekapun bergegas pergi ketaman mengingat kembali semua kenangan yang tercipta disana.
Mereka berdiri dianatara lingkaran bunga, "Sayang.. aku sangat merindukanmu, aku mencintaimu.. bisakah kita kembali seperti dulu?"
"Salsa aku ingin memberimu kejutan yang mungkin akan selalu kau ingat seumur hidupmu.."
Wajahnya sudah sesenang itu, "Benarkah, apa itu?"
__ADS_1
"Nanti malam dirumah ayah kau akan mengetahuinya.."
***
Dan sampailah waktu yang telah dijanjikan, Ray sudah berada di vila dia terlihat begitu rapih dengan tuxedonya.
"Suamiku, kau mau kemana dengan setelan tuxedomu yang rapih?"
"Kemari.." Bela mendekat memeluk suaminya, Ray mencium kepala sang istri, "Ikutlah denganku.."
"Kita mau kemana?"
"Sudah ikut saja.. ada sesuatu yang ingin kutunjukan kepadamu.."
"Em baiklah aku akan bersiap dulu.."
"Jangan pakai makeup!"
Bela mengangguk meskipun dia selalu heran kenapa suaminya selalu melarangnya untuk memakai makeup.
15 menit kemudian setelah bersiap merekapun segera turun menapaki anak tangga dan melangkah bersama menuju parkiran.
Disana sudah ada Kris yang menungguinya sejak tadi.
"Selamat malam tuan, nona.." tangannya bergerak membukakan pintu untuk mereka.
"Selamat malam Kris." balas Bela kemudian masuk kedalam mobil dan duduk tepat disebelah Ray.
Mobilpun melaju dengan kecepatan sedang menuju kawasan elit bagi orang-orang yang memiliki pengaruh besar didunia bisnis.
__ADS_1
Mobil mulai memasuki pintu gerbang dengan pekarangan yang luas, terlebih lagi bangunan rumah bercat biru itu sangat mewah dan besar.