Menikahi Tuan Muda

Menikahi Tuan Muda
Kisah Cinta Tuan Muda


__ADS_3

Tuan muda yang dirundung rasa rindu akan nikmatnya tubuh Bela sungguh tak dapat lagi menahan dirinya.


Menatap kalender lalu tersenyum, Kris billang wanita menstruasi hanya berlangsung selama 6-7 hari. Ini sudah hari ke 9.


Buru-buru dia melangkah keluar dari ruang kerjanya dan segera masuk kedalam kamar.


Mendapati Bela yang barusaja selesai mandi dan hampir saja meloloskan piyama mandinya.


"Sayang, kenapa tidak ketuk pintu dulu sebelum masuk." wajahnya merona merah menahan malu.


"Hei memangnya vila ini milik siapa? Dan semua kamar yang ada ditempat ini?" senyum jahil membuat Bela merinding.


"Sayang apa yang sedang kau fikirkan?" mundur beberapa langkah.


"Kenapa kau malah menjauh dariku."


"Karena kau membuatku takut, berhenti menatapku seperti itu." yah dan Belapun mencoba berlari kecil tapi tersandung sesuatu membuatnya jatuh diatas sofa.


Piyama bagian bawahnya tersibak hingga kepaha.


"Emh.." pria itu sudah mengunci tubuhnya mendekap dengan hangat, "Sayang?"


"Sst.." telunjuknya menempel dibibir Bela, mengecupnya dengan lembut.

__ADS_1


Bela yang sudah tahu apa yang akan terjadi selanjutnya hanya bisa pasrah membiarkan sang suami menikmatinya.


Usai melepas hasrat dia memeluk Bela mengelus perutnya, "Aku sudah tidak sabar ingin segera memiliki anak denganmu."


"Bersabarlah jika sudah waktunya kita pasti akan mendapatkannya sayang." keduanya terdiam, tiba-tiba saja rasa penasaran akan Salsa muncul dibenaknya. "Sayang?"


"Hm, apa?"


"Maukah kau menceritakan sedikit kepadaku tentang cinta masalalumu?"


Alis Ray berkedut lalu mendengus kesal, sudah mau beranjak dari sofa namun Bela menahannya.


"Ceritakan sedikit saja.. aku penasaran."


"Untuk apa kau mencaritahunya, tidak mau!"


Melepaskan ciumannya, "Daripada kau mencaritahu hal yang tidak mungkin kuceritakan, lebih baik kita gunakan saja waktu ini untuk hal yang tidak akan sia-sia!"


Mulai menyusuri kembali setiap jengkal tubuh Bela dan merekapun mengulang kembali kisah cinta yang kedua dipagi ini.


***


Ray dan Bela yang barusaja selesai mandi segera turun keruang makan untuk makan siang.

__ADS_1


Kaki Bela serasa lemas gemetar karena terlalu dipaksa untuk melayani suaminya tadi.


"Kau kenapa? Apakah ada sesuatu yang salah denganmu?"


Masih pura-pura tidak tahu, kan kau sendiri yang menerkamku.. benar-benar singa yang kelaparan.


"Bela?"


"Aku tidak apa-apa sayang, hanya keram kaki saja."


"Mau kugendong?"


"Tidak, berhentilah menggodaku."


Menuruni bersama anak tangga terakhir, diatas meja sudah tertata rapih hidangan untuk mereka santap.


"Selamat pagi nona, tuan muda.." para pelayan menyapa dengan ramah. Saat Ray mengabsen wajah Meri wanita itu langsung menundukan pandangannya.


Kris sebenarnya apa yang kau sukai darinya? Tidak ada satupun yang menarik. Cantik juga tidak, hanya istrikulah yang cantik. Jadi berhentilah mengatakan jika dia itu cantik.


Selesai makan Bela meminta Ray agar bisa piknik dan mengajak para pelayan. Karena menurut pengamatannya selama ini sebagai tuan muda tak sekalipun Ray pernah membagi dan memeperhatikan para pelayan.


"Sayang besok akhir pekan bagaimana jika kita pergi piknik bersama para pelayan?"

__ADS_1


Ray masih meneguk segelas air sekaligus karena hanya sisa setengah gelas. "Vila ini tidak boleh kosong.. terserah saja aku tidak masalah.." diam senejak lalu menatap Meri, "Kurasa dia juga akan senang jika tahu kita membawanya 😏 benarkan?"


tangan Meri yang ia sembunyikan dibelekang terasa dingin segera saja dia meremas jemarinya sendiri.


__ADS_2