Menikahi Tuan Muda

Menikahi Tuan Muda
Keromantisan Yang Terselip


__ADS_3

Wanita dihadapannya tak kuasa menahan tangis, rasa-rasanya ingin segera mengakhiri hidupnya saat itu juga.


Salsa yang sudah kehilangan akal sehatnya dia berlari menuju pagar pembatas itu dan sudah mau lompat. Namun Ray sama sekali tidak bergeming saat melihatnya.


Melihat respon yang sedingin itu membuat Salsa menangis hingga terduduk lesu dilantai, menangis hingga sesegukan.


Tak lama kemudian Krispun sampai di atap gedung bangunan utama Beez Group.


"Tuan muda?" panggilnya dari belakang Ray.


Ray hanya menolehkan kepalanya kearah kiri, Krispun segera mendekat kepadanya lalu mengangguk hormat.


"Apa yang kau lakukan, hah?!" bentak Ray sembari menarik kuat kerah jas yang dipakai Kris.


"Maafkan saya tuan, saya ceroboh!"


"Shit!" bruk! Ray mendorong tubuhnya sekuat mungkin hingga membentur tembok dibelakang tubuhnya. "Lakukan pekerjaanmu dengan benar, aku tidak mau ada kegagalan meskipun sedikit!" pergi meninggalkan mereka berdua.


Kris yang emosipun melangkah mendekat kearah Salsa, tatapannya membuat takut wanita itu.

__ADS_1


Salsa mencoba berdiri diatas kedua kakinya yang gemetaran, "Menjauh dariku, mau apa kau?" teriaknya sembari terisak. "Pergi kataku, per -"


Dengan kuat Kris mencekik lehernya tanpa ampun hingga terbatuk, "Le- lepas.. lepas.. uhuk uhuk.. aaarrgghhh!!"


"Bukankah aku sudah memperingatkanmu dengan sopan? Sepertinya kau benar-benar menguji kesabaranku!!" semakin menguatkan cekikannya.


Nafas Salsa sudah terdengar tidak beraturan, hampir kehabisan nafas namun pria itu masih tak bergeming, manusia tak berperasaan tanpa belas kasihan ya itulah dia, Kris.


Siapapun akan mengambil jalan damai jika sudah berurusan dengannya.


Sklera pada matanya mulai naik keatas dengan nafas yang semakin tersengal.


Salsa mencoba memukul-mukul tangan kekar Kris, saat dirinya berada diambang kem*tian Kris melepaskannya.


Dirinya sudah pasrah, sudah tidak kuat lagi untuk memberontak ataupun melawannya.


Perlahan Salsa menaikan pandangannya untuk menatap wajah Kris namun karena keseimbangan tubuhnya tidak kuat membuatnya terjerembab jatuh kelantai dan tak sengaja dia menarik dasi serta kemeja yang dipakai Kris secara bersamaan membuat pria itu juga jatuh tepat diatas tubuh Salsa, bibir mereka bertemu membuat keduanya sama-sama terkejut.


Buru-buru Kris menarik diri, membersihkan pakaiannya lalu melenggang pergi meninggalkannya sendirian diatap itu.

__ADS_1


***


Bela yang masih merasa kesalpun melemparkan tas kecilnya keatas sofa lalu merebahkan tubuhnya diatas ranjang, mengatupkan bibirnya lalu bangun lagi dan duduk dikursi meja riasnya.


Menatap dirinya sendiri dengan kesal, Bela mengumpulkan udara didalam mulutnya lalu menutupnya dengan rapat hingga kedua pipinya mengembung dengan sempurna.


Dia membatalkan liburan kami hanya karena seorang Salsa? Haha.. menyebalkan sekali dia.


Tak lama kemudian terdengar suara mobil yang barusaja masuk keparkiran, Bela menatap pria yang barusaja keluar dari dalam mobil mewah itu.


"Pulang juga dia.."


Ray masuk kedalam rumah menaiki anak tangga menuju kamarnya dilantai 2, baru saja dia membuka pintu kamarnya namun sudah mendapatkan sambutan yang menyebalkan.


Bela melemparnya dengan bantal sofa dan buku yang ada didekatnya, "Hei apa yang kau lakukan, hentikan!" seru Ray padanya.


"Kau jahat tega sekali kau membatalkan liburan kita hanya karena wanita lain, kau masih punya hubungan dengannya.. kau berselingkuh secara terang-terangan! Kau masih tidak bisa melupakannya.." sudut matanya sudah basah.


"Arabela!" bentaknya kemudian terdiam saat melihat istrinya menangis. Ray mendekat lalu mengusap air matanya, "Kau ini memang bodoh atau apa? Bukankah aku pernah mengatakannya, wanita itu hanya masalaluku. Sudah tidak usah membahasnya lagi."

__ADS_1


Bela masih tak terima dia memukul dada suaminya sekuat itu, membuat Ray meringis kesakitan.


"Kau jahat!" menghamburkan diri dipelukan Ray.


__ADS_2