Menikahi Tuan Muda

Menikahi Tuan Muda
Balas Dendam


__ADS_3

Begitu sampai di resort , Rey mengulurkan tangannya agar Bela bisa lebih aman lagi saat berjalan dengannya. Tidak tahu kenapa tapi Rey merasa dengan melakukannya maka Bela pasti akan aman.


"Sayang, jangan berlebihan aku bisa jalan sendiri.."


"Sudah diam, jangan menolak apa lagi membantahku!" seketika Rey mendelikan mata nya tapi malah membuat Bela mau menangis.


"Kau memarahiku?" dengan mata berkaca kaca.


hah? "Tidak, aku sama sekali tidak memarahimu sayang.." menoleh ke belakang, "Hei Kris, apakah itu terdengar seperti aku sedang memarahi nya?"


Kris mengangguk, seolah sedang memberikan dukungan nya kepada Bela. Haha apakah itu ajang pembalasan dendam?


"Kris!" sentak Rey dengan kesal. Sialan kau, Kris!


Sekretaris kejam itu hanya memalingkan wajah nya, membuat si tuan muda merasa ingin sekali menenggelamkan nya di lautan lepas yang ada hiu ganas nya.


Emh.. emh.. emh.. 🀭

__ADS_1


Rey meraih punggung tangan Bela lalu mengelusnya, "Arabela sayang, aku sama sekali tidak marah sayang.."


"Tidak, kau bahkan memanggil nama depan ku dengan lengkap! Danihat itu, bahkan Kris saja yang selalu berdiri di belakangmu saja mengaku jika kau marah padaku!" Bela menepis tangan Rey dan segera berlari masuk kedalam kamar.


"Bela, hei?" sialan kau Kris.. awas saja kau nanti! Si tuan muda itu melempar nya dengan tatapan mematikan.


***


Hei kalian para pembaca. Ayo cepat katakan pada ku! Apakah ini yang di namakan mengidam? Kenapa begitu merepotkan sekali sih?


Aaaah Tuhan, aku memang ingin memiliki anak dari nya, tapi bukan begini juga cara nya menghukum ku! 😀


"Hei kau, cepat buka pintu nya. Jangan membuat ku marah betulan."


"Sekarang kau marah? Terus yang tadi itu apa?"


Rey menepuk jidat, Ini semua gara-gara si sekretaris sialan itu!

__ADS_1


"Awas saja jika kau melampiaskan amarah mu pada Kris!" seru Bela dari dalam kamar.


Hmph! Dia bahkan sudah tahu apa rencana ku! Hey kau bayi milik ku.. cepat bujuk ibu mu.. katakan pada nya untuk tidak marah, dan minta pada nya untuk membukakan pintu ini!


Menghadapi musuh, lawan bisnis, musuh di balik selimut, apa pun sebutan nya Rey sangat rela menghadapi nya seorang diri. Tetapi tidak untuk wanita hamil!


"Istri ku sayang, Bela? Demi Tuhan, aku tidak marah pada mu.. kau sedang hamil -"


"Aku yang hamil, aku yang merasakan sulit nya, aku juga yang nanti nya melahirkan. Dan kau tidak merasakan semua itu.. tapi kenapa kau malah membentak ku?" hiks.. hiks..


Bela secara sadar mengerjai suami nya sendiri, *Aaaaaa rasakan itu, siapa suruh dulu kau memperlakukan ku se enaknya! Sekarang kau bisa apa, jika aku mengatakan semua ini karena bawaan dari bayi yang ada di dalam rahim ku! Hpmh! 😏😏😏


###


Maaf ya guys author super sibuk, jadi jarang update, yang kemarin menang GIVEAWAY mohon kesabaran nya yaa.. emak belum sempat ke bank untuk benerin ni M-Banking.


Di tunggu aja ya, pasti bakalan di kirim hadiah nya.. gak akan lari kemana pun.

__ADS_1


Karena tanpa kalian, emak juga gak bisa kayao gini.. sebagus apa pun cerita novel nya kalau gak punya pembaca Gak akan ada artinya lagi tuh NOVEL!


Sabar ya anakΒ² .. πŸ’‹*


__ADS_2