Menikahi Tuan Muda

Menikahi Tuan Muda
Menyewakan?


__ADS_3

Merekapun sampai di vila Kris segera memutar kemudinya dan segera pulang kerumah.


Didalam kamar setelah berganti pakaian, Ray menelungkupkan tubuhnya diatas ranjang sementara Bela masih memakai skincare malamnya.


15 menit kemudian Bela mendekat dia duduk didekat suaminya, membelai rambut dan mengusap punggung tangannya, "Suamiku kau baik-baik saja?"


Ray masih diam didalam keheningan tangisnya, "Sayang?" Bela mencoba membalikan tubuh Ray agar dirinya bisa berbaring sembari memeluknya.


Bela mengusap air mata suaminya yang masih menetes, "Apa yang terjadi? Ceritakan kepadaku.. bukankah kita suami istri?"


"Aku hanya rindu ibuku.. sudah larut malam tidurlah, besok ikut denganku kekantor kau pasti bosan terlalu lama disini."


"Kau yakin mengajakku jalan keluar?"


"Kenapa? Tidak mau ya sudah batalkan saja!" dialah tuan muda Ray yang bisa secara mendadak merubah moodnya yang tadinya sedih sekarang wajah dan tatapannya bisa berubah sedingin itu.


"Aaa aku mau.. aku mau sungguh, baiklah aku akan tidur sekarang agar bisa bangun lebih pagi."


"Jangan tidur sebelum menciumku, ingat i -"


Muah!


Sentuhan lembut bibir Bela mendarat mulus di bibir Ray, pria itu tersenyum lalu mencubit gemas pipi Bela, "Tidurlah.."


***


Sudah jam 7 pagi yang semalam mengatakan akan bangun awal malah masih tertidur dengan pulas.


Ray yang sudah rapih dengan setelan tuxedo putihnya benar-benar tampan, kyaaaaa 😍


Dia duduk ditepi ranjang sembari membenarkan dasinya, "Hey bangun kau yang semalam ingin bangun pagikan?" menggoyangkan bahu Bela, "Hey nyonya muda cepat bangun.."


"Sebentar lagi bu masih gelap."


"Hey sejak kapan aku jadi ibumu? Ayo cepat bangun atau aku akan meninggalkanmu."


Hening tak ada jawaban, Bela benar-benar sangat larut dialam mimpi.

__ADS_1


Ray menatap arloji ditangannya, "Hampir jam 8.. sudahlah kutinggalkan saja kau disini, salahmu tidur seperti orang pingsan."


***


Samar-samar Bela mendengar suara deruman mobil yang masih dipanaskan hingga penglihatannya membulat sempurna, "Omo! Aaaa aku kesiangan kenapa dia tidak membangunkanku!"


Bela melompat dari atas ranjang dan berlari menuju balkon kamarnya, terlambat mobil yang dinaiki Ray baru saja melesat pergi. Pagi ini Ray membawa mobilnya sendiri jadi hari ini Kris tidak datang untuk menjemputnya.


Gagal sudah untuk pergi jalan-jalan keluar 🥴 Berjalan dengan lesu meraih piyama mandi dan segera masuk kedalam kamar mandi.


Menikmati aroma wangi The Face Shop Perfume Seed White Peony Body Wash yang baru saja dibelikan Ray beberapa hari yang lalu, "Aaa segarnya."


Selesai mandi dan bersiap dia meraih remot tv untuk menyalakannya.


1 jam kemudian terdengar ketukan dari luar pintu kamarnya, "Nona maaf mengganggu.."


Pintupun terbuka, "Ling ada apa?"


"Maaf nona dibawah ada nona Salsa yang sudah menunggu di ruang tamu."


"Salsa?" Ling mengangguk, "Aku akan segera turun.."


"Nona Salsa?"


Yang dipanggil menoleh lalu tersenyum, "Maaf apakah aku menganggumu?"


"Sama sekali tidak mengganggu.. apakah ada sesuatu yang bisa kubantu?"


"Tolong menjauhlah darinya.." Bela terkejut saat mendengar penuturannya, "Aku sangat mencintainya, aku memang salah karena telah pergi meninggalkannya demi mengejar cita-citaku untuk menjadi seorang model internasional.. aku tahu saat itu dia marah oleh karenanya dia pasti menyewa dirimu untuk bersandiwarakan? Benarkan?"


Mendengar kata menyewa membuat Bela sedikit emosi, "Nona Salsa apa yang sedang kau bicarakan.. menyewa? Apa maksudmu berkata seperti itu.."


"Aku sangat mengerti dan memahami Ray, sungguh demi apapun itu aku tahu tidak mudah baginya untuk mencintaimu.. karena didalam hatinya hanya ada aku seorang, aku sungguh mencintainya.. jadi kumohon kepadamu menjauhlah darinya.."


Ternyata diambang pintu masuk vila Ray mendengar semua ucapan Salsa, pria itu marah dan meneriakinya. "SALSA!!"


Kedua wanita itu terkejut, dan menoleh bersamaan.

__ADS_1


"Ray?" seru Salsa.


Mereka berdua berdiri hanya selisih beberapa detik saja, Ray melangkah mendekat dengan wajahnya yang sudah mengeras sempurna. Menatap tajam pada Bela sang istri.


"Masuk! Siapa yang mengizinkanmu keluar dari kamar.."


"A- aku.. aku.."


"MASUK!!" bentakannya sangat menyakiti telinga siapapun yang mendengarnya.


Bela menggigit kecil bibir bawahnya sembari menahan air matanya dan berlari kecil menaiki anak tangga menuju kamar.


"Bukankah aku sudah mengatakannya, menjauh dari hidupku!"


Salsa masih tak terima, dia malah menghambur diri dipelukan Ray, "Maafkan aku sayang.. sungguh aku sangat menyesal karena telah meninggalkanmu dulu. Sekarang aku sudah kembali.."


"Menyesal memang bagus untukmu.. sesali masalalumu ditempat lain bukan disini!"


Bruk!


"Aargh!!" Salsa mengernyit kesakitan saat tubuhnya dihempaskan dengan kuat kelantai. "Sayang.. emh!"


Cengkaraman kuat tangan Ray dirahang Salsa membuatnya tak bisa melanjutkan kalimatnya.


"Jaga bicaramu nona Salsa Ramora! Aku pria yang sudah menikah! Kris bawa dia pergi dari hadapanku!"


"Baik tuan.."


"Jangan sentuh aku!" Salsa menepis kuat tangan Kris saat mencoba untuk menyentuhnya, "Ray aku tidak akan berhenti aku pasti bisa merebutmu kembali dari tangannya!"


Salsa meraih tas Louis Vuitton Urban Satche yang tergeletak diatas sofa dan segera melenggang pergi dari vila itu.


...


Eilog..


Ray yang baru saja sampai dikantor dan memulai meetingnya tiba-tiba saja terganggu dengan sebuah pesan yang dikirimkan Ling padanya, "Tuan muda maaf mengganggu, nona Salsa datang kevila dan bertemu dengan nona muda.."

__ADS_1


Dirinya terlihat begitu geram hingga membatalkan meeting pagi ini, "Meeting kita tunda, Kris ikut aku sekarang!"


__ADS_2