Menikahi Tuan Muda

Menikahi Tuan Muda
Cemburu?


__ADS_3

Ray masih ingin bertahan diruangan dokter Rama, mencoba untuk kembali memeberinya segudang pertanyaan terkait rasa sakit di pipi istrinya


"Periksa sekali lagi, gunakan ronsen atau apapun itu agar aku bisa puas melihat hasilnya."


Tuhan tolong berilah sedikit kepintaran untuknya. Bela sampai tak habis fikir kenapa bisa dia menikahi seorang tuan muda seperti dirinya.


"Baiklah kami akan melakukan ronsen terhadap nona muda."


Susuter membantu Bela menemanimya untuk masuk diruangan ronsen, didalam ruangan itu dokter wanita sudah menungguinya.


"Silahkan duduk nona." ucap suster itu sembari menarikkannya kursi.


"Terimakasih suster, maaf membuat kalian semua repot."


***


30 menit kemudian hasil ronsenpun keluar, "Dari hasil pemeriksaan disini terlihat jelas tidak ada satupun tanda luka ataupun lebam dipipi nona muda tuan."


"Benarkah.. baguslah jika begitu aku jadi lebih lega." Ray sudah bersiap meninggalkan ruangan dokter Rama, sekali lagi Bela meminta maaf kepada mereka setelah memastikan Ray pergi mendahuluinya.


Kris segera memebukakan pintu mobil untuk tuan dan nona mudanya, diapun segera masuk kekursi kemudinya menyalakan mobil dan bersiap untuk pergi menanggalkan area parkiran rumah sakit.


"Apakah kita jadi jalan-jalan?"


"Kau masih sempat memikirkannya? Waaah ternyata sia-sia saja aku sudah khawatir dengan wajahmu itu."


"Tidak bukan seperti itu maksudku.."


"Jadi seperti apa?" tandasnya dengan kesal, Ray sempat membuang wajahnya menatap kearah sisi kanan jendela mobil.


"Maaf..." ucap Bela dengan lirih, padahal dia hanya bertanya apakah mereka jadi jalan-jalannya atu tidak? Siapa yang akan menyangka jika dirinya akan mendapatkan respon seperti itu.


Suasananya mendadak hening untuk beberapa saat hingga akhirnya Ray kembali membuka suara, "Kris putar haluan, kita akan pergi ke kebun binatang saja." lalu memandang Bela, "Kau senang?"


Bela mengangguk, dirinya benar-benar senang meskipun hanya pergi ke kebun binatang ya paling tidak dirinya bisa melepas rasa bosan dan jenuhnya selama menjadi tawanan tuan muda Ray.


***

__ADS_1


Merekapun akhirnya sampai di kebun binatang, cuaca siang ini tidak terlalu terik. Ray melepaskan jaketnya lalu menaruhnya diatas kepala Bela sebelum turun dari mobil, "Pakai ini."


Tidak bisakah kau memberiku dengan sopan hey tuan muda?


Setelah memakai jaket merekapun turun dari mobil, aroma jaketnya yang wangi membuat Bela tak segan-segan mengendusnya berkali-kali.


"Apakah aroma tubuhku sewangi itu sampai-samapai kau mengendusnya berkali-kali?"


"Apakah tidak boleh?"


"Kemari." Ray menarik tangan Bela dan menggenggamnya berjalan beriringan menuju loket karcis, setelah itu merekapun masuk kedalam kebun binatang.


Tentu saja Kris tidak tinggal sendirian dimobil, diapun ikut membuntuti tuan dan nona mudanya dari belakang siapa tahu mereka akan membutuhkannya.


Satu persatu mereka datangi mulai dari tempat jerapah, kelinci, marmut, dan hewan lainnya.


Terakhir mereka mendatangi tempat kudanil, "Permisi nona apakah nona ingin memberinya makan?"


"Ya aku mau.. berikan padaku." Bela dengan antusias memberi binatang itu makanan. "Waah sepertinya dia memakannya dengan lahap. Ayo kita foto sebentar."


"Apa?" tanya Ray saat melihat Bela mengulurkan tangannya.


Segera saja Ray memberi hpnya, "Siapa yang akan memoto?"


"Tentu saja dirimu."


"Ooh kau sudah berani memerintahku ya?"


"Tidak mau ya sudah tidak apa-apa, lagipula aku tidak memaksa."


Cekrek!


Secara cepat Ray memotretnya saat Bela memasang ekspresi wajahnya yang menggemaskan.


"Kenapa kau mencuri fotoku? Aku bahkan belum bersiap. Ayo ulangi sekali lagi."


"Tidak!" memasukan hp kedalam saku celananya, "Sudah sore ayo kita pulang."

__ADS_1


"Aaaa curang.."


"Arabela Danita!" Bela terdiam saat sang suami menyebut namanya dengan lengkap ditambah lagi tatapan matanya yang dingin.


Saat hendak keluar dari pintu gerbang kebun binatang tak sengaja seorang pria menabrakan bahunya tepat dibahu Bela, "Maaf.. maaf aku tidak sengaja." pria itu tak lain adalah mantan pacarnya dulu.


"Dion?" seru Bela dengan lantang membuat telinga Ray mengembang merah.


"Bela? Waah sudah 5 tahun tidak bertemu -" Ray menepis tangannya saat hendak menyentuh bahu istrinya.


"Jangan sentuh dia, Kris?!"


"Baik tuan."


"Aaa sudah sore ayo kita pulang.." Bela mencoba melindungi Dion namun Ray yang sudah terlanjur csmburupun sangat sulit untuk dibujuk.


"Tuan lebih baik anda menjauhi nona Bela, jangan pernah menemuinya lagi ataupun berusaha mencari tahu tentangnya." tandas Kris dengan wajah dinginnya mencoba untuk memepringatkannya.


"Benarkah? Tapi aku hanya menyapanya saja, iyakan Bela?"


Tangan itu menyentuh pundak Bela sontak Ray yang melihtanyapun langsung meninju wajahnya. "Jangan menyentuhnya!"


"Apa yang kau lakukan pada Dion.. tolong lepaskan dia.."


Ray yang emosi dan marah-marah tak jelas sekarang dia mencengkram tangan Bela dan membawanya segera pergi menuju parkiran mobil.


Sementara Kris masih meneyelesaikan sisa pekerjaannya ditempat itu.


"Anda sudah mengerti bukan?"


"Memangnya siapa dia tiba-tiba saja memukulku seperti ini, aku tidak terima akan kutuntut dia."


Sudah diberitahu tapi tidak mendenger, membuat Kris geram dengan menarik kerah kemeja Dion, "Saya sarankan lebih baik anda mengurungkan niat itu!!" tatapann


matanya mendadak tajam "Menurutlah jika ingin selamat!" tandasnya penuh penekanan lalu segera pergi menyusul nona dan tuan mudanya.


##

__ADS_1


typo text? sorry yaaa..


yuk kencengin like votte and komennya yaaa.... 🌷 follow ig author Nona.Kireina (Nona Kireina) ❤️ salam hangat dari Malinau, pulau Kalimantan Utara 👋


__ADS_2