
Update pelan№ ya sayang... eh ya nona minta votte nya dong.. boleh ya?? haha 🥰🥰🥰💪
##
Menikmati pemandangan indah dari kamar teratas hotel, Ray memeluk istrinya dari belakang seolah dia takut kehilangannya.
Begitu juga dengan Bela, dia berbalik bersitatap mengalungkan kedua tangan dileher suaminya.
"Aku ingin mendengar kata cinta darimu.."
"Untuk apa? Aku bukan pria yang romantis, jadi jangan berharap yang tidak-tidak.." mendekap Bela kedalam pelukannya.
"Tapi kau tidak pernah mendengarmu mengatakan seperti aku mencintaimu, atau apapun itu, aaa!!" Bela mengelus keningnya yang barusaja disentil Ray dengan kuat. Bahkan rasa sakitnya masih terasa.
"Jadi kau lebih menyukai pria yang seperti itu?"
"Tidak bukan itu maksudku.."
"Sudahlah, aku malas berdebat.. cepatlah mandi." Nadanya terdengar kesal.
Ah Arabela apa yang sudah kau lakukan? Tidak semua pria sama. Tidak pernah menyatakan kalimat cinta bukan berarti dia tidak mencintaimu. Dia tipe pria yang sulit mengekspresikan perasaannya.
Ray yang sudah duduk ditepi ranjang sembari membuka kancing kemejanya lalu menatap Bela, "Kau tidak dengar?"
__ADS_1
"Maaf aku -"
Ray memalingkan wajah darinya, "Kau ingin mandi atau tidak?" Bela masih terdiam lalu melangkah mendekat untuk memeluk, sedikit luluh Ray mengelus kepala Bela. "Ayo mandi bersama.."
Usai mandi masih dengan piyama yang menempel ditubuh, Ray mengambil hairdrayer membantu Bela untuk mengeringkan rambutnya.
Saat Ray menyentuh geraian rambut panjangnya dibagian leher Bela merasa malu lihatlah wajahnya sudah semerah itu saat mengingat percintaan mereka barusan. Mengingat suaminya yang tidak mengenal tempat jika ingin menikmatinya.
Kiss mark yang terlihat jelas bertebaran dileher, dan dada.
Tak lama kemudian roomgirl datang mengetuk pintu untuk mengantarkan dress kerah tinggi serta pakaian untuk Ray.
Layanan hotel bebintang yang bisa menyediakan apapun untuk sang penguasa.
Masih ada waktu untuk jalan-jalan sebentar, "Ayo kita keluar.."
Siapa yang tidak suka? Inilah kesempatannya untuk menikmati angin, selama 1 bulan menjadi istri tuan muda yang terkurung di vila bagai burung didalam sangkar emas. Mewah tapi dikekang suaminya, tidak boleh keluar dari vila.
Mereka duduk disebuah kursi yang memang sudah disediakan ditaman dekat hotel.
Angin yang sejuk perlahan menyapa rambut Bela yang tergerai.
Barusaja Bela mau mengikat rambut namun Ray segera membuang karet kecil itu. "Jangan mengikat rambutmu, biarkan saja.."
__ADS_1
Ada banyak cinta yang terpancar dimata tajam dan dinginnya itu, Ray meminta kepada Bela untuk bersandar padanya. Tangan mereka saling meremas.
Hm... Tidak mudah menunjukan keromantisannya terhadap pasangan.
"Sayang?"
"Hm.."
"Lihat itu sunset yang indah.. ayo kita foto berdua."
"Tidak mau kau saja.. aku yang akan memotretmu."
Berpose dengan manis, membuat Ray terdiam dan terus memandanginya.
"Sayang kenapa diam aku sudah lelah berpose seperti ini.." pria itu masih memandangnya dengan diam, "Sayang ada apa -"
Bela terbelalak saat Ray yang tiba-tiba saja mendekat dan mengecup bibirnya dengan dalam.
Apa ini? Kenapa jantung mereka berdua malah berdegup kencang seperti orang yang baru jatuh cinta.
Perlahan Bela mendorong tubuh Ray, wajahnya bersemu merah bagaimana tidak? Mereka melakukannya ditempat terbuka.
"Kenapa aku mencintaimu? Kau wanita sederhana yang pernah kutemui dari semua wanita yang ada disekelilingku.. aku tahu ketulusanmu mencintaiku. Itulah alasanku memaksamu untuk menikah denganku. Dan sekarang kau benar-benar menjadi milikku.."
__ADS_1
Sekali lagi Ray mengecup bibirnya, lalu memeluk Bela dengan erat. "Aku akan melenyapkan siapapun yang berani mengusikmu." sorot mata yang hangat mendadak berubah jadi sedingin itu saat mengingat apa yang telah dilakukan ayahnya.