Menikahi Tuan Muda

Menikahi Tuan Muda
Sarapan Telur


__ADS_3

Hai dear, nona minta vottenya lagi dong 🥰


##


Meri memgikuti langkah kaki pria yang berjalan dihadapannya, tanpa memperhatikan langkahnya bruk!


"Aw.." hidung peseknya terasa semakin masuk kedalam setelah membentur punggung Kris, "Maafkan saya tuan.." menunduk.


Kris menarik kursi dimeja makan, "Kau bisa memasak?" Meri menggeleng pelan, "Menggoreng telur, merebus mie?" Meri kembali menggeleng membuat Kris mendengus kesal.


"Bagaimana bisa seorang wanita sepertimu tidak bisa memasak? Bagaimana jika nona muda ingin makan sesuati dan memintamu untuk memasak? Kau hanya akan membuat masalah dengan meledakan dapur ini." diam sejenak, "Kenapa diam? Cepatlah belajar dengan menggoreng telur.. itu pekerjaan yang paling mudah."


"Baik tuan.. saya akan belajar.." . Aaaa kenapa malah jadi seperti ini sih?


Menyalakan kompor gas dan meletakan teflon diatasnya lalu menuang minyak goreng sebanyak itu.


"Hei kau mau merebus telur? Aku menyuruhmu untuk menggorengnya." Kris beranjak dari duduknya mendekat kearah Meri.


Mengecilkan api dan menuang minyak goreng itu hingga tersisa sedikit, "Ambil telur."


Dengan polosnya Meri memberikan telur itu kehadapan Kris, "Ini tuan.."


Garis kerut dikeningnya terlihat jelas, "Kau menyuruhku untuk menggorengnya? Berani sekali kau."


"Ma- maafkan saya tuan.."

__ADS_1


Minyak mulai panas, karena ketidaktahuannya jadi Meri memecahkan telur itu diatas minyak panas sontak saja membuat minyaknya meletup-letup dan mengenai tangan Meri.


"Aaa!!" mundur beberapa langkah karena letupan minyak panas itu. Melihatnya seperti itu membuat Kris menggeleng sebal.


"Kau mau membuat telur itu gosong?!"


"Tapi tuan minyaknya -" Meri terdiam sekarang malah Kris yang mengambil alih.


"Minggir!"


Menabur garam dan sasa diatas telur yang hampir matang, yakin sudah matang Kris mematikan kompornya. Menaruh telur itu dipiring. "Hal sepele seperti inipun kau tidak bisa melakukannya?"


Meri menunduk, "Maafkan saya tuan.." kalimatnya terdengar seperti gumaman yang tidak jelas.


"Kau mengatakan sesuatu? Katakan dengan jelas." menghela nafas pelan, "Ambil lagi telurnya, kau ulangi sekali lagi. Jika gagal maka jangan harap kau bisa menghirup udara segar diluar sana."


Memantau Meri sembari memakan telurnya, "Kecilkan apinya!"


"Baik tuan.."


"Lalu pecahkan telurnya dimangkuk, tabur garam dan sasa lalu aduk hingga rata." menyendokan telur kedalam mulutnya, mengunyah sejenak, "Tuang minyak secukupnya saja."


"Baik tuan.."


Telur gorengpun sudah jadi, setelah menaruhnya diatas piring Meri memberikannya kepada Kris.

__ADS_1


"Kau masih ingat dengan apa yang kukatakan barusan?" menusuk telur dengan sendok, "Jika kau gagal maka jangan harap kau bisa menghirup udara segar diluar!" menatap dingin.


"Saya mengingatnya dengan jelas tuan."


1 suapan penuh masuk kedalam mulutnya lalu segera mengambil tisu, Kris melepehkan telur itu. "Kau ingin membuatku naik darah?"


"Tidak tuan.. sungguh saya menabur garamnya hanya sesendok makan penuh." takut, meremas ujung bajunya, menunduk tak berani memandang wajah Kris.


"Apa?"


Pft, haha.. 🤭🤭🤭 dibalik dinding dapur ternyata Ling menguping pembicaraan mereka, aah akan menjadi aib besar jika pria itu tahu.


"Maafkan saya tuan jika itu salah."


Menghela nafas kesal, "Kembali kekamarmu!"


"Tapi tuan.."


"Aku bilang kembali!" teriakannya membuat Meri terkejut.


Risa, maaf aku tak bisa menemanimu hari ini...


Dengan sedih Meri menyeret langkah kakinya menuju beskem belakang. Mengikuti perintah tuan Kris.


***

__ADS_1


Kris segera pergi meninggalkan meja makan menuju garasi mobil.


Meneguk air didalam botol, dengan tegukan besar. "Ini semua belum selesai, Meri!" senyumnya terlihat sedikit hangat saat mengingat tingkah laku wanita itu.


__ADS_2