
“Hahaha, pasti karena cuaca yang panas.” Audrey mengibaskan tangannya, dia berdiri dan berjalan ke arah Black dan White yang tengah mengejar kupu-kupu. “Kalian berdua, kembali sekarang!”
Black dan White langsung balik haluan, keduanya berlari ke arah Audrey dan melompat ke pelukan gadis itu. “Anak pintar, ayo kita kembali.” Audrey melirik Xavier. “Kau, kembalilah juga. Jangan sampai kau sakit.” Audrey berjalan masuk dengan buru-buru.
“Ok, terima kasih sudah mau mengkhawatirkanku.” Xavier melambaikan tangannya ke arah Audrey, saat pintu tertutup. Xavier bersandar dan menghela napas. Dia menatap taman bunga di depannya dengan pikiran yang berkecamuk.
'Ternyata itu kau, aku tidak menyangka. Gadis dengan sihir healing sepertimu bisa menjinakkan peliharaan raja iblis, sebenarnya. Apa yang kau miliki hingga dua hewan itu mengikuti dan menuruti ucapanmu?' Xavier menghela napas, awalnya dia tidak yakin dengan hewan kecil putih itu. Namun setelah mengingat ciri-ciri yang diberitahukan oleh prajurit kekaisaran beberapa bulan yang lalu, Xavier jadi yakin. Apalagi melihat Harimau putih yang biasanya ganas dan besar itu berubah menjadi seperti anak kucing dan manja.
Xavier tersenyum tipis. 'Aku semakin penasaran denganmu, kau benar-benar istimewa. Audrey.' Senyum di wajah Xavier mereda digantikan wajah datar dengan kening yang sedikit berkerut. 'Siapa Er yang dimaksud Audrey? Apa jangan-jangan, dia diam-diam menemui Audrey dan menyamar sebagai Er. Jika benar, aku pasti akan menghabisinya!'
ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ
“Yey, aku menang lagi.” Audrey tersenyum bangga, sudah lima kali dia bermain catur dengan Mike. Namun pria itu tidak pernah mengalahkannya sekalipun.
Mike berdecak. “Apa kau memakai sihir? Sangat tidak adil karena kau selalu saja menang, pasti kau berlaku curang kan!”
Audrey mengangkat bahunya acuh. “Entahlah, aku tidak merasakan hal itu. Lagipula, aku hanya memiliki si. Ah, benar. Aku sudah tidak memiliki sihir lagi,” gumam Audrey.
“Kau bicara apa?”
“Tidak ada, aku hanya tengah memikirkan hadiah yang akan kuminta dan hukuman atas kekalahanmu,” kata Audrey diakhiri seringai.
“Apa?? Kau tidak pernah memberitahu ada hal seperti itu!” kata Mike sewot.
“Aku pernah mengatakannya, kakak saja yang tidak dengar. Ok, aku sudah memutuskan. Hukuman untuk kakak adalah.. kakak harus bersahabat dengan Mia.” Audrey berkedip polos, dapat dia lihat perubahan ekspresi di wajah Mike. “Ada apa? Kenapa kakak terlihat tidak bahagia?”
__ADS_1
Mike menghela napas pelan. “Mia sudah ditunangkan dengan keluarga bangsawan lain, aku kemarin tidak sengaja mendengarnya dari pelayan.”
“Apa?? Tapi kenapa?? Bukankah Mia juga menyukai kakak?”
Mike menggeleng tak tau. “Entahlah, kakak sendiri tidak tau. Dia langsung saja mengumumkan pertunangannya dan menghilang tanpa memberi penjelasan.”
Audrey memegang dagunya berpikir. 'Apa mungkin dia dikurung oleh keluarganya? Bisa saja dia menolak pertunangan itu namun karena keluarganya tidak setuju, jadi mereka mengurung Mia dan mengumumkan pertunangannya di depan publik. Aku harus mencari tau, jika benar. Maka aku harus menyelamatkan Mia, yah. Tambah lagi satu masalah.'
“Ada apa, kenapa kau melamun? Apa kau setuju dengan pertunangan Mia?” tanya Mike dengan wajah masam.
Audrey menggenggam tangan Mike dengan wajah yakin. “Jangan khawatir, aku pasti akan membantu Kakak dan Mia. Soal pertunangan mereka, aku akan mencari cara agar orang tua Mia mau membatalkan pertunangan.”
Mike tersenyum tipis. “Jangan melakukan hal ceroboh, kakak akan mengurus urusan kakak sendiri. Kau istirahatlah dan pulihkan dirimu, pasti sangat melelahkan setelah tersesat di hutan selama sebulan lebih.”
Audrey mengangguk, Mike mengacak rambutnya gadis di depannya dan berdiri. “Kakak akan keluar, istirahatlah. Kak Damien, Kak Caesar dan Ayahanda juga ingin bertemu denganmu saat makan malam.”
“Aku sudah lelah, lelah berpura-pura dengan dunia dongeng ini. Aku ingin menghilang saja dari dunia ini, aku sudah muak,” gumam Audrey sambil membalik halaman buku, dia menutup buku di tangannya dan meletakkannya ke meja. Audrey meregangkan tangannya. “Ugh, aku merasa sangat tidak nyaman. Apa yang harus kulakukan sekarang ya? Huh, di sini benar-benar membosankan.”
ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ
Suara lolongan serigala mengisi suara malam yang sepi, seorang gadis dengan jubah berjalan masuk ke dalam hutan bermodalkan lentera kecil di tangannya.
Gadis itu tiba di tengah hutan, dia melempar lentera di tangannya hingga pecah dan membakar pohon. Gadis itu menatap datar kobaran api yang mulai membesar, dia berbalik badan dan berjalan pergi dengan angkuh. 'Ini akibatnya karena berani mengkhianatiku, matilah kalian semua!'
Di sisi lain, seorang informan berdiri tidak jauh dari tempat gadis itu. Dia mengangkat tangannya dan membuat beberapa pria dengan tongkat sihir melangkah maju dan mengangkat tongkat mereka ke langit.
__ADS_1
“Water ball,” kata lima pria bersamaan, sebuah bola air yang berukuran sangat besar itu mulai terbentuk. Saat bola air terbentuk sempurna, kelimanya secara serempak menurunkan tongkat mereka dan membuat bola air langsung pecah.
“Misi kita telah selesai, sekarang kita harus pergi dan melaporkannya pada Nona,” kata sang informan, pria lain mengangguk. Mereka berjalan pergi dan meninggalkan hutan yang telah padam oleh air meski masih tersisa bekas kebakaran di beberapa pohon.
ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ
Seorang gadis cantik dengan rambut tergerai mengetuk-ngetuk sandaran kursi, dia dengan santai membaca buku sambil menunggu sesuatu.
Hembusan angin menerpa tirai yang tertutup, beberapa orang dengan jubah muncul di balkon kamar gadis itu. “Nona Muda, kami sudah melakukan yang Anda perintahkan.”
“Kerja bagus.” Gadis itu melempar sekantong koin emas dan langsung ditangkap oleh sang informan. “Sekarang pergilah, jangan meninggalkan jejak apapun.”
“Baik.”
Gadis itu menghela napas, senyuman tipis muncul di wajahnya. 'Kalian masih berguna untukku, jadi jangan mati dulu. Biarlah Veronika membuang kalian, aku akan dengan senang hati membebaskan kalian semua.'
ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ
Audrey menatap taman di hadapannya dengan tidak minat, setelah menimbang-nimbang keputusannya. Audrey memilih untuk memberitahukan identitas aslinya pada keluarga Grand Duke.
'Tenanglah, Audrey. Semuanya akan baik-baik, saja? Heh, tentu tidak akan ada yang baik setelahnya. Aku yakin, pasti mereka akan membenci, kecewa, sedih dan marah padaku. Aku tau itu, tapi itu tidak akan mengurangi perasaan mereka jika aku memberitahukannya lebih lama lagi. Aku tau konsekuensi hal itu, dan aku akan menerimanya. Tidak perduli jika mereka akan membenci atau mengusirku, aku akan tetap memberikannya.' Audrey tersenyum tipis, kepalan tangannya berada di atas dadanya. “Toh, dari awal aku memang bukan dari dunia fantasi ini,” gumam Audrey.
Suara ketukan pintu membuatnya tersadar dari lamunan, dia berdehem dan menoleh.
“Nona, apa Anda memanggil saya?”
__ADS_1
“Iya, kumpulan semua anggota keluarga termasuk Yang Mulia Xavier, aku ingin menemui mereka.”