Menjadi Antagonis Dalam Novel

Menjadi Antagonis Dalam Novel
Episode 5. Mawar biru


__ADS_3

Caesar menatap Audrey dengan tatapan sedih, dia beralih dan menatap Damian yang tidak pernah membuka matanya.


'Tidurlah dengan nyenyak, adik. Kakak akan berusaha untuk membuat Damian kembali bangun demi kau, Kakak tidak akan pernah membuatmu bersedih lagi!'


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Audrey membuka matanya, dia bangun dan menatap sayu ruangan yang ditempatinya. 'Egh, di mana aku?' Audrey mengucek matanya, dia berdiri dan berjalan menuju pintu.


Saat Audrey membuka pintu, dia dibingungkan dengan para pelayan yang berlari-lari mondar-mandir.


“Ada apa ini?” tanya Audrey pada salah satu pelayan. “N-nona Audrey, T-tuan Damian--”


Audrey berlari menuju kamar Damien, perasaannya kini semakin tidak enak. Audrey mendobrak pintu kamar Damian dan menghampirinya.


“Apa yang terjadi??” Audrey menatap Caesar yang hanya diam sambil menunduk. “Jawab kak!!”


“A-audrey, t-tabib bilang. Damian hanya punya waktu 10 hari untuk hidup.” Bak disambar petir di siang bolong, Audrey membeku. Tangannya bergetar, dia menatap tangan Damian yang telah membiru.


“Tidak, kau bohong kan! Semua ini hanya bohongan!!” teriak Audrey, dia berlari keluar sambil menghapus air matanya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


“Nona Audrey, ada apa?” Lixi merasa aneh dengan sikap Nonanya itu.


“Lixi, Carikan aku peta atau petunjuk apapun ke taman surga!”


“Taman surga? tapi Nona, jalan ke sana--”


“Jangan membantah!” Audrey menatap tajam Lixi, wanita itu langsung menunduk dan menuruti ucapan Audrey.


'Ah, kepalaku sangat sakit.' Audrey duduk di sofa dan bersandar sambil memijat pelipisnya. 'Jangan khawatir, Kak. Aku tidak akan kembali sebelum mendapatkan bunga itu, apapun resikonya!' Audrey tersenyum miris.


'Aku tidak ingin, kehilangan hal berharga. Di kehidupan pertamaku, aku hanya sendirian karena tidak punya teman dan saudara. Tapi saat aku menjadi Audrey, aku merasa sesuatu yang beda. Semuanya kulalui dengan senyuman, tapi sekarang? takdir lagi-lagi mempermainkanku!'


“Nona Audrey, saya menemukan peta usang dan juga liontin bunga ini.” Lixi menyerahkan liontin bunga yang terbuat dari kristal dan juga peta usang yang ditemukannya di gudang, Audrey mengambil keduanya dan membuka peta itu.


'Peta ini, ini peta ke taman surga itu bukan?? tapi terlihat luntur, apa liontin ini ada hubungannya dengan peta ini?' Audrey menghela napas, dia kembali menggulung peta dan berdiri. Audrey melirik Lixi sekilas sebelum berjalan pergi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


“N-nona Audrey??” suara bergetar sang pemilik toko, Audrey mengeluarkan Liontin bunga itu dan meletakkannya di meja.


“Apa liontin ini bisa diberi tali?” tanya Audrey sambil mengetuk-ngetuk meja kaca, pemilik toko itu mengangguk cepat. Dia mengambil Liontin itu dan kemudian mulai mengerjakan tugasnya.


Audrey menatap sekitaran sambil mengetuk-ngetuk meja, tidak sampai lima menit. Pemilik toko itu meletakkan kalung di meja.


“Bagaimana? Nona Audrey??”


Audrey mengambil kalung itu, dia memperhatikannya dengan teliti dan tersenyum tipis. “Bagus, berapa harganya?”


Pemilik toko itu tampak tertegun sejenak sebelum dia menggeleng. “T-tidak Nona, saya tidak boleh menerima uang dari Anda.”


“Ambil saja ini.” Audrey memberikan 50 koin, dia kemudian berjalan keluar sambil mengantungi kalungnya.


'Sempurna, aku tinggal mengambil buku sihir di perpustakaan dan juga peta itu.' Audrey berjalan keluar sambil melihat sekitaran.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


'Akhirnya semuanya telah selesai.' Audrey merenggangkan badannya, dia kemudian membawa tasnya dan berjalan keluar.


“Nona Audrey, Anda ingin ke mana?” tanya Lixi, Audrey tersenyum. “Aku ingin ke akademi untuk bertemu Kak Mike, tolong jangan beritahu siapapun. Aku ingin memberikan surprise.” Lixi mengangguk semangat.


“Baik Nona.”


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


“Apa aku harus melewati hutan?” Audrey menatap peta di tangannya, jalannya sudah benar. Tanpa berpikir panjang, Audrey langsung melangkah masuk ke dalam hutan gelap itu.


'Jangan takut Alina, jangan takut!! Kau pasti bisa melakukannya!' Batin Audrey sambil terus berjalan, dia melihat sekeliling dengan wajah takut. Audrey terus berjalan masuk ke dalam hutan sambil memegang peta di tangannya.


Cahaya di depannya membuat Audrey mendapatkan sedikit harapan, dia berlari menuju cahaya itu dan akhirnya keluar dari hutan. Audrey bernapas lega sambil menoleh ke arah hutan.


'Aneh, aku tidak menemukan hewan buas apapun. Seolah aku memang diberi jalan untuk lewat, ah bodoh! pasti hanya perasaanmu saja!' Audrey kembali melangkah sambil melihat petanya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


“T-tuan Muda Mike.” Lixi langsung menunduk hormat, Mike meliriknya sekilas dan melihat sekitaran. “Di mana Audrey? apa dia ada di istana kekaisaran?”


Lixi menatap Mike dengan tatapan bingung, dia kembali menunduk. “Tuan Muda, Nona Audrey berangkat ke akademi untuk bertemu dengan Anda.”

__ADS_1


“Apa?? tapi aku tidak melihat dia di manapun, dia juga tidak menemuiku. Kapan dia berangkat?”


“Nona sudah pergi 5 jam yang lalu, Tuan.”


“Apa maksudmu?? Aku tidak melihatnya di akademi, jangan mencoba membohongiku. Lixi, atau kau akan menerima akibatnya!” Mike menatap tajam Lixi yang seketika ketakutan.


“S-saya tidak berbohong, Tuan Muda. Nona Audrey bilang dia ingin bertemu dengan Anda.” Mike memukul tembok, dia langsung berjalan pergi.


“Tuan Muda.” Seseorang muncul di belakang Mike. “Lokasi?”


“Nona Muda melewati hutan dan membawa peta, sepertinya ingin ke suatu tempat.” Ucapan pria itu membuat Mike menghentikan langkahnya, dia melirik pria itu dengan kening berkerut.


“Kenapa dia masuk ke hutan?”


“Saya kurang tau, Tuan Muda. Tapi Nona Muda sepertinya ingin ke suatu tempat, Saya sudah menyuruh beberapa orang untuk menjaga Nona Muda secara diam-diam.”


“Tetap awasi, jangan sampai Audrey kenapa-napa. Atau kalian akan tau akibatnya!” Mike melanjutkan perjalanannya menuju istana kekaisaran, pikirannya kini saling beradu.


“Tuan Muda.” Mike menghela napas lelah. “Ada apa lagi, Davide?”


“Tuan Muda, Nona Muda meninggal peta ini di luar hutan.” Davide menyerahkan sebuah peta, Mike mengambil dan melihat gambar peta itu.


'Taman surga? Apa Audrey ingin ke sana? Tapi untuk apa??'


“Bagaimana keadaan Tuan Muda Damian?” tanya Mike sambil menggulung peta itu kembali. “Keadaan Tuan Muda Damian semakin memburuk, tabib mengira. Tuan Muda Damian hanya bisa bertahan 10 hari saja, dan mungkin Nona Muda.”


“Apa dia mencari mawar biru agar bisa menyelamatkan Damian?” gumam Mike, dia mengibaskan tangannya dan berjalan cepat.


“Siapkan kudaku!” Salah satu pengawal menunduk hormat dan berjalan pergi.


'Kenapa kau sangat nekat, Audrey!'


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Audrey berjongkok sambil mengatur napasnya yang memburu, setelah dikejar lebah setengah hari. Dia akhirnya bisa lepas dari mereka.


'Apa, tempatnya masih jauh?' Audrey mengecek tasnya, keningnya sedikit berkerut ketika tidak melihat peta yang dibawanya.


'Kenapa petanya bisa menghilang? bukannya aku tadi meletakkannya di dalam tas?' Audrey menatap sekeliling, hari mulai gelap dan membuat suasana sunyi di sekitarnya sangat menakutkan.

__ADS_1


“Aku harus pergi secepat mungkin!” Audrey mempercepat langkahnya menuju ke arah yang ditunjukkan oleh instingnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2