
"Jangan tanyakan pada Surya, tapi tanyakan itu pada wanita ini!" ketus Jia dengan menunjuk wajah Sinar dan dengan sekejap jari yang menunjuk Sinar kini sudah di tangkap oleh Sinar dengan menatap Jia dengan geram.
"Kenapa kau menunjukku? Lihatlah jarimu yang lain, mengarah padamu. Kau mengataiku atau mengatai dirimu sendiri?" ucap Sinar lantang. Bukan tanpa alasan Dinar mengatakan itu, karena sebelumnya Aldrick sudah bicara padanya kalau kekasih Surya berselingkuh di belakangnya.
"Sinar! Apa-apaan kamu?" bentak Surya.
"Surya, lihat dia. Dia menuduhku," rengek Jia.
"Sinar, jaga bicaramu!" ucap Surya marah.
"Apa? Jaga bicaraku! Katakan padanya juga, jaga mulutnya dan sikapnya itu!" ucap Sinar yang tak kalah keras suaranya dengan Surya.
Sedangkan Aldrick bingung, dengan ketiga orang di hadapannya. Surya marah dan Sinar sangat berani membentak Surya, tak seperti biasanya yang dia tahu, Sinar wanita yang sangat lembut dalam bicara dan Jia, dia mengatakan, jika Sinar berselingkuh.
"Ada apa ini? Tidak mungkin, jika Surya tidak tahu. Dia pasti tau sesuatu?" batin Aldrick.
"Surya, ada apa ini sebenarnya?" tanya Aldrick bingung dan Surya hanya menatap Sinar dengan geram.
"Biar ku beri tahu, Sinar ini sudah menikah dengan Surya untuk menjadi perawat Surya!" ucap Jia tegas.
Duuarrrr
"Apa?" kejut Aldrick hingga kakinya gemetar dan terduduk di bangku taman.
Sinar dan Surya terdiam, melihat raut wajah Aldrick yang menunjukan kekecewaan.
"Sorry, Al. Seharusnya kamu nggak perlu tau ini. Pernikahan ini hanya formalitas," jelas Surya lirih.
"Apa maksudmu?" tanya Aldrick.
"Aku dan Sinar menikah karena dia harus merawatku," jawab Surya.
Aldrick semakin bingung dengan penjelasan Surya. Bagaimana bisa pernikahan di lakukan hanya untuk merawat saja, pikirnya.
"Aku tidak mengerti ini! Pikiran buntuh, Sur! Aku tidak bisa berpikir. Kalian menikah! Kenapa kau tidak memberitahuku sejak awal? Dan Jia..., kenapa dia di sini?" ucap Aldrick.
__ADS_1
"Kenapa denganku? Surya kekasihku, jadi aku ada di sini!" ketus Jia.
"Kekasihmu? Surya kekasihmu? Barusan kau mengatakan Surya sudah menikah!" bantah Aldrick.
"Itu..., iya, itu benar. Tapi Surya tetap kekasihku," jawab Jia gugup.
"Sudahlah, Al. Seperti inilah pernikahan kami, hanya formalitas. Dan... aku dan Sinar tidak pernah berhubungan apa-apa. Kami hanya kontrak pernikahan sampai aku sembuh, dia juga menerima upahnya selama bekerja, itulah pernikahan kami. Untuk apa memberi tahu orang-orang, jika nanti juga akan selesai." jelas Surya.
Aldrick terdiam dengan penjelasan Surya, dia berfikir keras, karena dia tahu bagaimana Surya yang sebenarnya.
"Benarkah Surya tak menyentuhnya? Bagaimana mungkin? Surya sangat bergairah tinggi, dan dia menahan itu saat yang ada di depannya sesuatu yang tidak terlarang," batin Aldrick dengan menatap Sinar nanar.
Kekecewaan untuk Aldrick, dia melangkah kembali dari mansion itu, tanpa pamit pada siapa pun yang ada di sana.
Baru kali ini Aldrick menyukai seorang wanita setelah kekasih pertamanya meninggal karena kecelakaan. Aldrick menutup diri untuk setiap wanita dan setelah dia mendapat tambatan hatinya kembali, walau hanya seorang pelayan, namun hatinya sudah berlabuh pada Sinar yang ternyata adalah istri dari sahabatnya sendiri.
"Jia, kau kembalilah, dulu. Aku akan menghubungimu nanti," ujar Surya.
"Kenapa? Kau mengusirku?"
"Baiklah, tapi berikan aku atmmu. Aku ingin berbelanja untuk menghilangkan penat," ucap Jia manja.
"Hm. Sinar ambilkan dompetku!" pinta Surya dan Sinar segera beranjak dari tempatnya menuju dalam mansion.
Jia pergi setelah mendapatkan apa yang diinginkannya. Dan Surya juga Sinar kembali ke dalam mansion.
*
Malam hari, Aldrick dan Hendra berada di sebuah club langganan mereka. Aldrick tengah mabuk, tapi Hendra hanya minum sekedar saja. Dia tahu, jika salah satu sahabatnya sedang frustasi menghadapi kenyataan yang sebenarnya dia sendiri sudah tahu sejak awal. Hendra mengingat kembali saat di mana dia mulai curiga dan akhirnya membayar pelayan unyuk mengetahui rahasia mereka.
Flashback
Hendra yang mengatakan ingin ke toilet saat Surya dan Sinar sedang makan siang di meja makan. Sebenarnya dia tidak pergi ke toilet, tapi Hendra sedang memperhatikan mereka berdua dan setelah Hendra mencegah seorang pelayan dan memberinya uang, akhirnya dia tahu segalanya, jika Sinar dan Surya sudah menikah.
Flash on
__ADS_1
"Memangnya kenapa jika mereka sudah menikah?" ucap Hendra.
"Apa maksudmu? Mereka sudah menikah, suami-istri! Dan Surya memberikanku harapan palsu untukku!" kesal Aldrick.
"Iya, mereka suami-istri, tapi hanya sebatas perawat dan tuannya. Anggap saja Sinar itu pengasuh Surya, seperti pengasuh-pengasuh biasanya. Mereka merawat anak, anggaplah Surya itu anak kecil yang sedang di asuh oleh Sinar." ujar Hendra.
"Itu beda, Hen! Surya pria dewasa! Dan kau tahu, dia." bantah Aldrick lagi.
"Gue sudah tau sejak awal," ucap Hendra.
"Apa? Jadi Surya sudah memberi tahumu!" kesal Aldrick yang berpikir jika mereka mempermainkannya.
"Tidak! Bukan Surya. Aku sudah curiga sejak awal kita menjenguknya dan gue dapatkan info dari pelayan di sana. Ya..., dengan sedikit uang tentunya." jelas Hendra.
"Kenapa kau tak memberitahuku?" tanya Aldrick.
"Percuma. Kamu tau, pernikahan mereka terikat kontrak dan akan berakhir saat Surya bisa berjalan lagi. Setelah itu mereka akan berpisah, dan Sinar menjadi lajang kembali." jelas Hendra.
"Bukan lajang, tapi janda!" bantah Aldrick.
"Tapi janda perawan!" ucap Hendra lagi.
Aldrick tampak berpikir dengan ucapan Hendra yang terakhir. Dia terdiam memikirkan apa yang di katakan Hendra.
"Mungkin benar. Kenapa aku meragukan Sinar?" batin Aldrick.
.
.
.
.
Tinggalkan Vote kalian, buat author, ya😁
__ADS_1