Menjadi Istri Untuk Pengasuh Suamiku

Menjadi Istri Untuk Pengasuh Suamiku
Bab.74


__ADS_3

Keila pergi dari sana, dia mengajak Dikta dan Kevin untuk kembali ke kediamannya.


"Tidak apa, Pa. Keila akan mengerti nanti, dia memang seperti itu, tapi anaknya sebenarnya baik." Marlin menatap Wina setelah mencegah Dennis untuk menghalangi Keila.


*


*


Seminggu kemudian, ibu dari Sinar dan Bintang telah kembali dari klinik. Proses penyembuhannya berhasil, tapi masoh harus melakukan rawat jalan juga.


Saat ini, Rosma berada di rumahnya dan Sinar juga Surya ada bersamanya.


"Apa kabar dengan kalian? Bagaimana dengan hubungan kalian?" tanya Rosma pada Surya juga Sinar.


"Kami baik, Bu. Hubungan kami juga, baik-baik saja." jawab Surya.


"Baguslah. Ibu jadi tenang mendengarnya," jawab Rosma lirih.


"Bagaimana dengan Ibu, sudah semakin baik? Pengobatannya berhasilkan?" cecar Sinar, namun sebelum di jawab pertanyaan Sinar Bintang telah tiba bersama Nilam.


"Assalamualaikum!" salam Bintang.


"Wa'alaikumsalam!" jawab tiga orang yang berada dalam rumah.


"Bintang, sudah pulang. Ayo. Ada Nilam juga, ayo masuk." ajak Rosma.


"Iya, Bu." Bintang meraih tangan Nilam dan membawahnya untuk masuk ke rumah kecil mereka.


"Nilam, ayo duduk." sapa Sinar setelah mereka masuk.

__ADS_1


"Trima kasih, Mba. Mas Surya, juga datang?"


"Iya. Sinar nggak bisa jalan kakau tanpa aku," ujarnya bercanda.


"Enak aja! Bukannya Mas yang mepet terus," protes Sinar dan yang lainnya hanya tersenyum.


"Bagaimana dengan mami, Lam?" tanya Surya. "Apa dia sudah tau hubungan kalian?" lanjut Surya.


"Iya, Mas. Mami sudah tau dan tidak masalah. Bintang juga sudah ketemu sama mami," jelas Nilam.


"Bagus, deh. Berarti tinggal kasih tau papa. Jadi, kapan kalian akan ke mansion untuk bertemu papa?" ucap Surya lagi.


"Akhir pekan saja, Kak. Kami sama-sama libur saat itu." Bintang menatap Nilam di sampingnya dan Nilam mengangguk.


"Baiklah. Kabari kalau mau datang," jawab Surya dan Nilam juga Bintang mengangguk setuju.


*


*


"Itu mereka sudah datang," ujar Surya saat melihat Nilam dan Bintang memasuki pintu utama mansion.


Dennis dan Marlin memicingkan mata saat melihat Bintang bersama Nilam. Marlin sangat mengenal Bintang karna dia beberapa kali bertemu Bintang. Ini kedua kalinya Bintang menginjakan kakinya di mansion, saat pertama pada waktu menjadi wali nikah untuk Sinar dan saat ini dia kembali datang ke mansion itu.


"Bintang," ucap Marlin. "Apa kalian?" lanjutnya.


Nilam hanya menganggukan kepalanya pada Marlin sambil tersenyum. Kini Marlin mengerti dengan ucapan Surya yang tadinya.


Dennis pun mengerti, tapi sungguh dia tidak menyangka jika Bintang yang sering di bicarakan antara Sinar dan Surya adalah Bintang adiknya Sinar sendiri, namun tak apa. Dia tidak ingin mengulang kisah masa lalu, biarlah apa yang terjadi sesuai keinginan mereka.

__ADS_1


"Silahkan duduk!" pinta Dennis.


"Ayo-ayo. Duduk!" ucap Marlin bersemangat.


"Jadi bagaimana sekarang?" tanya Dennis.


"Pa, aku dan Bintqng telah menjalin hubungan sejak beberapa bulan lalu!" ungkap Nilam.


"Kok, Surya dan Sinar tidak ngomong?" ucap Dennis.


"Itukan Papa sudah tau!" jawab Surya.


"Kamu ini!" bantah Marlin.


"Ya, iya, kan. Ini skarang, kan sudah tau!" jawab Surya lagi.


"Mas," protes Sinar.


"Iya-iya. Sebenarnya mau ngomong ke Mama sama Papa, tapi kita sepakat biar ketemuan aja sekalian," jawab Surya setelah mendapat tatapan dari Sinar.


"Oh, begitu. Terus sekarang, apa kalian mau langsung nikah aja?" tanya Dennis lagi.


.


.


.


.

__ADS_1


By... By...


__ADS_2