Menjadi Istri Untuk Pengasuh Suamiku

Menjadi Istri Untuk Pengasuh Suamiku
Bab.49 ~Setuju


__ADS_3

"Baiklah, jika kalian memutuskan begitu, tapi lebih baik kalian memikirkannya matang-matang," ucap Rosma dan pada saat itu juga Bintang hadir bersama Nilam di sana.


"Assalamualaikum!" ucap Bintang memasuki rumah mereka.


Sinar berdiri dari duduknya, mendengar suara Bintang yang bergema di rumah kecil itu, begitu pun Surya ikut berdiri menyambut kedatangan Bintang.


"Bintang, sudah pulang. Sama siapa ini?" tanya Rosma yang masih bergeming di kursinya.


"Bu, ini Nilam, Bu. Dia satu universitas sama Bintang," jelasnya.


"Oh, ayo masuk, jangan sungkan-sungkan. Rumah kami hanya kecil," ujar Rosma dan nilam hanya mengangguk.


"Kak Sinar," sapa Bintang yang terlihat ssdikit tidak suka.


"Bintang, kami datang ingin bicara sama Ibu dan kamu juga," ucap Sinar.


"Oh, Mas Surya. Ada apa?" tanya Bintang tanpa melihatnya.


"Duduk dulu Bintang, ajak temanmu juga," ucap Rosma.


"Nilam, ayo." ajak Bintang.


"Maaf, sebaiknya saya duduk di depan saja. Tidak enak mendengar pembicaraan pribadi," ucap Nilam.


"Tidak apa, aku juga ingin bicara tentang kita." ujar Bintang.

__ADS_1


"Tentang kalian, apa kalian punya hubungan spesial?" tanya Sinar penasaran.


"Nanti saja. Kebetulan Kakak ada di sini, jadi aku mau sekalian ngomong," ucap Bintang.


"Baiklah, jadi siapa dulu yang ingin bicara ini?" tanya Rosma yang akan mendengar Bintang bicara juga.


"Kakak saja dulu," pinta Bintang.


"Kami sudah bicara dengan Ibu sebelum kamu datang dan sekarang tinggal sama kamu saja," ujar Surya.


"Ya, karakan saja!" pintanya lagi.


"Kami, aku dan kakakmu, ingin melanjutkan pernikahan kami. Kami tidak akan bercerai atau pun berpisah." ujar Surya sedangkan Sinar hanya diam, membiarkan Surya bicara.


Bintang memandang kakaknya yang hanya menundukkan kepalanya, kembali Bintang memandang ke arah Rosma dan ibu-nya hanya menganggukan kepalanya.


"Bintang setuju," batin Sinar.


"Sebenarnya aku sudah melihat gerak-gerik Kakak sewaktu menginap di sini dan aku sudah menebak hal ini akan terjadi," jelas Bintang lagi.


"Jadi waktu itu, kau mendengarku bicara?" ucap Sinar dengan terkejut dan mendapat anggukan kepala dari Bintang.


Sinar tersenyum mendapat jawaban yang memuaskan dari Bintang, karena yang dia tidak yakin akan setuju adalah adiknya yang satu ini dan kini hatinya sudah lega, hingga senyuman tidak pernah pudar dari wajahnya.


"Lalu, apa yang ingin kau bicarakan?" tanya Rosma.

__ADS_1


"Aku," ucap Bintang tertahan, Nilam telah menunduk dan menggenggam kuat sebelah tangan Bintang. Hatinya bergetar hebat saat Bintang ingin mengatakan hubungan mereka. Menurut pengalaman ibunya, orang dari kalangan bawah tidak akan suka berhubungan dengan orang kalangan atas, karena itulah ibunya dulu tak mendapatkan cintanya, karena hubungan antara kalangan atas dan bawah tidak di restui.


"Aku dan Nilam menjalin hubungan," lanjut Bintang.


Semua mata tertuju pada mereka. Rosma menatap Nilam dari ujung kaki hingga kepala, di lihat dari penampilannya Nilam bukan orang biasa.


"Apa yang orang tua Nilam tau?" tanya Rosma.


"Nilam hanya punya ibu dan ibunya ada di luar negri, Bu." Bintang mengambil alih jawaban Nilam dan Nilam hanya mengangguk.


"Apa ibu-nya Nilam tau, hubungan kalian?" tanya Rosma lagi.


"Ibu saya akan kembali beberapa hari lagi, saya akan beri tahu setelah dia kembali." ucap Nilam.


"Oh, begitu. Ibu hanya berharap ibu-mu tidak bermasalah dengan Bintang. Kamu sudah tau, kan, keadaan Bintang bagaimana. Kalau nantinya ibu-mu bermasalah, kalian bisa mempertimbangkan lagi." ucap Rosma.


"Baik, Bu." jawab Nilam dan Bintang menganggukinya.


"Semoga tidak ada masalah ke depannya, amin!" Doa Rosma dalam hati.


.


.


.

__ADS_1


.


By... By...


__ADS_2