Menjadi Istri Untuk Pengasuh Suamiku

Menjadi Istri Untuk Pengasuh Suamiku
Bab.24 ~Mulai kerja kembali


__ADS_3

"Sinar, besok kau akan membantuhku, kan?" tanya Surya dan mendapat anggukan.


Sinar kembali ke kamarnya, setelah menyerahkan laptop dan mematikan lampu kamar.


Sinar berbaring di kamarnya. Entah mengapa malam ini dia memikirkan kembali pertanyaan Marlin di siang itu.


Sinar membayangkan kembali saat-saat dia bersama Surya, hari-hari yang mereka lewati. Dari pertengkaran, obrolan yang masuk ke hati masing-masing. Saat tertawa berdua, saat merasa kesal dan saat hatinya bergetar memandang Surya.


Sedangkan di kamar Surya, dia tengah memikirkan yang sama seperti Sinar. perbedaannya, kini Surya tengah senyum-senyum sendiri dengan bayang-bayangnya dan Sinar yang di kamarnya berpikir dengan dilema di hatinya.


"Perasaan apa ini? Kenapa aku memikirkan itu?" gumam Sinar pada dirinya sendiri.


*


*


Malam berganti pagi, hari ini Surya akan mulai bekerja dari mansion, untuk membantu ayahnya.


Sebenarnya, sebelum terjadi kecelakaan itu, Surya bekerja di perusahaan sebagai wakil presdir dari ayahnya sendiri dan sekarang asisten Dennis yang menggantikan pekerjaan Surya selama masa.pemulihan untuk Surya.


Sedangkan Keila sangat tidak suka bekerja kantoran, karena itu dia tidak ambil pusing dengan perusahaan itu dan suaminya, Dikta memiliki perusahaan kecil yang baru rintisnya dengan uangnya sendiri.


"Mas Surya, mau mandi sekarang?" tanya Sinar yang baru saja masuk ke kamar itu dan mendapatkan anggukan tanda persetujuan. "Ok! Aku siapkan air, ya," lanjut Sinar, berjalan menuju kamar mandi.


Surya tersenyum melihat Sinar yang sangat telaten dengan pekerjaannya. Sinar menjalankan tugas sebagai seorang perawat seperti seorang istri, pikir Surya dengan senyuman yang terus di kembangkan.


Setelah selesai dari kamar mandi, Sinar segera mengambil baju dari dalam lemari dan meletakannya di kasur. Kembali mendorong kursi roda Surya ke arah kamar mandi.


"Di sini saja!" pinta Surya setelah berada di pintu kamar mandi.


"Mas, yakin! Kuat untuk masuk sendiri?" tanya Sinar dengan mengerutkan dahinya.

__ADS_1


"Walau tidak kuat, aku harus rajin mencoba, agar cepat sembuh!" jawab Surya, namun dari nada suaranya seperti tidak ikhlas.


"Baiklah, tapi hati-hati, di dalam licin!" pinta Sinar.


Surya menurunkan kakinya perlahan-lahan, walau gemetar untuk melangkah Surya tetap berusaha untuk menjangkau bathup dengan langkah yang kecil-kecil, sedangkan Sinar, masih berdiri di depan kamar mandi untuk menunggu sesuatu yang mungkin akan terjadi.


Sampai beberapa menit, Sinar tak mendengar apa-apa dari sana.


"Apa dia sudah sampai?" gumam Sinar.


"Mas ... sudah?" tanya Sinar dengan sedikit berteriak.


"Iya," jawab Surya yang benar telah mencapai bathup.


"Ok. Mas, kalau ada apa-apa, perlu bantuan, atau sudah selesai, panggil aku!" pinta Sinar yang masih setia berdiri di depan kamar mandi.


"Iya-iya! Kau cerewet sekali," jawab Surya.


"Tidak ada! Nanti aku panggil," jawab Surya.


"Ok!"


Sinar kembali menjauhi kamar mandi dan duduk di sofa untuk menunggu panggilan kembali dari Surya.


*


Di rumah Rosma, di akhir bulan selama dua hari Sinar akan menginap di rumah itu. Tapi di akhir bulan lalu, Sinar tidak datang hanya mengirim uang saja dengan alasan banyak pekerjaan dan memang benar pekerjaannya sangat kurang untuk meluangkan waktu karena setiap minggu harus menemani Surya terapi.


"Bu, aku akan menghubungi kak Sinar," ucap Bintang.


"Jangan, Bintang. Tidak perlu, kakakmu itu sedang bekerja dan lagi pula pasti dia lelah mengurus suaminya," ujar Rosma.

__ADS_1


"Suami apanya, Bu! Dia itu bukan suaminya, kakak itu di jadikan pengasuh di sana," ucap Bintang.


"Walau baagaimana pun, mereka menikah. Tidak boleh seperti itu," ucap Rosma memberi nasihat pada putra satu-satunya.


"Terserah, Ibu. Tapi aku harus memberi tahu kak Sinar, Ibu harus ke rumah sakit, kalau tidak sakit ibu akan semakin parah."


"Tidak perlu, ibu masih tahan."


"Bu, sekarang Ibu harus cuci darah 3 kali seminggu." ucap Bintang.


"Tidak apa, Nak. 2 kali saja cukup."


"Terserah Ibu saja. Tapi nanti kalau sakit Ibu kambuh lagi, aku akan tetap menghubungi kak Sinar," ucap Bintang dan di angguki oleh Rosma.


Seperti itulah keadaan Rosma sekarang, penyakit gagal ginjal yang dialaminya tak kunjung sembuh, bahkan sekarang dia harus melakukan cuci darah 3 kali dalam seminggu, setelah sebelumnya dokter menyarankan 2 kali dalam seminggu dan itu sangat membuat Bintang khawatir.


*


Di mansion saat ini Sinar dan Surya telah berada di ruang kerja Dennis, baru beberapa pekerjaan yang di suguhkan Dennis padanya, karena dia tahu kalau Surya tidak bisa terlalu lelah dan stres dalam masa pemulihannya.


"Surya,Surya,Surya...," pekik seorng wanita yang masuk ke dalam mansion.


.


.


.


.


Ayo, beri giftnya sama Auhtor😅

__ADS_1


__ADS_2