
"Keila, Surya, anak dari Wina ini adalah adik kalian!" lanjut Dennis.
"Apa!" kejut Keila dan Surya bersamaan.
Wina meneteskan air matanya, dia tak menginginkan hal lain yang dia inginkan hanyalah pengakuan dari ayah kandung putrinya.
Surya menatap Wina, mungkin benar seorang wanita tidak akan tega anaknya tidak hidup dengan lengkap. Tanpa seorang ayah, bahkan ibunya sendiri tersiksa memberikannya pada keluarga yang lengkap. Dari kejadian ini seharusnya dia bersyukur walau ayah kandungnya, walau ayah kandungnya tidak peduli padanya, tapi sosok Dennis melebihi apa yang dia harapkan, bahkan setelah tahu dia bukan anak kandung, tak sekali pun Dennis menyebutnya anak pungut dan tak berkurang kasih sayangnya juga madih sama seperti sebelumnya, pikir Surya.
"Itu benar Keila," ujar Marlin.
"Mama juga!" ucap Keila tak terima.
"Apapun itu, tapi sebuah kenyataan tidak bisa di ubah, Nak," ucap Marlin lagi.
"Ma! Mama tidak marah?" ucap Keila bertanya.
"Untuk apa? Setiap orang pasti punya kesalahan. Kita hanya perlu memaafkan dan menerimanya."
Dennis dan Marlin sudah sepakat sebelumnya, untuk tidak memberitahu masalah mereka dan Surya pada Keila. Biarlah itu menjadi rahasia mereka.
"Ma! Papa selingkuh, hingga punya anak!" ucap Keila yang tidak bisa menerimanya begitu saja.
"Aku, tidak butuh apa-apa dari kalian. Aku hanya ingin pengakuan dari ayah kandung Nilam, putriku. Dan jangan khawatir, kami tidak akan meminta sepersen pun harta yang Dennis dapat sekarang," ucap Wina.
__ADS_1
Keila menjadi terkejut dengan ucapan Wina.
"Siapa sebenarnya wanita ini?" batin Keila.
"Aku hanya minta perlakukan Nilam sama seperti anak kandungmu yang lain," lanjut Wina dengan menatap Dennis.
"Tentu. Aku minta maaf, karna dulu mengabaikanmu. Saat seharusnya aku tidak membiarkanmu pergi, tapi semua sudah terjadi dan aku meminta maaf, untukmu juga Nilam." Dennis sadar akan kesalahan dan meminta maaf pada Wina dan juga Nilam.
"Nilam, ini Dennis Haditama, ayah kandungmu," ucap Wina pada Nilam yang sedari tadi hanya diam.
Air mata Nilam luruh, jatuh membasahi pipinya yang mulus. Sejak tadi, dia menahan sesak di dadanya dengan cerita mereka.
"Nilam maafkan Papa. Papa baru mengetahui keberadaanmu. Seharusnya dari dulu, sejak papa sadar kamu sudah berada di perut ibumu, papa tidak biarkan dia pergi," ucap Dennis penuh penyesalan,
"Nilam, sekarang kamu juga anakku," ucap Marlin dengan besar hati.
Wina merasa terharu melihatnya, tidak di sangka Marlin akan menerima anaknya dengan ikhlas dan berbesar hati menerima kesalahannya dan Dennis dulu.
"Trima kasih, Marlin. Aku tidak menyangka kamu begitu baik. Kamu mau menerima anakku dan Dennis!" ungkap Wina.
"Anak suamiku juga anakku. Aku istrinya," ujar Marlin.
Sinar dan Surya pun melihat itu terharu, mereka saling menggenggam tangan satu sama lain, dan akhirnya mereka tahu apa yang di inginkan dari Wina dan itu membuat mereka lega.
__ADS_1
Keila tak membantah lagi, karena Marlin pun telah menerima anak di luar, ayahnya. Untuk apa lagi dia membantah, tak ada gunanya.
"Trima kasih, sudah mau menerimaku." akhirnya Nilam membuka mulutnya walau hanya untuk berterima kasih.
"Panggil Mama, juga Papa!" pinta Marlin dan Nilam mengangguk patuh.
"Keila, kamu mau ke mana?" tanya Marlin.
"Keila mau pulang!" jawabnya ketus.
"Keila!" ucap Dennis namun Marlin sudah menggelengkan kepala padanya.
Keila pergi dari sana, dia mengajak Dikta dan Kevin untuk kembali ke kediamannya.
.
.
.
.
By... By...
__ADS_1