Menjadi Istri Untuk Pengasuh Suamiku

Menjadi Istri Untuk Pengasuh Suamiku
Bab.72 ~


__ADS_3

"Aku sama Sinar di rumah aja!" ucap Surya dan semua mata tertuju padanya.


"Slamat siang!" sapa seorang wanita dan pandangan keluarga Haditama yang sebelumnya pada Surya, kini beralih ke arah suara yang terdengar menyapa mereka.


Marlin segera berdiri dari duduknya, begitu pun Dennis.


"Marlin aku datang menagih janjimu!" ucap Wina dengan tatapan sinis.


"Wina," ucap Marlin terkejut.


Semua orqng pun ikut berdiri, termasuk Keila dan Dikta yang belum lama sampai di mansion itu.


"Ada apa ini, Ma?" tanya Keila bingung.


Sedangkan Surya yang sudah mengenal Wina, yang dia tahu, Wina datang untuk menuntut perjodohan dengannya.


Di samping Wina ada Nilam juga. Nilam tak bersuara apa-apa, dia hanya menatap Dennis yang juga menatap dirinya.


Marlin menatap Keila yang bertanya padanya dengan sangat penasaran.


"Keila, ini tante Wina dan ini ..." Marl in ingin mengatakan apa yang dia pikirkan tentang Nilam, namun dia takut salah orang.


"Lalu, janji. Janji apa?" tanya Keila lagi.

__ADS_1


"Ini Nilam, putriku dan-"


"Wina duduklah dulu. Kita bisa membicarakan ini dengan baik," ujar Marlin.


"Tidak perlu, aku hanya-"


Lagi-lagi Marlin menyelah ucapan Wina, agar tidak mengatakan dengan tiba-tiba tentang kebenaran Nilam.


"Dennis juga tahu." ucap Marlin cepat.


Wina menatap Dennis dan mendapat anggukan darinya, membuat Wina mau dengan tawaran Marlin untuk duduk bersama mereka.


Keila dan Dikta menatap ke arah Dennis yang berada di samping mereka. Seperti mempertanyakan sesuatu, mata Keila tak berpaling dari Dennis.


"Akan papa jelaskan. Duduklah dan dengarkan, sebelumnya papa ingin bertanya dulu padamu Wina." ucap Dennis dan langsung saja pada Wina.


"Iya! Itu benar jika kau tak percaya. Lakukan apa yang kau pikir, benar!" jawab Wina.


"Kenapa tidak kau beri tahu sejak dulu?" tanya Dennis lagi.


Keila, Dikta dan Surya menjadi penasaran dengan apa yang mereka bicarakan. Sinar pun hanya diam, mendengarkan apa yang mereka bicarakan.


"Itu karna, aku takut kembali. Kau sudah menikah dan aku juga berpisah dari suamiku karna hamil!" jawab Wina yang kini tengah tergenang air mata di pelupuk matanya.

__ADS_1


Mereka semakin tak mengerti dengan pembicaraan para orangtua itu. Hanya Dikta yang seperti menangkap sesuatu dari pembicaraan mereka dan akhirnya pamit untuk membawah Kevin bersamanya.


"Kevin, main PS di kamar yuk!" ajak Dikta.


"Aku pamit dulu. Ajak Kevin main," ujar Dikta dan mendapat anggukan dari Dennis.


"Sebenarnya ada apa ini, Pa?" tanya Keila.


Surya dan Sinar yang mendengarpun, menjadi tidak mengerti. Bukannya, Wina datang untuk menuntut perjodohan. Kenapa bicara mereka, jadi nggak nyambung, pikir Surya.


"Aku tidak akan menyangkalnya. Dulu aku hanya berprasangka dengan sikapmu yang aneh, tapi skarang aku yakin. Bahwa dugaanku itu benar," ucap Dennis.


Memang saat Wina pamit pada suaminya dulu, untuk liburan dan ternyata dia datang ke Indonesia untuk bersama Dennis, cukup lama Wina tinggal, hampir 2 bulan lamanya dan saat seminggu sebelum kepergian Wina kembali pada Suaminya, dia melihat gerak-gerik Wina yang berbeda, sama saat di mana Marlin tengah hamil di trimester pertama, Wina juga merasakan hal yang sama seperti itu.


"Keila, Surya, anak dari Wina ini adalah adik kalian!" lanjut Dennis.


"Apa!" kejut Keila dan Surya bersamaan.


.


.


.

__ADS_1


.


By... By...


__ADS_2