Menjadi Istri Untuk Pengasuh Suamiku

Menjadi Istri Untuk Pengasuh Suamiku
Bab.53 ~Cerita Dennis


__ADS_3

Marlin dan Dennis menatap Surya yang mengajukan pertanyaan, membuat Surya berpikir jika kedua orangtuanya memiliki hubungan dengan wanita itu dan memiliki kisah yang dia tidak tahu.


"Ma, Pa. Ada apa? Kenapa kalian menatapku seperti itu?" tanya Surya curiga.


Di saat yang menegangkan, Sinar datang dengan nampan yang berisi tiga buah cangkir.


"Nyonya, Tuan, ini teh," ucap Sinar seraya meletakan cangkirnya di hadapan mereka.


"Sinar duduk sini!" pinta Surya dengan melambaikan tangannya pada Sinar.


"Tidak. Sebaiknya saya di belakang saja," tolak Sinar sopan.


"Tidak. Kau istriku, jadi kau harus di sini," ucap Surya lagi.


"Duduklah Sinar, kau juga harus dengar penjelasan dari Marlin!" pinta Dennis dan Sinar tahu jika perintah Dennis tidak bisa di tentang siapa pun.


Sinar melangkahkan kakinya menuju sofa samping Surya, kemudian duduk di sana.


"Surya biar papa yang jelaskan tentang wanita yang datang tadi!" ujar Dennis.

__ADS_1


"Ada apa sebenarnya, Pa?" tanya Surya semakin penasaran.


"Papa akan ceritakan, tapi jangan menyelah!" pintanya dan di angguki oleh Surya.


Dennis memulai ceritanya. "Dulu Wina dan papa memiliki hubungan, tapi karena papa orang seperti Sinar dulu, tidak punya apa-apa dan hanya pekerja biasa. Keluarga Wina tak menyetujui hubungan kami, karena papa hanya dari keluarga biasa saja, sedangkan mereka keluarga yang mempunyai nama besar. Wina sangat mencintai papa, hingga dia memberikan papa modal untuk membuka sebuah perusahaan kecil. Perusahaan yang sekarang sudah menjadi besar, semua itu adalah bantuan dari Wina." Dennis menjeda ucapannya dia menarik nafas panjang dan menghembusnya.


Surya sungguh tak percaya dengan yang di ucapkan Dennis, selama ini dia yang dia tahu jika perusahaan itu adalah perusahaan keluarga ayahnya, dia tidak tahu jika perusahaan itu di rintis oleh Dennis dari bantuan wanita yang ingin menjodohkan dia dengan anaknya.


"Enam bulan berjalan, perusahaan yang di rintis ayah belum berkembang, karena itu ayah Wina mengirimnya ke Singapura dan tak pernah kembali selama 10 tahun lamanya, ternyata dia sudah nikahkan dengan orang lain dan ayah juga sudah menikah dengan ibumu demi bisnis ayah yang baru berkembang." Dennis mengakhiri ceritanya, tapi dari raut wajahnya ada yang tersimpan, dan Surya menyadari itu.


"Apa itu akhir ceritanya?" tanya Surya.


Dennis menatap Surya dengan tatapan yang tak bisa di artikan.


*


*


Di kediaman Wijaya, Nilam telah siap menunggu jemputannya. Di teras rumah itu, Nilam duduk sambil memainkan ponselnya.

__ADS_1


Tit tit tit tit


Klakson motor metik di depan gerbang kediaman Wijaya terdengar di telinga Nilam dan dia segera berdiri, melangkah menuju seirang pria yang menunggu di atas motor itu.


"Hai," sapa pria itu yang mengenakan helm.


Nilam melebarkan senyumnya, menatap ke arah Bintang dan segera naik ke atas kendaraan pria itu.


Bintang menjemput Nilam menggunakan motor baru yang di berikan Surya padanya, sebenarnya dia sempat mati-matian menolak pemberian Surya itu, namun begitulah Surya yang tak bisa di tolak. Surya memaksa Bintang untuk menerimanya dengan dalih agar Bintang dapat menjenguk Rosma yang berada di klinik dan dapat memberitahukan keadaanya pada Sinar.


Bintang menancapkan gas motornya, meninggalkan kediaman Wijaya yang seseorang tengah berdiri di teras rumah itu dengan menatap mereka berdua yang terlihat mesra di atas motor matic yang di kendarai Bintang.


"Siapa pria itu?" gumam Wina yang menatap kepergian mereka.


.


.


.

__ADS_1


.


By... By...


__ADS_2