Menjadi Istri Untuk Pengasuh Suamiku

Menjadi Istri Untuk Pengasuh Suamiku
Bab.41 ~Saling mencintai


__ADS_3

"Sinar tolong dengarkan aku. Aku suka padamu, aku tidak ingin kamu pergi, aku ingin kamu berada di sini bersamaku, aku ingin kamu selalu menjadi istriku, aku mrncintaimu, Sinar." Surya mengatakan srmua itu tanpa jeda mrmbuat Sinar terperangah mendengarnya dengan jantung yang berdebar saat kata terakhirnya.


Deg deg deg deg


"Sinar, kenapa kamu diam?" tanya Surya.


"Mas, apa yang Mas katakan?" tanya Sinar balik.


"Aku mencintaimu Sinar!" ucap Surya meyakinkan.


"M-Mas mencintaiku." ucap Sinar meyakinkan dirinya dan mendapat anggukan dari Surya.


"Iya, aku mencintaimu. Maaf. Aku tau, aku salah berbohong sama kamu. Tapi itu karna aku tak ingin kamu pergi," jelas Surya.


"Kamu tau, kamu salah Mas dan setelah itu kau bilang mencintaiku. Nggak mungkin, Mas. Cinta tidak akan berbohong walau sakit rasanya."


"Semua adil dalam cinta dan perang Sinar," jawab Surya.


"Kenapa Mas ngotot sih?" kesal Sinar padahal swdari tadi dia sangat tenang.


"Mas tau, aku sakit hati di bohongi. Aku rasa dipermainkan, aku kecewa!" ucap Sinar tiba-tiba dengan nada tinggi dan air mat yang sudah menganak sungai.


"Maaf-maaf! Kamu kira enak? Aku yang merasakannya, bukan kamu. Kamu bohong sama aku, aku terima. Sekarang pekerjaanku sudah selesai dan kau bilang mencintaiku!" marah Sinar.


"Sinar. Tenanglah, kita bicara dulu," ucap Surya.


"Nggak! Aku nggak mau. Hari ini pekerjaanku selesai dan aku akan kembali ke rumah ibu." jawab Sinar.


"Sinar, kamu itu masih istriku! Kemana pun kamu pergi, aku ikut." balas Surya.

__ADS_1


"Mas, kenapa kamu keras kepala? Sebentar lagi kita berpisah," bantah Sinar.


"Dan aku tidak mau berpisah!" bantah Surya juga.


Terjadilah perdebatan di antara mereka, Sinar tak ingin Surya mempertahankan keinginannya padahal dia sendiri sedang mempertahankan egonya sendiri.


"Sinar, berpikirlah. Aku ingin membina rumah tangga yang sesungguhnya denganmu," ucap Surya.


"Mas, mengertilah. Pernikahan kita hanya sebatas kontrak kerja yang tidak di dasari oleh cinta, tidak mungkin akan bertahan," jawab Sinar.


"Tapi, aku sekarang mencintaimu."


"Tapi, aku juga mencintai Mas!"


"Ya, itulah. Kenapa tidak bisa? Jika kau juga ..."


Surya terdiam, begitu pun Sinar yang sudah keceplosan dengan ucapannya sendiri. Sinar menutup mulutnya rapat dan Surya terkejut, namun bahagia.


"Mas-Mas, tunggu. Bukan seperti itu," ujar Sinar, namun Surya tak peduli, dia tetap memeluk tubuh mungil itu dalam dekapannya.


"Tidak bisa menarik kata-katamu. Kata yang di ucapkan dengan tidak sengaja, itu jujur. Jangan membohongi dirimu sendiri, kau juga mencintaiku!" desak Surya.


"Tapi, Mas. Aku ..."


"Tidak ada tapi-tapi!"


"Mas Surya, mengertilah. Aku tidak bisa walau aku mau," ujar Sinar.


"Apa yang menjadi masalahnya? Akan ku hadapi," ujar Surya lagi.

__ADS_1


"Mas tidak mengerti," ucap Sinar lirih.


"Tenanglah. Aku akan bersamamu, apapun itu."


"Kau memaksa!"


"Ya. Aku akan terus memaksa, karena aku tau hatimu sekarang," ucap Surya dengan masih mendekap pinggang wanita itu.


*


*


Di tempat lain, Bintang sedang bersama seorang wanita sedang bersamanya.


"Nilam, kamu tau kondisiku. Aku takut kita tidak di restui orangtuamu," ucap Bintang


"Bintang, aku menerimamu apa adanya dan aku sanggup melawan mama jika dia tidak merestui kita," ucap wanita bernama Nilam, yang bersama Bintang.


"Kakakku juga menikah dengan orang berada sepertimu dan aku tidak suka itu, karena awalnya dia hanya pelayan di rumah mereka. Tapi, pernikahan mereka hanya formalitas dan akhir-akhir ini aku melihat kakakku sangat dekat dengan orang yang di nikahinya untuk di rawat. Aku tidak suka, jika nantinya kakakku akan di cecar dan dituduh yang tidak-tidak dan aku juga takut itu terjadi pada kita," jelas Bintang.


"Jangan pikirkan itu. Yang terpenting mereka saling mencintai, jika ingin meneruskan hubungan. Karena orang lain tidak akan membahagiakannya dan begitu pun juga kita, saling mencintai dan hanya kita yang bisa menentukan kebahagian kita, bukan orang lain," ucap Nilam. "Seminggu lagi, ibuku kembali dari singapura dan aku akan bicara padanya," lanjut Nilam.


.


.


.


.

__ADS_1


By... By...


__ADS_2