Menjadi Istri Untuk Pengasuh Suamiku

Menjadi Istri Untuk Pengasuh Suamiku
Bab.25 ~Tidak bisa memuaskan


__ADS_3

"Surya,Surya,Surya...," pekik seorang wanita yang masuk ke dalam mansion.


"Mas Surya, kayaknya ada yang datang ... nyari Mas Surya, kayaknya," ucap Sinar yang mendengar suara memanggil Surya, samar-samar. "Aku liat dulu, ya?"


Sinar membuka pintu ruangan, keluar mencoba melihat siapa kedatangan seseorang yang mengusik hatinya.


"Surya!" panggil wanita itu lagi yang adalah Jia.


Sinar menatap malas, wanita yang menuju dalam mansion dengan meneriaki nama Surya kemudian kembali masuk ke dalam ruangan itu.


Braak


Sinar menutup pintu dengan sedikit keras, karena perasaan dongkol yang melihat Jia masuk ke mansion tanpa adab sedikit pun.


"Mas, keluar dulu, liat siapa yang datang!" ujar Sinar dengan nada malas.


"Siapa?" Surya menatap Sinar dengan mengerutkan dahinya setelah melempar pandangannya dari laptop di hadapannya.


"Jia! Kayaknya ada masalah, deh. Wanita itu keliatan kesal," jelas Sinar.


Surya menjalankan kursi rodanya kemudian Sinar pun membantu mendorongnya.


"Jia, apa yang kau lakukan? Kau kira mansion in hutan!" ketus Marlin yang baru saja keluar dari kamarnya yang mendengar keributan.


"Tante! Di mana Surya?" ucap Jia.


"Ada apa?" hardik Surya setelah melihat kelakuan Jia.


"Surya!" Panggil Jia setelah melihat kedatangan Surya dari arah yang berbeda.

__ADS_1


"Kenapa kamu membuat keributan? Sudah ku katakan jangan datang jika.aku tidak menyuruhnya!"


"Surya, ada apa denganmu? Kau memblokir atm yang ada padaku, aku malu!" aduh Jia dengan wajah kesal.


Semua mata tertuju pada Jia, termasuk Keila yang baru saja keluar dri kamar Kevin.


"Hei, wanita tidak tahu diri! Itu lebih baik, agar kau tidak berfoya-foya dengan uang kami!" bentak Keila yang merasa kesal.


"Kakak, aku kekasih Surya, jadi aku berhak atas uangnya," ujar Jia.


"Tidak tahu malu," gumam Marlin.


"Kekasih katamu! Di mana sih, Leonard itu?bukannya dia juga kekasihmu?" ucap Keila yang berhasil membungkam Jia.


"Siapa Leonard?" tanya Marlin.


"Leonard, a-aku t-tidak tahu. Aku tidak kenal, siapa itu? Kak, aku tidak kenal dengan siapa tadi yang Kakak katakan," elak Jia.


Sebuah foto terpampang di layar ponsel milik Keila, dan semua mata tertuju pada layar pipi itu.


Begitu mesranya, foto yang di tunjuk oleh Keila di ponselnya membuat Jia gelagapan, mencari sesuatu alasan untuk mengelak dari bukti itu.


"Tidak! Itu tidak benar!" ucap Jia.


"Haa! Tidak benar, jadi kau ingin mengatakan aku berbohong? Dasar jal4ng tidak tahu malu!" bentak Keila dengan penuh emosi.


"Surya, itu tidak benar! Kau percaya, kan padaku?" ucap Jia cepat.


"Sinar, ayo kembali ke dalam," pinta Surya.

__ADS_1


Sinar ingin membawah Surya, namun Jia mencegahnya.


"Surya, apa yang kau lakukan? Kau tidak percaya padaku?" ketus Jia.


"Jia, sudahlah! Bukan aku yang memblokir atm itu, tapi papa dan ... sebaiknya kau pergi. Aku tidak suka kau di sini!" ujar Surya.


"Apa? Surya, kau tidak bisa lakukan itu padaku!" ucap Jia.


"Kenapa, tidak? Kau berhubungan dengan pria lain, dan kau marah pada Surya!" ucap Marlin yang masih beta menyaksikan perdebatan mereka.


"Tante. Aku tidak seperti itu!" bentak Jia dengan panik.


"Jia! Pergilah dari sini!" pintah Surya dengan nada marah.


"Tidak!"


"Kenapa, apa kau tidak puas dengan satu lelaki saja, hingga urat malumu sudah putus!" ketus Surya.


"Iya! iya! Itu karena kau tidak bisa memuaskanku, makannya aku mencari laki-laki lain untuk memuaskanku! Itu karena kau!" ucap Jia dengan berteriak.


Sinar menggelengkan kepalanya, saat mendengar ungkapan Jia. Dia tak menyangka jika wanita dapat berbuat seperti itu dan Keila segera menyeret wanita itu keluar dari mansion, karena sudah muak dengan penuturannya.


.


.


.


.

__ADS_1


Jangan lupa di simpen di favorit kalian, ya😁


__ADS_2