Menjadi Istri Untuk Pengasuh Suamiku

Menjadi Istri Untuk Pengasuh Suamiku
Bab.43 ~Dennis sadar


__ADS_3

Dennis beranjak menuju dalam kamar mandi dan Marlin hanya menatap hingga pintu tertutup.


"Maafkan aku, pa ...." batin Marlin.


*


*


Sinar dan Surya masih di kamar yang Sinar tempati. Surya tak mau keluar dari kamar itu, dan Sinar sangat kesal dengannya.


"Mas, keluarlah! Aku mau bersih-bersih!" ucap Sinar dengan nada merengek.


"Apa kau butuh bantuanku?" tanya Surya dengan tatapan yang bisa di artikan oleh Sinar.


"Tidak perluh!" jawabnya.


"Baiklah. Aku tidak akan mengganggumu. Aku akan tidur di sini, menunggumu selesai dan tidak akan mengganggu." jawab Surya.


"Mas!!"


"Sinar... Aku tidak mengganggu...." Surya membaringkan badannya di ranjang tanpa mempedulikan raut Sinar yang tak suka dengan keberadaannya.


"Ck" Sinar berdecak, karena pria yang berada satu kamar dengannya itu sangat keras kepala.


Sinar menuju lemari, mengambil handuk dan pakaian gantinya dan berlalu menuju kamar mandi.


"Bagaimana aku menjelaskan pada ibu dan Bintang," gumam Sinar di depan pintu kamar mandi sebelum masuk ke dalamnya.


"Akan ku bantu," jawab Surya yang tengah berdiri di belakang Sinar dan berbisik di telinganya.


"Awkk!" pekik Sinar yang melihat Surya di dekatnya seraya mendorong Surya hingga terjerembab ke lantai.

__ADS_1


Buukk


"Auw!" teriak Surya, saat terjatuh dan Sinar segera berlari ke dalam kamar mandi lalu mengunci pintunya dengan rapat.


"Sinar!" pekik Surya kesal.


"Siapa suruh kau seperti hantu!" ucap Sinar dari dalam ruangan kecil yang tertutup itu.


Surya bangkit dengan kesal lalu kembali ke ranjang.


"Kau harus tanggung jawab Sinar!" gumam Surya dengan wajah yang di bulatkan.


*


*


Dennis berada di ruang kerjanya, sebelum makan malam dia ingin mengecek pekerjaan Surya karena seharian ini, Surya tidak mengirimkan email apapun padanya.


Marlin masuk ke dalam ruangan itu dengan membawah secangkir kopi di tangannya.


"Ada apa, Pa?" tanya Marlin yang melihat Dennis mengerut-ngerutkan dahi saat melihat laptop.


"Surya tak menyelesaikan pekerjaannya dan tak ada satu pun yang dia kerjakan!" ungkap Dennis.


"Surya tidak masuk ke ruangan ini seharian ini, Pa," jawab Marlin.


Dennis semakin bingung mendengar jawaban istrinya.


"Apa ada masalah?" tanya Dennis.


"Itu yang aku ingin bicarakan," jawab Marlin segera meletak kopi dan duduk di hadapan suaminya.

__ADS_1


"Apa?" tanya Dennis dengan penasaran.


"Surya dan Sinar ..."


"Ada apa dengan mereka?" lanjut Dennis yang sudah tidak sabar. Selama ini dia tidak pernah memusingkan kejadian di mansion, tapi kali ini dia sungguh sangat ingin tahu.


"Pa, sebenarnya Surya sudah sembuh sejak mama mengatakan pada Papa dan Keila, tapi kalian tidak percaya." ucap Marlin.


"Maksud Mama?" tanya Dennis dengan terkejut.


"Iya, Pa. Hari itu Mama membangunkan dan saat mama tau kalau dia sudah sembuh, tapi dia meminta mama untuk tidak mengatakannya," jelas Marlin.


"Tapi, kenapa?" tanya Dennis lagi.


"Itu karna dia mencintai Sinar dan tak ingin berpisah dengannya. Mama sudah coba jelaskan padanya, tapi Surya keras kepala. Dia bilang akan cari waktu yang tepat untuk bicara, namun akhirnya ya, seperti sekarang. Sinar sudah tahu sendiri," jawab Marlin.


Dennis tak berkata-kata lagi, dia merenungkan kesalahannya yang tidak pernah peduli dengan keadaan mansion. Sebelum dia cuek, tak ingin tahu, hanya sibuk di kantor saja. Dia tak tahu jika istrinya pusing memikirkan sikap dari putra semata wayang mereka yang kini telah jatuh cinta pada istri perawatnya yang sebentar lagi akan meminta pisah dari putranya sendiri.


"Lalu bagaimana dengan Sinar, Ma?" tanya Dennis tiba-tiba.


"Sinar sudah bicara pada mama. Dia bilang pekerjaannya sudah selesai dan ... Mama nggak tahu lagi, Pa. Surya bilang dia akan bicara dengan Sinar," ujar Marlin khawatir. Sebenarnya yang dia khawatirkan adalah wanita yang menelvonnya tadi.


"Baiklah. Nanti, setelah makan malam kita akan bicara dengan mereka," ucap Dennis mengakhiri pembicaraan mereka.


.


.


.


.

__ADS_1


By... By...


__ADS_2