Menjadi Istri Untuk Pengasuh Suamiku

Menjadi Istri Untuk Pengasuh Suamiku
Bab.51 ~Hampir saja


__ADS_3

Jantung Marlin berdetak cepat, dia sangat takut jika Wina akan mengatakan semuanya di hadapan Dennis, bahkan Sinar dan Surya sudah berada di ruangan itu.


"Wina, sebaiknya kita bicara di luar," ucap Marlin dengan menggenggam tangan Wina.


"Janji apa?" tanya Dennis.


"Janji-"


"Ayo, Wina!" ajak Marlin lagi.


"Tunggu! Ada apa dengan kalian? Janji apa yang kalian bicarakan?" cegah Dennis.


"Sudalah, Marlin. Sekarang Dennis harus tau semuanya," gertak Wina.


"Wina," ucap Marlin lirih. Dia berharap semoga Wina tidak membocorkan semuanya, jika itu terjadi, maka entah apa yang akan terjadi pada keluarganya.


"Katakan!" pinta Dennis.


"Baiklah. Dennis, Marlin telah berjanji padaku 18 tahun tahun lalu, jika dia akan menjodohkan Surya dengan putriku!" ungkap Wina.


"Apa!" kejut Surya.


"Marlin, apa ini?" tanya Dennis.


"Maaf, Pa. Saat itu aku ... "

__ADS_1


"Ma, bagaimana bisa? Mama menjodohkan aku dan anak dari wanita tidak waras ini!" ucap Surya marah.


"Hei, kau Surya, Bukan? Aku adalah calon mertuamu, jadi bersikap sopanlah padaku!" ujar Wina dengan menunjuk Surya.


"Tidak! Aku sudah menikah! Dan ini adalah istriku!" jawab Surya lantang dengan menggenggam Sinar erat.


"Apa yang kau lakukan, Marlin?" bentak Wina marah.


Marlin hanya meneteskan air mata, ini semua kesalahannya. Jika dulu dia tidak menyetujui permintaan Wina, mungkin saat sekarang ini tidak akan terjadi. Marlin tidak menyangka jika Wina nekat datang ke mansion mereka, untuk itu. Sebelumnya, Wina hanya menghubunginya melalui telvon dan sekarang dia masuk ke rumah itu.


"Wina, ku mohon, Surya sudah menikah. Mintalah yang lain dariku, akan ku berikan." ucap Marlin memohon.


"Benarkah, kau akan memberikannya?" Marlin mengangguk mendengar pertanyaan Wina yang menatapnya.


"Wina!" bentak Dennis.


Marlin menatap nanar permintaaan Wina, bagaimana mungkin dia meminta suaminya. Marlin tidak bisa berkata-kata lagi, bahkan Sinar merasakan hal yang sama dengannya. Suaminya di minta oleh orang lain, sedangkan hubungan mereka baru saja akan di mulai. Sungguh dia tidak rela, apalagi yang sudah berpuluh tahun menjalin rumah tangga, bagaimana bisa mertuanya itu Rela.


"Dasar tidak waras!" ucap Surya.


"Hai, yang tidak waras ini akan-"


"Ikut aku!" Marlin menyeret Wina untuk keluar dari mansion.


"Marlin!" Wina menghempas tangan Marlin ketika mereka sudah berada di halaman depan mansion.

__ADS_1


"Wina, tolong pergilah dari sini. Aku akan menemuimu nanti, tapi tidak di sini," minta Marlin dengan memohon.


"Baiklah. Aku akan menunggumu datang! Jangan sampai aku yang kembali mencarimu di sini!" ancam Wina dengan menunjuk Marlin.


"Baiklah. Beri aku waktu, aku akan menemuimu dan menjelaskan semuanya," jawab Marlin.


Di depan mansion, Dennis, Surya dan Sinar tengah memperhatikan interaksi keduanya dengan tatapan yang penih tanda tanya, apa yang mereka bicarakan? Karena jarak yang cukup jauh, hampir ke gerbang mereka hanya bisa mendengar percakapan mereka seperti gumaman.


Wina pergi dari tempat itu dan Marlin kembali ke arah mansion, menuju di mana orang-orang yang tengah menunggunya.


"Ma, kita perluh bicara," ucap Surya yang menatap dingin ke arah ibu-nya.


"Benar. Kita perluh bicara dan berilah penjelasan pada kami," sambung Dennis. Marlin hanya dapat menatap ketiga-nya.


Entah apa yang di katakannya pada mereka. Alasan apa yang harus di berikannya. Pikirannya kini harus berputar cukup keras karena kedatangan Wina ini, sebelumnya dia berpikir akan menjelaskan pada Wina, jika mereka hanya bertemu berdua saja. Tidak di sangkah Wina nekat datang ke mansion dan hampir saja, membeberkan semua rahasianya.


.


.


.


.


By... By...

__ADS_1


__ADS_2