Menjadi Istri Untuk Pengasuh Suamiku

Menjadi Istri Untuk Pengasuh Suamiku
Bab.36 ~Bergelut getaran


__ADS_3

"Iya sebentar!" jawab Surya yang bergerak menuju kursi rodanya. Dia duduk dan menjalankan kursi rodanya, menuju pintu yang di ketuk.


Klek


"Mas Surya, kok ngunci pintunya?" tanya Sinar heran.


"Nggak apa-apa. Tadi lagi ganti baju," jawab Surya seraya mengalihkan pandangannya yang tak sanggup menatap Sinar karena sedang berbohong.


"Hm, ini Mas."


"Taruh di kasur saja!" pinta Surya.


"Kok, aku rasa, Mas berbeda, ya!" ungkap Sinar.


"Beda?" tanya Surya balik, dia takut jika Sinar curiga padanya.


"Ah, nggak ada. Mungkin perasaanku saja," ucap Sinar. "Mas mau apa sekarang? Mau kopi atau teh, nanti aku buatkan."


Surya mengelus dadanya, karena Sinar tak meneruskan apa yang dia cemaskan.


"Mas!"


"Haa! Ada apa?" tanya Surya terkejut.


"Mas, kau tak mendengarku?" tanya Sinar heran.


"Maaf. Kau bilang apa?" tanya Surya balik.


"Benar, kau melamun. Kau tidak dengar," Sinar semakin penasaran dengan Surya yang tak seperti biasanya. "Aku bertanya, kau ingin kopi atau teh, akan ku buatkan." lanjut Sinar.


"Oh, maaf. Kopi saja," jawab Surya lalu meraih laptop dan map yang terletak di kasur.


"Baiklah. Akan ku buatkan," jawab Sinar kemudian berlalu dengan kebingungannya.


"Huuf! Sampai kapan!" gumam Surya.

__ADS_1


*


*


Beberapa hari berlalu, keadaan masih sama dengan yang sebelumnya. Surya masih tidak siap mengatakan pada Sinar dan orang lain tentang kesembuhannya, kecuali Marlin.


Saat ini Surya dan Marlin sedang bersama di ruang kerja yang di gunakan Surya.


"Surya, sampai kapan kamu ingin berbohong? Katakanlah. Mama takut, Sinar kecewa setelah mengetahuinya." ujar Marlin.


"Iya, Ma. Surya juga ingin mengatakannya, tapi belum dapat waktu yang tepat," jawab Surya.


"Mama tidak berharap ini dari kamu. Kamu ingin menahan Sinar bersamamu dalam waktu yang lama, tapi caramu ini, salah!" ucap Marlin.


"Iya, Ma, nanti Surya bicara sama Sinar ...."


Klek


Sinar masuk dengan membawah secangkir kopi untuk Surya.


"Emp, emp, nggak ada. Cuma ...." Surya menjadi salah tingkah, takut jika Sinar mendengar perbincangan mereka.


Sinar menatap Marlin, dengan penuh tanya. Entah apa yang mereka bicarakan hingga menyebut namanya.


"Itu, Surya mau bicara pribadi sama kamu. Kalau begitu mama keluar dulu," ujar Marlin yang mendapat tatapan.


"Mau bicara apa, Mas?" tanya Sinar lagi.


"Oh, itu. Ibu kamu sudah sehat?" tanya Surya mengalihkan.


"Maksudnya? Ibu bagaimana? Ibu memang sakit dan sakitnya tidak akan mudah di sembuhkan." ujar Sinar.


"Oh, itu. Ada pengobatan tradisional, untuk penyakit ibumu kalau mau."


"Oh, nanti aku bicarakan dulu dengan ibu." jawab Sinar.

__ADS_1


"Iya, baiklah. Kalau sudah ada keputusan, beritahu aku." ucap Surya mengakhiri.


*


*


Pagi ini, Surya sudah bangun, mengambil handuk dan berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan badannya.


Dengan santai dia berjalan, tanpa menatap ke arah lain, yang sudah berada Sinar di sana. Tanpa di sadarinya Sinar telah berada di kamar itu, di sudut jendela untuk menganti gorden.


Sinar menatap nyalang pada Surya yang berjalan seperti orang sehat wal'4fiat. Tanpa rasa nyeri bahkan berdiri tegap dan berjalan dengan dada terbuka.


Tak ada suara yang keluar dari bibirnya, keluh dan bergetar. Sinar seperti melihat penampakan yang terdiam di sudut kamar itu.


"Mas Surya, bisa berjalan? Dia sudah sembuh, sejak kapan? Apa ini mimpi?" kata-kata itu hanya bisa di katakan hatinya tanpa bisa di ucapkan.


Klek.


Surya telah masuk ke dalam kamar mandi, tanpa dia sadari seseorang tengah menatapnya dengan mata yang terbuka lebar.


"Awk!" Sinar mencoba menampar pipinya sendiri, mencoba membangunkan dirinya dari mimpi, tapi sayangnya, itu bukan mimpi tapi kenyataan.


"Berarti, selama ini, mereka membohongiku! Tega sekali!" ucap Sinar dengan bibir bergetar dan air mata yang sudah menetes.


Sinar berjalan duduk di sofa, dengan air mata yang menetes dan hati yang bergelut dengan getaran, dia ingin penjelasan dari Surya.


.


.


.


.


By... By...

__ADS_1


__ADS_2