
"Ayo," ajak Surya dari luar pada Sinar yang terlihat ragu untuk turun dari mobil dan Surya sudah tidak sabar untuk menemui ibu mertuanya dan adik iparnya.
Sinar masih duduk di dalam mobil, bergeming dengan pemikirannya sendiri. Dia tidak tahu bagaimana caranya bicara dengan ibu-nya dan Bintang, apalagi Bintang yang tidak suka sedari awal pernikahan yang dilakukannya.
"Sinar...," panggil Surya lagi.
"Emp, iya Mas."
"Ayo!"
"Mas Surya, nanti aja, ya. Ngomongnya sama ibu dan Bintang, aku belum siap," ucap Sinar.
"Kenapa? Tanggung, kita sudah di sini dan nggak ketemu, nggak enaklah," jawab Surya.
Akhirnya Sinar turun dalam diam, jantungnya deg-degan untuk bertemu ibu-nya dan Bintang.
"Semoga saja, Bintang nggak ada di rumah," batin Sinar.
Surya menggandeng tangan Sinar menuju depan rumah yang akan mereka datangi. Pintu rumah masih tertutup, entah adaa atau tidak da orang di dalamnya, mereka harus menyapa agar mengetahuinya.
Tok tok tok tok
"Assalamualaikum...!!" salam Surya dan terdengar suara langkah kaki dari dalam rumah.
"Waalaikumsalam!" jawab seorang wanita dari dalam, yang di duga Surya itu pasti ibu-nya Sinar.
Klek
"Assalamualaikum, Bu," sapa Surya dan Rosma menatap pria yang berdiri di hadapannya dari kaki hingga kepala lalu beralih pada seseorang di sampingnya.
"Sinar!" ucap Rosma tanpa membalas salam dari Surya. "Waalaikumsalam," lanjutnya serelah mengingat.
__ADS_1
"Ayo, masuk," ajak Rosma ke dalam rumah.
Sinar dan Surya masuk mengikuti langkah Rosma dari belakang, lalu duduk di sofa bersama.
"Bintang di mana, Bu?" tanya Sinar.
"Dia keluar sebentar, katanya ke rumah teman." Sinar menganggukan kepalanya tanda mengerti.
"Ini siapa, Sinar?" tanya Rosma.
"Kenalkan, Bu. Saya Surya, suaminya Sinar. Kita belum pernah bertemu, maaf saya baru bisa datang." ucap Surya.
"Nak Surya. Oh, sudah sembuh, ya, sekarang?" ujar Rosma.
"Iya, yang seperti Lihat," jawab Surya.
"Sinar tidak pernah cerita sama ibu," ucap Rosma lagi.
"Begini, Bu. Sebenarnya kami kemari ingin membicarakan sesuatu," ujar Surya cepat. Sepertinya Sinar masih sungkan untuk mengatakan niat mereka, untuk membicarakan tentang pernikahan mereka.
"Membicarakan apa?" tanya Rosma dengan mengerutkan dahinya.
"Kami ingin membicarakan tentang pernikahan kami, Bu." Sinar menatap Surya yang berkata pada ibunya. Dia sungguh tak sabaran, untuk mengatakan itu, pikir Sinar.
"Pernikahan... Oh, apa kalian sudah memutuskan untuk perpisahan?" tanya Rosma, karena dia tahu isi dari kontrak pernikahan mereka dan asumsinya, mungkin Surya ingin segera berpisah.
Sinar dan Surya saling tatap, lama menunggu hingga Rosma tak sabar lagi menunggu jawaban dari keduanya.
"Lalu bagaimana? Kapan kalian akan melakukan perpisahan?" tanya Rosma lagi yang melihat keduanya diam.
Surya memalingkan wajahnya, menatap kembali ke arah Rosma.
__ADS_1
"Sebenarnya, kami tidak ingin berpisah, Bu!" ungkap Surya.
"Maksud kalian?" tanya Rosma cepat.
"Bu ... sebanarnya, kami sudah bicara dan kami akan memulai lembaran baru untuk pernikahan kami. Kami ingin melanjutkan pernikahan ini," jelas Surya.
"I-iya, Bu," jawab Sinar dengan anggukan.
"Kenapa kamu terlihat ragu?" Surya menatap Sinar yang mendengar pertanyaan Rosma.
"Aku ..., aku takut Ibu kecewa dan ... Bintang juga. Sejak awal dia tidak menyukai pernikahan ini dan sekarang ketika mendengar ini, entah apa katanya," jelas Sinar.
"Kenapa kamu memikirkan itu, jika kamu bahagia ibu tidak akan menghalangi keinginan kalian, tapi satu yanh ingin ibu tau pasti. Apa dasar kalian ingin melanjutkan pernikahan ini, bukannya di kontrak itu sudah jelas, jika Nak Surya sembuh pernikahan itu akan berakhir?"
"Kami saling mencintai, Bu." jawab Sinar dan Surya bersamaan.
"Apa benar begitu? Bukannya hanya saling membutuhkan. Di lihat dari awal pernikahan kalian, Nak Surya membutuhkan seseorang untuk merawatmu dan Sinar membutuhkan uang," ujar Rosma lagi. Dia masih ragu dengan keputusan mereka.
"Bu, saya tidak tau kapan itu datang dan ini bukan hanya saling butuh, tapi kami tidak ingin saling kehilangan satu sama lain." jelas Surya meyakinkan.
"Baiklah, jika kalian memutuskan begitu, tapi lebih baik kalian memikirkannya matang-matang," ucap Rosma dan pada saat itu juga Bintang hadir bersama Nilam di sana.
"Assalamualaikum!" ucap Bintang memasuki rumah mereka.
.
.
.
.
__ADS_1
By... By...