
Irena memberikan isyarat kepada rekannya yang lain yang telah bersembunyi sejak lama, mereka tidak terang-terangan melawan mereka melainkan menunggu sampai mereka muncul lalu menyergapnya secara bersamaan.
Dua goblin telah menjadi korban mereka berempat. Sesuai yang sudah disepakati, ini akan menjadi perburuan terakhir mereka. Setelah mengalahkan Hobglobin sekarang mereka akan berpindah tempat.
Jika mereka hanya puas melawan goblin maka saat gelombang muncul mereka jelas tidak akan bertahan.
Angel yang telah menarik busurnya membidik satu diantara lima goblin, tembakannya mengenai tepat di kepalanya membuat goblin yang tersisa menjadi waspada.
Sebelum mereka bisa mengantisipasi serangan berikutnya, Winy dan Irena telah menghabisi sisanya.
Satu goblin masih hidup dan hendak melarikan diri namun panah Angel mengakhirinya dengan baik.
Eva yang seorang pendeta memberikan sihir penyembuhan sederhana untuk Winy yang terluka di bagian lengannya. Goblin barusan melukainya agar bisa meloloskan diri.
"Semakin kita mendekati mereka goblinnya akan lebih banyak, kita tidak akan sanggup melawan mereka."
"Aku juga sependapat dengan Winy," ungkap Angel sementara Eva hanya akan mengikuti suara yang lebih banyak.
__ADS_1
"Kita akan meledakan mereka dalam satu serangan, jadi tak perlu mereka secara satu persatu... yang harus kita lakukan hanya memancing mereka.
Dengan uang yang sebelumnya didapat Irena di dungeon ia telah membeli beberapa tong peledak yang cukup untuk menghancurkan mereka.
"Goblin di sini telah tumbuh semakin banyak hanya menunggu waktu mereka akan menyerang kota kita, maka dari itu kita akan meledakan mereka bersama kotanya. Ini demi kebaikan kita jadi mari lakukan."
Semua orang mengangguk mengiyakan, sementara yang lain mengawasi Irena dan Winy yang sedang menata tong sedemikian rupa hingga sulit diketahui oleh para goblin.
Ledakan akan menciptakan api yang mana melahap mereka dengan sebuah kematian, sekarang yang dibutuhkan adalah sebuah umpan dan dibandingkan siapapun Irena jelas umpan yang terbaik yang bisa diandalkan.
Membawa batu di tangannya, Irena melemparkan batu tersebut pada seekor goblin raksasa atau lebih tepatnya disebut Hobglobin sebagai pemimpin pasukan di kota ini.
Mereka tidak memiliki kecerdasan karenanya itu akan berjalan lancar.
Eva yang mengawasi sosok Irena mulai mengangkat tangannya ke atas untuk memberikan instruksi pada Angel. Untuk Winy dia berdiri di depan untuk memperlambat para goblin.
Saat Irena melewatinya dia mengangkat pedangnya yang dilapisi kobaran api membara, tepat saat dijatuhkan itu membuat gelombang kejut dengan api yang diarahkan pada mereka.
__ADS_1
Menanggapi serangan tersebut mereka--para goblin, berhenti untuk menahannya.
"Ini sudah cukup."
Winy berlari ke belakang di saat yang sama tangan Eva dijatuhkan, dan Angel menembakan panah dengan ujung api, panah tersebut naik ke atas kemudian jatuh tepat di atas tong.
Selanjutnya rentetan dari ledakan silih berganti hingga menciptakan api setinggi belasan kaki, seluruh goblin bisa dikalahkan sayangnya untuk Hobglobin dia masih berdiri.
Ada semacam pelindung sihir yang tertera padanya yang mana secara otomatis melindunginya.
Eva mengerenyitkan alisnya.
"Bukannya gelang pelindung sihir itu dimiliki kelompok Barnett"
"Aah, tidak salah lagi... Dia pasti sudah tewas dibunuhnya," perkataan Winy adalah penjelasan yang tepat untuk menggambarkan situasi yang terjadi.
Kelompok Barnett adalah petualangan peringkat silver dengan kata lain Hobgoblin itu jelas sangatlah kuat.
__ADS_1
Gelang tersebut tak akan jatuh begitu saja dan dipungut Hobglobin ini dengan mudah.