Menjadi Kuat Seorang Diri

Menjadi Kuat Seorang Diri
Chapter 23 : Kerajaan Vardes


__ADS_3

Setelah mempersiapkan diri, Arina memimpin jalan untuk pergi ke kerajaan Vardes, mereka kembali menerobos hutan dan beberapa jam kemudian mereka akhirnya telah sampai di tempat tujuan.


Walau disebut kerajaan sebenarnya entah Vardes atau Asteria hanya memiliki satu kota sebagai tempat yang masih dihuni walaupun sebenarnya kedua kerajaan itu memiliki cukup wilayah seperti halnya Neira.


Sekarang Grey mengetahui alasan kenapa raja dari kerajaannya tersebut melakukannya, manusia di sini benar-benar diambang kepunahan.


"Ayo lanjutkan."


"Aah."


Mengikuti Arina mereka sampai di pos pemeriksaan untuk mengisi formulir dan selanjutnya masuk ke dalam kota yang jelas sangat sederhana, tidak ada bangunan tinggi ataupun rumah mewah, semuanya hampir mirip dengan kota perbatasan. Orang-orang tampak berlalu lalang dan sesekali mereka membeli sesuatu dari para pedagang.


Ada beberapa yang hanya duduk pasrah dengan keadaan dan sisanya bahkan menggendong bayi yang sedang menangis.


"Aku tidak pernah tahu bahwa tempat ini lebih buruk dari perbatasan."


"Kesulitan sumber daya memang cukup mengganggu namun kekurangan sumber manusia sama juga, di sini hanya banyak diisi para wanita, anak-anak dan orang tua. Mereka tidak bisa bekerja layaknya seorang pria dewasa," atas pernyataan Arina, Grey bisa mengerti hal demikian.


Dia mengarahkan pandangan ke arah Anabeth yang berkeringat dingin.


"Kau baik-baik saja?"


"Hum, aku tak apa..."


"Peganglah tanganku."


"Baik."

__ADS_1


Mereka sampai ke istana dan di sana para penjaga segera melaporkan kedatangan mereka pada ratu, beberapa saat menunggu mereka dipersilahkan masuk tidak di singgasana melainkan di ruang pribadinya.


Ratu sedang sakit jadi dia hanya berbaring di atas tidur.


"Ah, maafkan aku... seharusnya aku menyambut kalian dengan layak, tapi kondisiku tidak memungkinkanku untuk melakukannya."


"Biar aku periksa."


Arina seorang penyihir dia juga ahli dalam menyembuhkan penyakit.


"Tubuhnya lemah, aku pikir dia kekuatan gizi dan terlalu banyak pikiran."


"Aku tidak bisa tidak memikirkan nasib pendudukku, beberapa hari ini para monster yang dipimpin oleh jenderal bernama Januar datang menyerang kami."


Ratu terbatuk-batuk dan Arina segera menyodorkan gelas berisi minumannya.


Dia menulis beberapa tanaman herbal di kertas yang mana disodorkan pada Grey.


"Apa kau tahu semua tanaman ini?"


"Tentu, aku sering mengambil quest relawan, kebanyakan mereka adalah orang-orang sakit yang membutuhkan tanaman seperti ini."


"Syukurlah aku tidak menyangka kau bisa mengetahuinya, aku mengandalkanmu."


"Kalau begitu aku akan mencarinya."


"Boleh aku ikut Grey."

__ADS_1


"Maaf Anabeth, tapi bisakah kau tetap di sini membantu Arina, aku tidak akan lama."


"Tolong berhati-hatilah."


"Baik."


Grey keluar dari istana dan selanjutnya keluar dari kota, mungkin dia perlu lebih banyak obat untuk bisa digunakan semua orang.


Daerah sini tidak terlalu sering disentuh manusia karenanya dia dengan mudah menemukannya, terlebih dengan jumlahnya yang banyak, di sekitar rerumputan dia memilih tanaman yang benar.


Ada gerombolan Boar yang menjadikannya sebagai ancaman dan dengan mudah Grey tumbangkan.


Mereka jelas menjadikan tanaman herbal ini sebagai makanan, ada 50 ekor Boar yang berhasil dia kumpulkan.


Sumber makanan memang banyak sayangnya dia yakin tidak banyak orang yang mampu berburu seperti ini.


"Siapa di sana?"


Grey mendengar seorang berkata ke arahnya, dia menengok dan melihat seorang wanita dengan pakaian kesatria berdiri di sana, tak hanya satu orang di belakangnya ada beberapa orang wanita yang turut bergabung.


"Apa mungkin kalian dari kerajaan Vardes?"


Satu orang itu mengangguk mengiyakan.


Grey bisa merasakan hatinya sedikit terluka.


Mereka hanya para gadis di umur 12 -15 tahun namun telah dituntut untuk melindungi kota dan sepertinya mereka juga bertugas mengumpulkan makanan untuk banyak orang.

__ADS_1


__ADS_2