Menjadi Kuat Seorang Diri

Menjadi Kuat Seorang Diri
Chapter 51 : Setelahnya


__ADS_3

Alexia yang melihat semua pertarungan itu tampak terkagum-kagum, saat tubuh Grey jatuh ke lantai ia segera mendekat untuk memeriksanya.


"Grey kau baik-baik saja?"


"Sepertinya aku terlalu memaksakan diri, tapi syukurlah kita menang."


"Kau ini... terima kasih banyak, kau menyelamatkan kerajaan ini. Aku sangat berterima kasih."


Alexia duduk dengan berlinang air mata dan Grey mengalihkan pandangan darinya ke atas langit yang tampak memukau.


"Kita pulang Via."


"Baik tuan."


Insiden kerajaan Neira kini telah dipublikasikan, semua orang menyambut kedatangan ratu baru mereka Alexia dan di saat yang sama Irena diangkat sebagai komandan pasukan kerajaan bersama anggota partynya.


Para petualang kota perbatasan yang masih bertahan akan diberikan penghargaan dan uang untuk jasa mereka dan akan diperkuat lagi dalam pertahanan kota.


Setelah perayaan, Grey berpamitan pada semua orang dan ia kembali ke kerajaan miliknya sendiri Vardes, Flarisa dan Anabeth memeluknya dengan senang.


"Aku pulang."


"Selamat datang kembali."


Setelah menyelamatkan Neira kini ia juga bertekad untuk membenahi kerajaan ini lalu mengalahkan Undead King untuk selamanya.


Beberapa hari berikutnya di lapangan latihan, para kesatria wanita tampak berbaris untuk menembakan senjata api mereka. Letupan suara memekakkan telinga terdengar saling bersahutan.

__ADS_1


"Mereka telihat sangat terlatih," ucap Grey demikian yang dibalas seseorang di sampingnya.


"Kami berjuang keras, tapi beberapa tidak ingin kehilangan pedangnya karena itu kesatria wanita kini dibagi dua, menjadi kesatria pedang dan kesatria penembak dan kini sudah banyak orang-orang yang turut mendaftar juga menjadi kesatria," suara itu berasal dari Sartina, karena ia seorang komandan ia membawa pedang dan senjata agar tidak terlihat mendukung salah satunya.


Grey bisa melihat bahwa dia memang yang paling bekerja keras.


Musim dingin akan segera tiba jadi mereka memilih untuk memperkokoh pertahanan dan melatih para pasukan baru, dalam satu tahun hanya saat musim dingin saja pasukan undead king tidak pernah menyerang siapapun.


Tak hanya manusia bahkan iblis juga tidak ingin mengambil resiko ketika cuaca tak bersahabat bagi mereka.


Itu merupakan keuntungan bagi manusia.


Beberapa hari kemudian salju telah turun dan sebagian besar telah menutupi area istana, tak hanya berdiam diri kini Grey, Via, kedua istrinya Flarisa dan Anabeth berada di perkarangan untuk membuat sebuah boneka salju.


Tak hanya mereka Sartina, Arina dan juga Eir turut bergabung.


"Benar sekali."


"Aku ingin segera punya bayi."


"Anabeth jangan mengatakan hal seperti itu di tempat umum."


"Aku juga."


"Flarisa juga."


Suara tertawa terdengar dari Arina.

__ADS_1


"Kalian keluarga yang bahagia."


Sartina mengangguk mengiyakan. Setelah mereka bertukar obrolan ringan semua orang sibuk membuat boneka salju.


Arina tidak membuat sesuatu yang sama seperti dua bola salju yang disatukan melainkan menggunakan sihirnya untuk memahat es.


Eir menunjukan bagian dimana ia memahat.


"Buatan kita akan menjadi paling bagus di sini."


"Benar sekali."


Via sedikit memberikan komentarnya.


"Mereka sangat serius, bahkan membuat naga raksasa."


"Kita juga tidak boleh kalah, Arina bisa buatkan bongkahan es untuk kita juga," ucap Anabeth.


"Kalian juga ingin melakukannya, aku tidak keberatan loh."


Arina dengan senang membuat masing-masing orang satu, Sartina yang tadi murung tampak kembali bersemangat, dibantu Eir ia mulai memahat.


"Tunggu, bukannya kau asistenku."


"Aku bukan asistenmu, aku membantu semua orang di sini."


"Apa? Padahal kita sering menghabiskan waktu bersama, dasar pengkhianat."

__ADS_1


Sebenarnya hubungan kalian ini seperti apa, ucap Grey dalam hati.


__ADS_2