Menjadi Kuat Seorang Diri

Menjadi Kuat Seorang Diri
Chapter 06 : Rekan Sementara


__ADS_3

"Apa yang kau inginkan?" tanya Grey dengan nada datar.


"Kau ingin pergi ke dungeon bukan? Boleh aku ikut?"


"Niat seperti apa yang kau sembunyikan."


Irena meraih kerah pakaian Grey selagi menatap menembus celah-celah helmnya yang tersembunyi. Ini tindakan tidak sopan namun petualang sudah terbiasa bersikap kasar. Mereka bukan bangsawan yang harus menjaga tata krama dan bertindak layaknya orang licik.


"Karena sikapmu inilah yang membuat orang lain salah paham," dia mendorongnya sedikit sebelum melanjutkan," tapi aku yakin kau bukan orang jahat, kebetulan kelompokku sedang libur.. aku tidak ada kerjaan jadi izinkan aku ikut denganmu."


"Aku bekerja sendirian."


"Kau ini? Hanya sementara saja, besok anggotaku juga kembali, dan aku janji tidak akan mengganggumu lagi."


Grey menjatuhkan bahunya lemas.


"Hanya kali ini saja, setelah itu.."


"Aku tahu, aku akan menjauh darimu."


Setelah memberitahukan kepada Mary, akhirnya keduanya berjalan pergi ke dungeon yang dimaksud. Mereka melewati gunung berbatu untuk sampai ke lokasi.

__ADS_1


Setelah Undead King menghabisi setengah dari umat manusia, dungeon mulai bermunculan di dekat pemukiman manusia yang tersisa, ketika bulan berwarna merah, semua monster dari dalam dungeon akan muncul ke permukaan dan secara serempak menghancurkan desa ataupun kota terdekat, demi meminimalisir jumlahnya beberapa petualang mengambil quest ini untuk membunuh mereka.


Grey mengulurkan tangannya untuk membantu Irena naik.


Sikapnya seperti petualang sesungguhnya, dengan moral serta kepedulian terhadap rekannya walaupun dia tidak menyukainya, aneh jika orang sebaiknya tidak berkelompok dengan siapapun, pikir Irena.


Dari yang didengar Irena, Grey telah kehilangan rekannya dalam gelombang pertama namun entah apa yang terjadi dia masih selamat meskipun sejak itu dia mulai menutup wajahnya serta mengurangi interaksi dengan rekan petualang lainnya.


Walau sikapnya begitu dia masih peduli dengan caranya sendiri, karena itulah dia mengambil quest relawan yang selalu diabaikan oleh petualang lainnya.


Dibandingkan siapapun dia adalah orang yang sangat baik.


Irena sedikit kagum dengannya.


Terkadang di dalam dungeon yang muncul, terdapat barang-barang berharga seperti peti harta karun, senjata kuat dan bahkan perkamen langka. Tidak ada yang tahu bagaimana semua itu ada di sana, yang jelas mungkin saja dungeon sebenarnya dibuat untuk menarik banyak orang masuk.


Dari yang Grey ketahui, dungeon kaya dengan energi sihir kemungkinan dungeon juga membutuhkan energi manusia yang memasukinya sebagai upaya menciptakan monster.


Alasan ini juga sudah diantisipasi oleh pihak guild kota Risol ataupun guild di perbatasan lainnya, agar sedikit orang yang terbunuh guild memberikan quest penyelidikan seperti yang dipakai Grey sekarang untuk petualang tingkat menengah atas. Untuk Grey memang sebuah pengecualian tersendiri.


Setiap menjelajahi lantai, Grey akan membuat peta termasuk identitas monster yang muncul di setiap lantainya, tak terbatas satu jenis terkadang di dungeon diisi makhluk-makhluk berbeda.

__ADS_1


Irena menggunakan kedua pedangnya untuk membunuh beberapa tikus besar yang tertuju pada mereka, berbeda dari monster yang lainnya mereka mengerti sebuah kerja sama dan bagaimana mereka bertarung untuk menjatuhkan musuh.


Grey menuliskan semua pengamatannya.


"Mereka cukup sulit ditangani, aku rasa dungeon ini bisa dimasuki petualang dari tingkat silver."


"Aku mengerti, jadi tempat ini tidak cocok untuk tingkat besi dan perunggu," atas ucapan Grey, Irena mengangguk mengiyakan.


Setelah mengisi sketsa jalan serta monster, Grey pun ikut terlibat dalam pertarungan. Dia mengayunkan pedangnya untuk membunuh tikus-tikus tersebut.


Ukuran mereka setengah meter dengan mata merah dan gigi berjeruji. Pergerakan mereka juga cepat.


Satu tikus menggigit lengannya yang mana hal itu memang disengaja olehnya.


"Dengan gigitan seperti ini peralatan rendah juga bisa menahannya untuk beberapa kali."


"Kau melakukan itu hanya untuk mengetahuinya."


"Aku membuat catatan berbeda selain yang diminta dari guild."


"Kau benar-benar melakukan pekerjaanmu secara maksimal."

__ADS_1


Grey menghabisi tikus tersebut kemudian membuang pelindung di tangannya setelah evaluasinya selesai.


__ADS_2