
Para kesatria wanita berlatih untuk menembak, sementara tim Arina dan Eir membuat peluru dan saat itu juga Grey telah kembali ke kota Risol.
Dia menemui Mary dan Irena di kantornya untuk membuat rencana selanjutnya tak terkecuali putri dari kerajaan ini juga turut bergabung bernama Alexia Neira.
Keberadaan putri telah diumumkan ke segala wilayah dan dengan itu kini wilayah Neira telah terpecah menjadi dua kubu, yang mendukung putri dan satu lagi mendukung perdana menteri.
Putri berfikir untuk meraih kebebasan, sementara perdana menteri menginginkan bergabung dengan Undead. Dari keduanya sudah terlihat mana yang memberikan hal baik untuk masa depan manusia.
Irena mulai merangkum seluruh kejadian saat Grey tidak berada di tempat ini.
Ada lima titik yang menjadi lokasi pertempuran yang baru-baru ini terjadi dimana pemimpin musuh dipimpin oleh para bangsawan, karena Grey sudah mengalahkan satu orang kini hanya empat orang lagi yang tersisa.
Dan lokasi berikutnya yang akan terjadi peperangan adalah di tempat yang disebut jembatan Trisula, jembatan ini begitu luas dan jika bisa menerobos jalan ini maka mereka akan selangkah lebih maju untuk pergi ke ibukota, tentu saja tempat itu juga sangat diperkuat.
"Apa ada jalan lain kecuali melewati jembatan tersebut?" tanya Grey.
__ADS_1
"Ada saja tapi kurasa itu perlu waktu, paling tidak kita harus menunggu sungainya mengering dan baru bisa menyeberang," balas Irena disusul Alexia.
"Jika dua atau empat orang mudah menyusup di bawahnya tapi jika banyak orang itu akan sangat sulit, ada sekitar 2.000 pasukan berjaga di sana."
"Jika begitu lebih baik kita ledakan saja jembatan itu, kita bisa mengulur peperangan sedikit lebih lama dan saat kita siap kita akan menyebrangi sungai yang sedikit mengering menggunakan tali."
"Itu sangat nekat tapi kurasa tidak masalah untuk mencobanya... mereka tidak akan bisa mengirim pasukan dan kita bisa mengalahkan banyak dari mereka, bagaimana menurutmu Mary?"
"Itu bisa dilakukan kita hanya meledakan jembatannya dan membuatnya sedikit oleng hingga orang-orang di atasnya berjatuhan, aku setuju."
"Sebenarnya kita tidak ingin melakukan ini, namun itu lebih baik dibandingkan kita yang mati, mereka ingin menjual umat manusia ada Undead King, hal yang mereka lakukan hanya membawa kita kepada kehancuran."
Alexia tidak bisa membalasnya lagi dan hanya menundukkan kepalanya sampai Grey meletakan tangan di kepalanya.
"Ini adalah hal yang dipilih oleh orang dewasa, putri Alexia tidak punya kesalahan apapun."
__ADS_1
Grey harap itu bisa sedikit meredakan penyesalan dari gadis di depannya. Saat malam hari tiba Irena dan Grey menyelinap dengan tong-tong kecil berisi bubuk mesiu, jika ditumpuk dan diikatkan di bawah jembatan dengan jumlah besar maka ledakan akan terjadi yang mana cukup untuk menghancurkan semuanya. Untuk menyalakannya Angel akan membidiknya dengan anak panah.
Sehari tidak akan mungkin selesai paling tidak mereka memerlukan waktu tiga malam dan di malam terakhir Angel menarik busurnya.
Panah miliknya diisi potongan kain yang dibakar dengan api di ujungnya, saat dia melepaskannya panah itu meluncur dengan kecepatan tinggi dan tepat menusuk tong sesuai sasaran, bersamaan itu.
Door!! Bam!! Door.
Rentetan ledakan besar secara bersamaan saling sahut menyahut, para penjaga yang bersiaga hanya bisa menerima nasib mereka tertimpa puing-puing, terbawa arus bahkan lenyap tenggelam.
Grey mengepalkan tangannya.
"Kita berjuang untuk manusia, sekarang kita juga harus membunuh manusia. Namun, apapun itu kita sudah tidak bisa ragu lagi."
Irena dan Angel mengangguk mengiyakan.
__ADS_1