Menjadi Kuat Seorang Diri

Menjadi Kuat Seorang Diri
Chapter 31 : Tidak Naif


__ADS_3

"Aah, perwakilan Undead King menemui raja dan menawarkan bahwa jika kalian tidak memberikan kepala miliknya maka seluruh kerajaan akan dibinasakan dan siapapun yang menentangnya akan dihabisi, singkatnya setiap manusia yang memilih tunduk padanya akan dipekerjakan sebagai budak sementara para bangsawan yang membantunya akan dijadikan pengurus untuk mengurusi para budak."


"Jangan konyol, lalu apa pilihanmu?" tanya Grey spontan.


"Tentu saja aku tidak akan menerimanya, bahkan jika Undead King memiliki kepalanya tidak ada jaminan bahwa kita akan hidup dengan baik mungkin yang paling buruk kita akan dijadikan semacam ternak. Kau sepertinya tidak terkejut apa kau tahu tentang kepala itu?"


"Aah, baru-baru ini aku tahu hal yang terjadi sampai sekarang.. jika manusia memilih bersekutu dengan mereka maka tidak akan ada masa depan untuk manusia, lalu apa pilihan raja?"


Nil diam sejenak seolah sulit mengatakannya, dari reaksinya Grey bisa tahu pilihan apa yang diambilnya.


"Dia memilih tunduk."


Dibandingkan siapapun raja pasti lebih tahu soal keadaan negaranya.


"Aku berhasil membawa tuan putri yang menentang hal itu, sayangnya kami perlu senjata untuk mengambil alih semuanya."


"Apa putri setuju untuk melawan ayahnya bahkan membunuhnya?"


Grey hanya bisa melontarkan berbagai pertanyaan sembari mengamati Nil dengan seksama.


"Itu jalan satu-satunya, sekarang berikan senjatanya padaku."


"Sayang sekali tidak ada jaminan bahwa kau berada di pihak putri, kemungkinan besar kau ingin menggunakan senjata ini untuk membantai seluruh pemberontakan, mengasumsikan apa yang terjadi, kemungkinan besar Undead King akan menyelesaikan semuanya di gelombang ketiga."

__ADS_1


Nil tertawa terbahak-bahak.


"Kenapa kau begitu yakin?"


"Mudah saja, tidak ada seorang anak yang ingin membunuh ayahnya sendiri, dibandingkan melakukannya ia pasti akan memilih untuk menyadarkan ayahnya atau menghentikannya tanpa membunuhnya, sayang sekali saat kau datang berkunjung ke kota Risol bersama putri aku bertemu dengannya dan mengobrol sedikit, aku tahu bagaimana kepribadiannya."


"Jadi begitu, sepertinya aku memang bertemu dengan orang yang merepotkan, tidak masalah apapun itu... semuanya tidak akan berubah."


Sekarang Grey memilih untuk menghabisi orang di depannya, orang ini berbahaya. Ada kemungkinan juga semua bangsawan memilih bergabung dengan Undead King, pada dasarnya mereka tidak pernah peduli pada orang-orang diperbatasan.


Grey sekarang dipenuhi berbagai pikiran mengerikan di dalam kepalanya sebelum akhirnya memilih mengesampingkannya, yang jelas kehidupan manusia telah diujung tanduk.


Nil mengayunkan pedangnya kembali menciptakan bilah cahaya, Grey tidak cukup bodoh untuk menahannya dan dia melompat menghindarinya kemudian berlari mendekat.


Di saat yang sama Nil terus memberikan tebasan berikutnya memaksa dia menghindarinya lebih serius, satu tebasan tidak bisa dihindarinya dan itu memotong satu tangannya ke udara.


"Sial."


Grey membiarkan darah mengalir membasahi tanah dan terus berlari, di tebasan berikutnya dia sengaja membenturkan pedangnya hingga hancur berserakan kemudian melemparkan pedangnya ke depan.


Tentu itu bisa ditahan baik oleh Nil.


"Kau benar-benar putus asa bukan?"

__ADS_1


"Jangan bercanda, setiap hari aku menantang makhluk yang lebih kejam dan mengerikan darimu, hal seperti ini tidak akan membuatku goyah "


"Hah?"


Sebuah benda menyerupai bola dilemparkan ke bawah kaki Nil. Itu meledak dimana menyemburkan asap keunguan.


"Ini racun, kau menggunakan hal licik."


"Dalam pertempuran apapun bisa dilakukan, yang tersisa hanya ada seorang pemenang."


"Apa?!"


Nil membelah asap melalui pedangnya namun tidak ada siapapun di sana, saat dia berbalik Grey sudah berada di belakangnya menusukan ujung belati menembus jantungnya.


"Kau?"


"Maaf saja, aku tidak terlalu naif untuk membiarkan orang jahat hidup, jika aku membiarkanmu tidak ada jaminan kau tidak akan membunuh orang yang tak berdosa, aku memang sangat berhati-hati agar tidak ada lagi orang-orang seperti rekanku yang mati begitu saja."


Nil ambruk ke samping tanpa meninggalkan sepatah kata apapun kecuali kehidupannya yang mulai memudar dan mati seperti sebuah lilin yang tertiup seutuhnya.


Di dalam hutan seorang gadis mengenakan mantel berkerudung melihat ke atas langit dan bergumam.


"Nil."

__ADS_1


Dia kembali berjalan tanpa memperlihatkan wajahnya.


"Apapun yang terjadi aku tidak akan membiarkan kerajaan ini jatuh pada iblis."


__ADS_2