Menjadi Kuat Seorang Diri

Menjadi Kuat Seorang Diri
Chapter 60 : Hutan Spirit


__ADS_3

Ketika para musuh terlihat, Grey bersama pasukannya menyerang, mereka menggunakan peledak kemudian menggunakan sihir suci untuk membuat para undead itu tak berdaya.


Sartina memimpin di garis depan dan berteriak selagi menunggangi kudanya.


"Serang."


Dan mereka mengikuti pergerakannya, ini adalah tanah lapang tandus yang menjadi pertempuran selanjutnya. Grey turut berada di sana membasmi undead sebanyak yang ia bisa sampai sesuatu mengejutkan terjadi.


Di depannya seekor tengkorak raksasa muncul, itu setinggi bukit dan masing-masing di tangannya memegang sebuah tulang paha yang dijadikan senjata. Saat dia menghantamkannya ke tanah itu menciptakan ledakan ke udara sementara para pasukan terbang ke segala arah, dari mereka juga terbunuh di tempat.


"Besar sekali," ucap Via dalam bentuk pedang, sebelum dirinya dibawa lari untuk menghindari serangan berikutnya. Grey tidak terlalu ceroboh untuk menahan serangannya tidak ada jaminan bahwa dia mampu untuk mengimbangi tengkorak ini.


Ia meminta seluruh pasukan untuk mundur untuk memberikan ruang baginya bertarung satu lawan satu.


Grey melompat ke samping kemudian melompat ke arah tengkorak untuk memberikan tebasan ganda, meski begitu itu tidak benar-benar melukainya dengan baik melainkan membuatnya terpental ke belakang.


Grey berkata pada Via.


"Kita lakukan itu."

__ADS_1


"Owh, akhirnya waktunya aku bersinar telah datang."


Dua serangan menghantam Grey dari atas.


"Grey?" teriak Sartina namun dia tidak berada di sana melainkan berada di atas makhluk tersebut. Singkatnya dia terbang dengan sayap cahaya.


"Jadi ini teknik spirit," tambah Sartina. Pedang di tangan Grey mulai membesar jauh lebih besar dan besar. Saat itu dijatuhkan kepala tengkorak bersama tubuhnya terbelah dua bagian kemudian meledak dahsyat.


Pertarungan ini selesai dengan sebuah kemenangan.


Tidak ada cara untuk membawa orang-orang yang telah mati, mereka hanya mengambil tanda pengenal mereka untuk diberikan pada keluarga mereka, sementara sisanya mereka makamkan di tempat.


Ini demi kebebasan semua orang, pengorbanan mereka tak pernah terbuang sia-sia, apa yang dipikirkan semua orang sekarang.


"Baik."


Rombongan Grey akan terus membersihkan para penyerang dan ketika mereka berhasil menjatuhkan semuanya, maka mereka akan bergerak ke wilayah undead king sesungguhnya.


Mereka beristirahat kembali di dalam hutan yang di sekelilingnya dihiasi tanaman berbuah lebat, di pinggirnya adalah aliran sungai yang jernih.

__ADS_1


"Apa di sini benar-benar aman?" tanya Sartina yang dibalas anggukan Via.


"Tentu saja, ini wilayah spirit.. jika bukan karena aku kita semua tidak akan bisa masuk ke dalam sini loh," katanya bangga.


"Tapi aku tidak melihat roh satupun?" potong Sartina.


"Sudah jelas bukan, mereka tidak ingin bertemu manusia.. semenjak manusia menculik kami dan menjadikannya sebagai senjata mereka tidak ingin terlihat lagi."


Kejadian itu terjadi saat ketiga negara melawan undead king untuk pertama kalinya. Grey bisa mengerti apa yang dirasakan mereka jika mereka tidak ingin menunjukkan diri mereka paling tidak Grey berterima kasih karena mereka mau menyambut kelompok ini bahkan mengizinkan mereka untuk berisitirahat.


Beberapa orang perlu mendapatkan perawatan dan mereka perlu tempat aman untuk memulihkan diri.


Dua hari semenjak mereka tinggal luka para pasukan telah tersembuhkan, Grey yang bersandar di pohon dibangunkan oleh sosok Via di sebelahnya


"Ada apa?"


"Ada musuh yang datang, para roh lain baru saja memperingatiku."


"Berapa orang?"

__ADS_1


"Cuma satu orang, terlebih dia mampu menerobos tempat ini."


Grey tidak ingin melibatkan orang-orang di sini, karena itu dia menyelinap pergi seorang diri.


__ADS_2