Menjadi Kuat Seorang Diri

Menjadi Kuat Seorang Diri
Chapter 65 : Undangan Dari Kerajaan Asteria


__ADS_3

Setelah pertarungan panjang, Grey berdiri di depan jendela bersama kedua istrinya Flarisa dan Anabeth.


Flarisa merapihkan rambutnya sementara Anabeth merapihkan pakaiannya.


"Jadi begini rasanya punya dua istri."


"Jangan mengatakan hal-hal aneh, apa suamiku sudah menghapal pidatonya."


"Benar, aku sudah melihatnya dan rasanya itu terlalu panjang untuk Grey sayangku," tambah Anabeth.


"Jangan khawatir kalian berdua, aku sudah mengingatnya di luar kepala... sekarang aku hanya harus bersikap layaknya raja bukan."


Keduanya tersenyum sebagai balasan. Dari sekarang Grey memutuskan untuk tidak mengenakan helmnya lagi.


Grey berdeham sekali kemudian melangkah maju.


"Kita akan membuat negara ini semakin maju ke depannya."


"Iya," x2


Sepuluh tahun kemudian di ruangan kerja Grey, kedua istrinya dan masing-masing putrinya muncul untuk menyapanya.


"Ayah."


"Papa."


"Kalian berdua semakin hari semakin cantik."


"Hehe tentu saja, kami sudah bosan belajar bolehkah kami berlatih menggunakan pedang," yang berkata itu adalah putri dari Anabeth, wajahnya mirip sepertinya dan juga terkesan tomboy dan berani, namanya Rui.


Sementara di sebelahnya yang mirip Flarisa bernama Ria, ia adalah gadis feminim yang menunjukkan sikap kebangsawanan murni.

__ADS_1


"Rui, tolong jangan mengatakan hal seperti itu... kita masih harus belajar soal negara, kamu membuat papa kita kesulitan."


"Diam kamu, apa kamu tidak bosan terus belajar tatakrama... di dunia ini hanya kekuatan yang akan merubah segalanya."


"Ara, kalian berdua jangan bertengkar."


"Benar Rui, ingat dia kakakmu loh."


"Ibu dia tidak terlihat seperti kakak, biar aku yang menjadi kakak bukannya aku lebih dewasa darinya... kenapa ibu diam dan tante Flarisa juga."


"Itu... kalian lahir diwaktu bersamaan, tak masalah siapa yang kakak bukan."


"Rasanya aneh, kita beda ibu tapi lahir di waktu bersamaan."


"Itu karena ayah kalian memberikan benihnya di waktu bersamaan."


"Jadi begitu."


Grey tampak memucat sebenarnya seperti apa pelajaran yang diberikan pada anak kecil di kerajaan ini.


"Kamu juga Rui."


"Aaah, aku benci pesta teh.. biarkan aku melawan monster, ayah selamatkan aku."


"Berjuanglah kalian berdua."


Mereka menggemaskan di umurnya yang sekarang.


Tak lama Arina muncul dengan Via di atas bahunya, Via kemudian melompat dan duduk di meja Grey selagi memakan apel yang diletakan di sana.


"Bagaimana?"

__ADS_1


"Sejauh ini kami belum bisa menemukan keberadaan iblis tersebut, apa ancaman waktu itu hanya gertakan saja."


"Aku merasa tidak begitu, mungkin di suatu tempat mereka akan muncul secara tiba-tiba, lalu bagaimana dengan Sartina."


"Ia masih memeriksa reruntuhan yang kau katakan, mungkin dalam beberapa hari ia akan kembali."


"Kuharap begitu."


"Benar Grey, ada undangan dari kerajaan Asteria.. ini undangannya?"


Grey menerima surat tersebut lalu membacanya.


"Mereka sedang membuat festival kah."


"Begitulah, sudah sejak lama kita merenovasi wilayah tersebut tak kusangka tempat itu jadi tempat yang luas dan lebih berkembang dari dua kerajaan lain."


"Yah, kudengar mereka juga menerima ras lainnya."


"Populasi putri duyung tidak seperti dulu beberapa menikahi pria dan wanita di waktu yang sama."


"Maksudmu poligami, hanya saja kepala keluarga dipegang oleh wanita."


"Seperti itulah, pokoknya di negara itu kedudukan wanita lebih tinggi dari pria."


Melihat bahwa penduduk pertamanya adalah wanita hal itu wajar saja, asal tidak ada diskriminasi semuanya akan menjadi negara yang sama.


"Aku akan pergi ke sana, aku ingin melihat seberapa berubahnya mereka."


"Itu bagus, aku harus mengenakan gaun bagus untuk pergi ke sana juga."


"Bukannya kau hanya suka mengenakan bra saja."

__ADS_1


"Kalau untuk keadaan resmi aku akan menahan diri mengenakannya."


Dia hanya ingin mencobanya.


__ADS_2