
Grey, Anabeth dan Arina pergi dengan dua kuda, di mana Grey dan Anabeth menggunakan kuda yang sama.
Alih-alih menggunakan kereta lebih efisien dengan pergi seperti ini. Arina membuka peta kemudian menunjuk ke arah kiri dari dua persimpangan sebelum mereka melanjutkan perjalanan dan berisitirahat setelah mencapai 5 km jauhnya.
"Sudah kuduga senjata itu ada di sini, tapi tak kusangka mereka menempatkannya di tempat pengembangan senjata."
"Apa kau tahu sesuatu tentang itu?" tanya Grey yang memberikan daging panggang pada Anabeth.
"Iya, dulu sekali tempat ini menjadi pengembangan senjata api, kau hanya perlu menarik pelatuknya maka timah panah akan menembus musuhmu dengan mudah.. bisa dibilang senjata terkuat umat manusia."
"Ada senjata seperti itu kah."
"Kelihatannya berbahaya," tambah Anabeth.
"Seperti itulah tapi masih dalam pengembangan.. tergantung penggunanya jika senjata itu digunakan orang baik maka bisa merubah keadaan tapi jika sebaliknya itu akan berdampak buruk jika digunakan untuk melawan manusia juga."
"Lalu kenapa kota itu malah ditinggalkan?"
"Karena senjata itu perlu bubuk mesiu dengan jumlah banyak untuk bisa digunakan, kudengar tambang satu-satunya di tempat ini telah dikuasai undead... mereka tidak tertarik dengan bubuk mesiunya melainkan hanya batuan yang ada di dalamnya, apa kau pikir kita bisa menggunakan senjata itu?"
__ADS_1
Grey mengatakan bahwa kemungkinannya tidak nol, dia harus menggunakan seluruh kartu as di tangannya.
Bubuk mesiu terdiri dari belerang, arang dan kalium nitrat, dengan keberadaan Arina yang bisa menggunakan teknik alkimia semuanya akan berjalan lancar.
Grey memeriksa rute yang akan mereka lewati dan menemukan jejak sepatu kuda baru beserta roda kereta.
"Sepertinya bukan hanya kita yang ingin pergi ke sana, melihat arahnya ini pasti jejak dari kerajaan Neira."
"Apa itu artinya bagus jika kerajaan itu menggunakannya?" tanya Anabeth dari atas kuda.
"Tidak, aku ragu jika mereka akan memberikan senjatanya ke perbatasan... mereka hanya akan menggunakan untuk melindungi ibukota hanya itu."
Ada beberapa pria berpakaian kesatria yang ditugaskan untuk menjaganya sementara yang lain mulai memasukan kotak-kotak ke dalamnya.
"Ini adalah wilayah kerajaan Vardes mereka benar-benar tidak punya aturan," ucap Arina.
"Mereka sudah seperti ini sejak lama, aku akan menyelinap dan mengambil seluruh senjatanya.. Arina dan Anabeth, kalian amankan senjata penting kita."
"Tentu, menurut peta dari kerajaan ada empat titik ruangan rahasia di kota ini aku yakin salah satunya membawa kita kepada senjata yang kita cari... mari Anabeth."
__ADS_1
"Baik."
Ketika hari berganti malam, semuanya mulai bergerak. Grey menyelinap di antara kereta tersebut kemudian memindahkan seluruh barang bawaannya ke dalam cincin penyimpanannya... jumlahnya memang banyak dan pantas saja banyak kereta di sini, Grey merasa mungkin saja ini merupakan pengiriman ke dua yang mereka lakukan, mereka tidak mungkin semata-mata membawa kereta sebanyak ini jika mereka tidak tahu dengan pasti jumlahnya.
Grey tertarik dengan sebuah kotak peti panjang dan ketika melihat isinya di dalamnya adalah seorang gadis bertubuh kecil dengan rambut perak serta pakaian gothic.
"Hah!"
Dia benar-benar terkejut.
"Siapa di sana?"
Ia segera ketahuan tapi tidak melupakan untuk membawa gadis tersebut dalam bahunya sebelum berlari melarikan diri.
"Tunggu kau?"
Grey memiliki keuntungan saat bergerak malam hari dan dalam sekejap keberadaanya menghilang, dia bersembunyi di balik pohon saat para kesatria itu melewatinya selagi bergumam.
"Sebenarnya siapa gadis ini?"
__ADS_1