Menjadi Kuat Seorang Diri

Menjadi Kuat Seorang Diri
Chapter 63 : Undead King


__ADS_3

Naga itu masuk ke dalam air dan semua orang mulai bersiaga, dia muncul tepat di bawah kaki para petualang lalu menggunakan dua mulutnya untuk menelan mereka dari bawah.


"Semuanya berpencar," perkataan Grey membuat semua orang tersadar dengan apa yang mereka harus lakukan.


Setelah berpencar naga itu hendak masuk ke dalam air tentu saja tidak ada yang ingin membiarkannya seperti itu, beberapa petualang melepaskan tombak dengan tali untuk menjeratnya lalu bersama-sama menahannya. Irena dan Grey saling menatap satu sama lain sebelum menerjang ke depan secara bersamaan.


Hanya beberapa detik saja mereka melompat bersamaan kemudian mengayunkan pedangnya yang mana memotong dua kepala itu di waktu yang sama pula. Tubuh naga air mulai roboh tanpa ada perlawanan lain menciptakan guncangan saat menghantam es dan tenggelam.


"Kita berhasil."


Semua orang meneriaki hal demikian namun pertempuran sesungguhnya masihlah belum selesai, dengan keributan itu para pasukan undead mulai bermunculan dengan jumlah besar yang mana membuat kemeriahan akan kemenangan memudar seperti sebuah gelembung sabun.


"Ini tidak baik, harus ada seseorang yang melawan undead king langsung, Grey, Irena kurasa tugas ini cocok untuk kalian berdua," ucap Arina, Sartina juga menambahkan.


"Benar yang mulia, biarkan kami mengatasi ini Anda cepatlah masuk ke istana."


Grey memikirkannya sesaat dan mengangguk mengiyakan, tanpa itu mereka tidak mungkin bisa bertahan.


Grey menciptakan sayap cahaya di punggungnya lalu terbang selagi membawa Irena bersamanya.

__ADS_1


"Kau benar-benar penuh kejutan Grey."


"Bukannya terbang hal biasa."


"Itu berlaku untuk penyihir."


Mereka melewati musuh untuk sampai di istana undead king yang merupakan sebuah kastil gelap, tidak lewat pintu melainkan menghancurkan jendela yang tembus dengan aula singgasana dan melihat bagaimana undead king berada di sana selagi menatap mereka penuh kebencian.


"Kuakui kalian manusia begitu kuat hingga berhasil memojokkanku sejauh ini, tapi dengan kepalaku yang telah kembali hanya sejauh ini kalian bisa melangkah."


Irena ataupun Grey kini tahu seperti apa wajah undead king itu berbentuk, dia memiliki wajah menyerupai goblin dengan rambut hitam serta taring besar yang menyeruak dari mulutnya.


Jika disebut monster dia mirip seperti iblis.


"Kau telah banyak melukai manusia, karena itulah kami akan mengalahkanmu di sini," ucap Irena tak tergoyahkan.


"Aku sudah mendengar hal itu sejak lama, jadi tunjukan itu padaku manusia."


Undead king melesat maju dengan kecepatan sonic menciptakan gelombang kejut di bawah kakinya, Grey yang menyadari pergerakan itu menutup ruang darinya untuk melindungi Irena.

__ADS_1


Pedangnya menahan baik pedang undead king yang merupakan pedang besar yang sejak tadi memancarkan kegelapan.


"Seharusnya tidak ada yang bisa bergerak dengan kutukan ini, maka kau pasti bukan manusia."


Grey memperkuat pedangnya dan tubuh undead king terlempar menabrak singgasananya.


Grey melepaskan helmnya lalu melemparkannya ke samping untuk menunjukan keseluruhan tekad kuatnya dari matanya yang berwarna merah.


"Maafkan aku Grey, aku tidak.."


"Jangan khawatir, kau kuat Irena jangan kalah dengan ketakutan... kita bisa mengalahkannya, dia tidaklah abadi seperti apa yang dikatakan orang-orang."


"Aku mengerti."


Ucapan itu telah membawa keberanian pada Irena kembali hingga ia sekali lagi berdiri.


"Selanjutnya aku tidak akan kalah."


Undead king bersusah payah untuk bangkit dan ia tertawa.

__ADS_1


"Kau ternyata vampir, pantas saja pengaruhku sebelumnya tak berdampak apapun padamu."


"Bisa dibilang setengah vampir sementara setengah lagi manusia."


__ADS_2