Menjadi Kuat Seorang Diri

Menjadi Kuat Seorang Diri
Chapter 43 : Memulai Kembali


__ADS_3

Winy mengambil satu ikan yang dipanggang Grey disusul Eva, Irena dan juga Angel setelahnya.


Mereka jelas mengambil tanpa permisi, namun Grey tidak terlalu memikirkannya dan memilih mengabaikannya.


"Jadi kenapa kalian datang kemari?"


"Kami juga merasa penak di kota jadi kupikir kami juga ingin berkemah di sini," jawab Irena.


"Kenapa kau terlihat tidak terlalu senang? Kami juga ingin liburan, kami akan membuat tenda juga.. ah soal, kau vampir aku sudah mengatakannya pada mereka jadi tak usah disembunyikan."


Grey merasa berada kesulitan, dia pikir mereka akan pergi saat sudah bosan.


Pagi berikutnya sementara mereka bermain air. Grey tampak masih duduk tenang dengan pancingannya.


Dia telah mendapatkan lima ikan meskipun sisanya telah dimakan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab, dia melihat bagaimana mereka hanyut dalam kesenangannya sendiri.


Irena duduk di sebelahnya.


"Bukannya menyenangkan melihat para wanita hanya mengenakan pakaian renang."


"Aku hanya berfikir seperti orang tua sedang mengawasi anak-anaknya yang baru menginjak remaja."


"Kau mengatakan hal aneh, padahal umurmu tidak jauh berbeda denganku."

__ADS_1


"Aku sudah punya dua istri jadi tolong menjauh dariku."


"Sekarang kau menganggapku sebagai pelakor."


"Cuma bercanda, pastikan untuk menyelesaikan pekerjaanmu juga nanti."


"Aku mengerti."


Irena membaringkan tubuhnya di tanah selagi menutupi matanya dengan tangannya.


"Kita sudah sejauh ini, tak akan kubiarkan semuanya berlalu sia-sia."


Entah Grey ataupun Irena, keduanya sama-sama ingin menyelesaikan pertempuran ini.


Dia menghabiskan waktu empat hari dan ketika kembali dia mendapatkan peringkat Mithril yang lebih jauh dari yang dia duga.


Itu adalah batas dari peringkat.


"Bukannya ini terlalu jauh, seharusnya aku perunggu atau silver."


Mary menggelengkan kepalanya.


"Dibandingkan ujian, jasa yang telah dilakukan Grey lebih dari itu. Kamu telah membantu guild, orang-orang di kota ini, bahkan menyelamatkan banyak orang di kota perbatasan lain... ini adalah hal yang sudah diputuskan banyak orang jadi keluhan apapun akan ditolak."

__ADS_1


Irena menepuk punggung Grey.


"Bukannya bagus, kini impian teman-temanmu telah tercapai olehmu.. mereka juga tidak akan keberatan karena kau sudah berjuang sampai sekarang dan pantas mendapatkannya."


Grey melirik ke arah para petualang yang menatapnya dari belakang, Alexia yang duduk di salah satu meja menganggukkan kepalanya.


"Kalau begitu aku menerimanya."


"Sudah seharusnya, jika kau tidak menerimanya aku sudah siap menghajarmu," kata Irena sedikit jahil.


"Kau benar-benar mengerikan."


"Kalau begitu mari kita rayakan... minuman gratis untuk semua orang, aku yang bayar," teriak Irena yang membuat kericuhan semakin menjadi-jadi.


Grey pikir tak masalah jika dia terlibat hal-hal seperti ini.


Ketika waktunya tiba Irena berubah menjadi sosok yang berbeda. Dia menjelaskan berbagai situasi yang mereka hadapi termasuk rencana yang akan mereka raih selanjutnya.


"Mari kita gulingkan pemberontakan ini," katanya menyeringai senang.


Pada malam hari tali-tali dilemparkan antara sungai dan semua orang secara bergiliran menggunakannya untuk melewati sungai, sebelumnya jembatan yang menghubungkan sungai ini telah dihancurkan dan cara inilah yang mereka bisa pakai untuk melakukannya.


Tentu saja malam ini bukan sebatas melewati sungai, mereka juga akan langsung menyerang benteng yang paling terdekat untuk menjatuhkan musuh.

__ADS_1


Mereka semua telah menunggu momen ini sejak lama.


__ADS_2