
Menyusuri hutan lebat, sebuah pisau lempar tertuju tepat di depan pergerakan Grey. Dia menghindarinya setipis kertas dan melihat ke atas di mana seorang yang menyerupai iblis kelelawar telah bertengger di dahan pohon.
"Gerakan bagus, sepertinya kau juga bukan manusia."
Grey tidak membalas perkataannya melainkan menggunakan sihir bola api untuk menembaknya dari bawah hingga kelelawar itu turun mengikutinya.
"Kau salah satu komandan undead king?"
"Tepat sekali, sepertinya diantara kalian telah membunuh Harpy, ia marah besar hingga mengirimkanku untuk membunuh kalian semua."
Grey pikir mungkin yang mengalahkannya adalah Irena. Siapapun asalkan bisa melemahkan undead king maka itu semua adalah keuntungan manusia.
Grey melesat maju selagi memberikan tebasan, musuhnya kelelawar iblis menghindarinya kemudian memberikan tendangan di perut, tak ingin terlempar, Grey memperkokoh pijakannya dan balik menebas.
Luka tersayat di wajah kelelawar tersebut, dan ia balas dengan memberikan tebasan lewat cakarnya.
Grey menahannya dengan pedang kemudian balas menyerang hingga kelelawar iblis terbang ke langit.
"Seranganmu tak akan bisa mencapaiku."
"Kata siapa."
"Apa?!"
Grey menumbuhkan sayap di punggungnya lalu melesat maju, di udara mereka memberikan serangan maupun bertahan secara bergantian yang mana menciptakan kilatan cahaya yang menyilaukan.
__ADS_1
"Meski kau bisa terbang, kecepatanmu masihlah lambat, memangnya kau mampu mengimbangiku."
Sayap Grey berubah, sayap kanannya merupakan sayap cahaya sementara sayap yang lain merupakan sayap kelelawar.
"Sayap itu, sayap vampir."
Sebelum kelelawar iblis bisa bergerak beberapa tebasan memotong tubuhnya dengan cepat hingga potongan daging tersebut berjatuhan ke tanah.
Di masa lalu kelelawar iblis merupakan pelayan vampir, jelas mereka tak bisa dibandingkan dengan vampir itu sendiri.
Grey mendaratkan kakinya kembali dan Via berubah menjadi wujudnya kembali.
"Orang-orang pasti akan curiga kalau tuan tiba-tiba menghilang."
"Aku akan mencari jamur sebagai alasan."
Paling tidak Grey ingin membuat semua orang tetap tenang berada di hutan ini, saat dia kembali dia diberikan banyak pertanyaan.
"Aku hanya mengambil jamur."
Dari cincin penyimpanan ia memunculkan banyak tumpukan dari mereka.
"Karena banyak aku jadi lupa waktu, mari kita makan ini."
Semua orang terkejut atas pernyataan Grey.
__ADS_1
"Maksudnya dimakan mentah?"
"Yap, ini juga bisa dimakan mentah tapi jika kalian tidak suka aku akan mengolahnya."
"Tolong olah," balas Sartina lemas.
Pasukan ini dipenuhi wanita mereka cenderung tak berani untuk memakan sesuatu yang aneh.
"Ah benar, mari masak dengan siput dan laba-laba."
"Jangan lakukan itu," teriak semuanya.
Malam harinya mereka memiliki tempat yang nyaman dan makanan enak, setelah ini mereka akan bergabung dengan kelompok Irena dan harusnya selangkah lagi mereka bisa berhadapan dengan undead king.
Pagi itu kelompok Grey sudah siap kembali melakukan tugasnya, setelah merapikan tenda mereka akan bergerak ke utara dan di sana akan ada pertempuran yang lain yang akan mereka lakukan.
Di depan mereka sebuah tenda telah terlihat jelas, Irena dan semua pasukannya telah menyambut kedatangan Grey dengan sebuah jabat tangan.
"Akhirnya kalian datang."
"Aah, mari kalahkan undead king dan umat manusia bisa kembali seperti dulu."
"Tentu saja, kalian pasti lelah sekarang beristirahat saja dulu dan nanti seseorang akan memanggilmu untuk rapat."
Semua orang mengangguk mengiyakan. Kelompok Irena diisi oleh para petualang veteran mereka adalah kelompok yang benar-benar akan sangat membantu dalam peperangan ini.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian pasukan Arina yang sebelumnya berpencar dengan kelompok Grey juga muncul, berbeda dari dua kelompok tersebut seluruh pasukannya membawa senjata api.
"Ugh, sepertinya Grey lebih dulu datang kemari.. padahal aku ingin mengejutkannya," katanya demikian.